Search

Jangan Panik! Ini 4 Cara Meredakan Perut Kembung pada Bayi

Kalau bayi tiba-tiba sering menangis tanpa sebab, susah tidur dan terlihat tidak nyaman, bisa jadi ia mengalami perut kembung, Ma. Yuk simak ulasan ini sampai habis untuk mengetahui penyebab, gejala, dan cara mengatasi perut kembung pada bayi!

Kembung pada bayi terjadi saat gas terperangkap di tubuh, khususnya karena perut atau pencernaan bayi yang belum berkembang sempurna.

Secara umum, perut kembung pada bayi tidak berbahaya. Meskipun hal ini mengindikasikan ada sedikit masalah pada pencernaannya, namun Mama tetap bisa mengatasinya dengan cara yang tepat, cepat, serta efektif.

Gejala bayi kembung

Kembung bisa membuat bayi tidak nyaman. Kondisi kembung yang dialami si kecil ini bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Gejalanya antara lain:

  • Bayi sering kentut
  • Perut bayi keras atau kaku
  • Bayi lebih rewel dan sering menangis
  • Menggeliat dan melengkungkan punggungnya
  • Si Kecil lebih sering bersendawa
  • Muncul gejala-gejala kolik pada bayi

Dilansir dari situs Web MD, dokter anak Jennifer Shu menyebutkan apabila si kecil masih baik-baik saja dan hanya rewel saat mengeluarkan gas, hal ini menandakan kondisi Si Kecil masih normal.

Penyebab perut bayi kembung

Pada usia 0-3 bulan, bayi sering mengalami perut kembung karena saluran cernanya yang masih belum bekerja sempurna. Sedangkan pada bayi usia 6 bulan ke atas, perut kembung terjadi karena saluran pencernaan bayi perlu beradaptasi untuk mencerna MPASI.

posisi menyusui saat bayi sedang kembung

Bayi kembung bisa disebabkan oleh:

1. Bayi menelan udara terlalu banyak

Salah satu faktor utama adalah bayi menelan udara yang terlalu banyak. Ada beberapa aktivitas yang membuat bayi banyak menelan udara, seperti menangis, menyusu, dan makan.

2. Makanan yang dikonsumsi Mama

Ada beberapa jenis makanan yang dipercaya bisa menyebabkan bayi kembung, entah yang dikonsumsi bayi (jika sudah MPASI) ataupun yang dikonsumsi Mama menyusui. Makanan-makanan penyebab perut kembung antara lain produk olahan susu, sayuran seperti brokoli, asparagus, dan kol, serta buah jeruk/citrus.

3. Kelebihan laktosa

Bayi yang kelebihan laktosa biasanya disebabkan karena kebanyakan mengonsumsi foremilk atau ASI di awal menyusui. Foremilk kaya akan laktosa namun rendah lemak. Sayangnya, tidak semua laktosa mudah dicerna oleh bayi. Proses pencernaan laktosa yang lambat ini mengakibatkan perut kembung pada bayi.

Baca juga: Perbedaan Kandungan ASI Hindmilk dan Foremilk

4. Sistem pencernaan belum sempurna

Dalam pertumbuhannya, sistem pencernaan bayi belum sempurna dan masih berkembang. Usus bayi juga belum memiliki mikroflora, yakni bakteri baik untuk mempercepat pengolahan makanan di dalam usus. Akibatnya, bayi mengalami sembelit fungsional dan kembung.

Cara mengatasi perut kembung pada bayi

Untuk mengatasi perut kembung pada bayi, ada beberapa cara sederhana yang bisa Mama lakukan, antara lain:

1. Ubah posisi menyusui

Pada banyak kasus, bayi kembung setelah selesai menyusui karena posisi yang salah. Saat menyusu baik menggunakan botol susu atau langsung dari payudara ibu, pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Mama bisa menggunakan bantal menyusui untuk menyangga kepala bayi.

Baca Juga: 7 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Mudah Tersedak

Jika menggunakan botol, Mama disarankan untuk mengangkat botol agak tinggi, namun tidak tegak lurus. Perhatikan juga kualitas dot yang digunakan, pastikan aliran susunya tidak terlalu deras. Sebab aliran susu yang terlalu kencang bisa menyebabkan bayi menelan udara. 

2. Sendawakan setelah menyusu

Meski posisi menyusu sudah benar, seringkali tetap ada udara yang tertelan oleh bayi. Karena itu, sebaiknya cobalah untuk menyendawakan bayi setiap selesai menyusui dengan melakukan beberapa teknik gendongan sambil menepuk punggungnya.

Baca juga: Posisi & Cara Menyendawakan Bayi yang Benar (dengan Gambar)

3. Mengayuh kaki bayi

Mama bisa menggerakkan kaki bayi dengan gerakan seperti mengayuh sepeda. Gerakan kaki akan membuat gas di dalam perut lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa. Selain membantu mengeluarkan gas, gerakan ini juga dapat menjadi momen relaksasi untuk bayi agar tidak mudah lelah.

4. Pijat dengan lembut

Tak hanya akibat menyusui, bayi juga bisa kembung jika udara dingin atau banyak menangis. Jika Mama menepuk perut bayi perlahan dan mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring, sebaiknya Mama segera menggosok perut bayi.

Selain dapat membantu bayi mengeluarkan angin melalui sendawa, cara ini juga bisa menghangatkan perut bayi secara berkala. Agar lebih efektif, Mama dapat memijat bayi dengan minyak telon.

Artikel terkait: 5 Teknik Memijat Bayi Kolik

Minyak Telon yang Mengatasi Perut Kembung Bayi dengan Lembut

Mama juga bisa menggunakan minyak khusus untuk perut bayi, yaitu Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil. Berbeda dengan minyak telon pada umumnya, minyak ini tidak mengandung kayu putih yang berpotensi mengiritasi kulit bayi.

Dengan kandungan Nutmeg Oil, Lavender Oil dan Chamomile Oil yang membantu menenangkan bayi yang sedang rewel dan menangis, ketiganya aman untuk kulit sensitif bayi. Wanginya segar dan lembut bisa membuat Mama dan bayi rileks.

minyak bayi
Dapatkan harga spesial Rp 79.000 (Hemat 34%) di sini!

Cukup berikan pijatan lembut pada perut, dada dan punggung bayi menggunakan Mama’s Choice Baby Calming Tummy Oil setelah mandi atau sebelum tidur, dan lihat perubahannya pada kualitas tidur Si Kecil dan Mama.

Cara menggosok perut bayi untuk mengurangi kembung:

  1. Tidurkan bayi dalam posisi terlentang
  2. Mulai gosok perut bayi menggunakan telapak tangan yang sudah dibasahi minyak pijat secara perlahan
  3. Mulai dari arah pinggang bagian kanan dan kiri, arahkan ke dalam menuju pusar
  4. Lakukan hal yang sama pada punggung dan dada bayi
  5. Lakukan secukupnya, 5-10 kali gerakan berulang
  6. Cek cara memijat bayi selengkapnya di sini.

Tips: Jika akan melakukan pijat, lakukan pemijatan setidaknya satu jam setelah bayi menyusu. Hentikan pemijatan jika bayi menangis dan terlihat tidak nyaman.

jam tidur bayi, Mama's Choice Baby Calming Tummy Oil, waktu tidur bayi, jam tidur bayi baru lahir

Jadi, jika bayi rewel terus menerus, jangan panik ya, Ma! Sekarang, Mama sudah mengetahui bagaimana cara mengatasi dan pencegahannya. Selamat mencoba, semoga Mama dan si kecil selalu sehat dan bahagia 🙂

Mamas Choice

Sources : WebMD, Flo Health

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

Keranjang Anda (0)

Close

Belanja Rp90,000 lagi untuk dapat free ongkir!

Mini Cart

Keranjang belanja Anda kosong.

Shop now