Pumping ASI? Kenali Risiko dan Manfaatnya, Yuk, Ma!

Mendapatkan ASI eksklusif adalah hak setiap bayi. Namun, karena berbagai alasan banyak ibu yang tidak bisa untuk selalu memberikan ASI secara langsung dari payudara mereka. Akhirnya, pumping ASI (memompa ASI), dan memberikan ASI tersebut melalui botol menjadi solusinya.

Eits, metode pumping ASI tak hanya dilakukan oleh Mama yang belum melakukan direct breastfeeding atau DBF, lho. Biasanya, Mama yang memiliki banyak sekali stok ASI, melakukan metode ini agar payudaranya tidak mengencang dalam waktu lama. 

Bagi Mama yang juga berencana melakukan pumping ASI, semangat, ya! Artikel ini akan membantu Mama mengenali lebih lanjut tentang tips mendapatkan ASI lancar dengan metode pumping.

Apa saja manfaat pumping ASI?

cara pumping asi

Pumping ASI adalah proses memerah ASI dari payudara dengan menggunakan pompa. ASI yang telah dipompa tersebut, kemudian diberikan kepada bayi melalui botol susu, atau disimpan di freezer untuk dikonsumsi lain waktu.

Pumping ASI ternyata memiliki banyak manfaat untuk Mama, antara lain:

1. Waktu menyusui lebih terkontrol

Dengan memompa ASI, Mama akan dapat kembali bekerja atau melakukan liburan, bahkan saat bayi masih menjalani ASI eksklusif. Mama hanya perlu mempersiapkan ketersedian pasokan ASI perah di freezer.

2. Bisa meminta bantuan orang lain untuk memberi makan bayi

Mama juga tidak harus menjadi satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk memberi makan si kecil. Mama bisa meminta pasangan atau pengasuh untuk membantu Mama memberikan ASI pada si kecil.

3. Lebih tenang

Memompa ASI memungkinkan Mama untuk menyediakan pasokan ASI dalam jumlah yang cukup banyak, bahkan sebelum bayi membutuhkannya. Dengan cara ini Mama akan menjadi lebih tenang, karena Mama bisa memperkirakan bahwa bayi tidak akan kelaparan selama beberapa waktu ke depan.

4. Bisa mendonorkan ASI

Pumping memungkinkan Mama menyumbangkan ASI ekstra kepada ibu yang tidak bisa menyusui bayinya.

American Academy of Pediatrics menekankan bahwa semua bayi harus mendapat ASI dan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. 

Tetapi ketika seorang ibu tidak dapat memproduksi cukup ASI, maka ibu tersebut bisa memberikan ASI donor pada bayi mereka. ASI donor adalah pilihan yang lebih baik daripada susu formula untuk bayi di bawah usia 6 bulan.

Adakah risiko tertentu dari cara pumping ASI?

power pumping

Selain memiliki manfaat seperti yang disebutkan di atas, pumping ASI juga memiliki beberapa kekurangan. Namun, sebaiknya Mama tidak menjadikan kekurangan ini sebagai hal negatif yang menghambat Mama memberikan ASI terbaik untuk si kecil kelak.

Adanya risiko-risiko di bawah ini, bisa menjadi gambaran Mama untuk melakukan antisipasi saat konsisten melakukan pumping ASI, ya. Selamat mengASIhi, Ma! 🙂

1. Perlu biaya tambahan

Tidak seperti menyusui langsung dari payudara, kegiatan pumping membutuhkan banyak peralatan tambahan. Peralatan yang mungkin harus Mama sediakan sebelum pumping ASI meliputi:

  • Pompa ASI
  • Botol susu dan botol penampung ASI
  • Cooler bag
  • Lemari es atau freezer tambahan untuk menyimpan susu yang dipompa

Cara mengantisipasinya: Kumpulkan sedikit demi sedikit peralatan ASI dengan menabung.

2. Cukup merepotkan

Memompa ASI saat liburan atau bekerja bisa jadi sangat merepotkan. Mama mungkin perlu membawa banyak perlengkapan untuk mendukung kesuksesan pemompaan ASI.

Cara mengantisipasinya: Agar peralatan pumping tidak bercecer, pastikan Mama selalu membawanya dalam satu tas besar seperti Mama’s Choice Diaper Bag.

cara menggunakan pompa asi

3. Ekstra usaha untuk menyimpan stok ASI

ASI yang sudah dipompa dapat kadaluwarsa bahkan ketika dibekukan, oleh sebab itu Mama harus benar-benar jeli saat menyusun pasokan ASI di freezer. 

Pemberian label tanggal dan jam pemerahan ASI pada botol sangat penting dilakukan. Hal ini untuk memudahkan saat memberikan ASIP untuk bayi. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengatur pasokan ASI dengan benar. Sehingga menyebabkan banyak ASI terbuang karena sudah kadaluwarsa 🙁

Cara mengantisipasinya: Pelajari jadwal pumping ASI dan pastikan Mama teliti menyimpan dan menggunakan stok ASI.

4. Rawan lecet dan infeksi

Pompa payudara yang tidak dibersihkan dengan baik juga dapat menyebabkan infeksi payudara Mama. Infeksi jamur tersebut dapat muncul di daerah puting. 

Untuk mencegah infeksi jamur di payudara ini, Mama sebaiknya selalu membersihkan pompa ASI dengan benar. 

Selain itu, Mama juga wajib memberikan perawatan ekstra pada payudara khususnya bagian puting dengan menggunakan Mama’s Choice Intensive Nipple Cream. 

Diperkaya dengan ekstrak kurma serta minyak kelapa, produk ini akan membantu Mama mendapatkan payudara yang lembab dan sehat. Mama pun bisa terhindar dari masalah puting gatal, kering hingga lecet yang kerap kali terjadi pada Mama yang menggunakan metode e-pumping.

Mau dapat diskon hingga 40% untuk produk ini? Klik banner untuk informasi selengkapnya, Ma. Selamat mengASIhi dengan cara terbaik! 🙂

Mama's Choice

Referensi: Medical News Today, What to Expect

SHARE THIS POST

Tya

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

Featured Article
Card image
Masalah Memberikan ASI: Bagaimanapun Cara Menyusuinya,...
Learn more
Card image
Jangan Panik Saat Bayi Rewel Tumbuh Gigi, Lakukan 3...
Learn more
Card image
Pumping ASI? Kenali Risiko dan Manfaatnya, Yuk, Ma!
Learn more
Card image
Normalkah Jika Janin Terlalu Aktif Bergerak? Simak...
Learn more
Mama's Choice

Item has been added
to your cart.

Checkout