Search

Kenali Tahapan MPASI Si Kecil!

Masa MPASI adalah salah satu masa yang menyenangkan sekaligus menegangkan bagi Mama dan si kecil. Bagaimana tidak, si kecil yang sebelumnya cukup mengonsumsi ASI untuk memenuhi nutrisinya, kini juga harus mendapatkan asupan tambahan dari MPASI untuk mencukupi kebutuhan gizinya.

Tapi Mama tidak perlu khawatir! Berikut ada beberapa informasi serta tips-tips menarik seputar MPASI, yang bisa Mama simak.

Kapan Harus Memulai MPASI?

MPASI, atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu, biasanya diberikan saat bayi memasuki usia 6 bulan. Namun pada kasus-kasus tertentu, bayi boleh memulai proses MPASI lebih cepat atau lebih lambat dari usia yang disebutkan.Untuk mengetahui kesiapan si kecil dalam menjalani proses MPASI, Mama perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Mulai Bisa Menegakkan Kepala

Bayi bisa duduk dengan leher yang tegak dan mampu mengangkat kepala sendiri, tanpa bantuan Mama.

2. Tertarik Pada Makanan

Mulai berusaha meraih makanan yang Mama makan, atau membuka mulut saat sesuatu diarahkan ke mulutnya.

3. Terus Merasa Lapar

Bayi masih menunjukkan tanda-tanda lapar walaupun sudah menyusu dengan baik.

Jika anak Mama menunjukkan tanda-tanda tersebut, bisa jadi Ia sudah siap untuk memulai proses MPASI. Mama boleh mulai memberikan MPASI berdasarkan tahapan usianya. 

 

Tanda Si Kecil Siap MPASI
Ketika Si Kecil sudah menunjukan tanda-tanda diatas, artinya Mama sudah harus mulai persiapan MPASI nih!

Tahapan MPASI

MPASI sendiri, umumnya terbagi menjadi beberapa tahap tergantung usia dan kemampuan bayi dalam mencerna makanan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan Mama dalam mengetahui kapan waktunya mengubah tekstur MPASI si kecil. Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu Mama ketahui:

  • Tahap pertama (6 Bulan)

Pada usia 6 bulan, Mama bisa mulai memberikan si kecil MPASI sebanyak 2 kali sehari dengan porsi 4 – 6 sendok sekali makan. Bayi di tahapan ini hanya membutuhkan asupan kalori tambahan sebanyak 200 kilo per-hari, jadi tidak perlu memberinya makan terlalu banyak. Mama bisa memberikan MPASI dengan tekstur bubur kental atau puree untuk memudahkan si kecil belajar makan di tahap ini.

Jadwal MPASI Minum Susu & Tidur Usia 6-7 Bulan

Baca juga: 10 Rekomendasi Menu MPASI Pertama Bayi 6 Bulan

  • 7-8 Bulan

Di bulan berikutnya, sebenarnya bayi masih membutuhkan asupan kalori tambahan dengan jumlah yang sama, yaitu 200 kilo kalori per-hari, tapi Mama boleh mulai menambah porsi makannya secara perlahan. Tambah porsi makannya secara bertahap hingga mencapai setengah mangkuk berukuran 250 ml sekali makan. Berikan bayi MPASI sebanyak 2 – 3 kali sehari, sambil diselingi 1 – 2 kali snack time di antara jeda makan. Mama juga bisa mulai menaikkan teksturnya menjadi mashed atau seperti makanan yang ditumbuk halus.

Jadwal MPASI Minum Susu & Tidur Usia 8-9 Bulan

  • 9 -10 Bulan

Pada usia 9 bulan bayi sudah mulai membutuhkan asupan kalori lebih banyak dari sebelumnya, yaitu 300 kilo kalori per-hari. Jadi Mama bisa mulai menambah waktu makannya menjadi 3 – 4 kali sehari dengan porsi setengah mangkuk berukuran 250 ml sekali makan. Selingi juga dengan 1 – 2 kali snack time di antara jeda makan. Pada tahap ini Mama sudah boleh memberikan finger food, makanan dengan tekstur minced, atau cincang halus, dan chopped atau cincang kasar. 


  • 12 – 24 Bulan

Pada tahap terakhir MPASI, bayi memerlukan asupan kalori tambahan jauh lebih banyak, yaitu 550 kilo kalori per-hari. Pastikan Mama meningkatkan porsi makan bayi secara perlahan, hingga mencapai ¾ mangkuk berukuran 250 ml sekali makan. Berikan bayi makan 3 – 4 kali sehari sambil diselingi 1 – 2 kali snack time di antara jeda makan. Pada tahap ini bayi sudah mulai bisa makan, makanan yang sama dengan yang Mama makan, atau jika merasa perlu, Mama boleh cincang MPASI seperlunya.

Jadwal MPASI Minum Susu & Tidur Usia 12-15 Bulan

Baca juga: Resep MPASI Hati Ayam & Manfaatnya untuk Bayi

Berikut adalah tahapan MPASI yang bisa Mama terapkan kepada si kecil. Tapi Mama juga perlu untuk mengobservasi si kecil setiap berganti tekstur. Lihat, apakah si kecil mengalami kesulitan saat buang air besar setelah tekstur makanannya diubah. Jika iya, Mama boleh mengembalikan tekstur makanannya seperti semula sampai Ia siap untuk berganti ke tekstur selanjutnya.

Pemberian MPASI Menurut WHO

Sementara itu menurut World Health Organisation atau WHO, Mama perlu memperhatikan faktor-faktor berikut dalam memberikan MPASI kepada si kecil

1.Tepat Waktu

Mama bisa memberikan si kecil Makanan Pendamping ASI atau MPASI saat ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya, yaitu di usia sekitar 6 bulan.

2. Adekuat

MPASI yang Mama berikan kepada si kecil harus memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien tubuhnya.

3. Aman dan Higienis

Proses persiapan, pembuatan, dan penyimpanan MPASI harus menggunakan cara, bahan, dan peralatan yang aman bagi bayi serta higienis.

4. Diberikan dengan Cara Responsif

Berikan MPASI berdasarkan sinyal lapar dan kenyang yang si kecil tunjukkan, jangan memaksanya jika Ia terlihat sudah kenyang.

Jangan lupa perhatikan hal-hal tersebut dalam memberikan MPASI kepada si kecil ya, Ma. Berilah si kecil makan secara tepat waktu, perhatikan juga nutrisi serta cara mengolah bahan-bahan yang digunakan, terakhir, gunakanlah peralatan yang aman dan higienis untuk membuat dan menyimpan MPASI. Pastikan peralatan yang Mama gunakan bebas dari bahan berbahaya, seperti BPA, phthalates, dsb, agar makanan si kecil tidak terkontaminasi zat-zat kimia berbahaya.

Cara Menyimpan MPASI

Berbicara tentang peralatan yang aman untuk makanan bayi, ternyata menyimpan MPASI juga ada caranya lho, Ma. Berikut adalah cara yang bisa Mama terapkan untuk menyimpan MPASI si kecil agar aman dan awet.

  • Katergorikan Bahan yang Digunakan

Mama perlu mengetahui, ada beberapa jenis makanan yang awet disimpan lama tanpa merubah rasa dan warnanya, namun ada juga beberapa bahan makanan yang awet disimpan lama, tapi semakin lama disimpan, warna atau bahkan rasanya bisa berubah, dan ada beberapa jenis makanan yang sama sekali tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Mama perlu mengkategorikan jenis-jenis makanan ini dan jangan mencampur kategori yang satu dengan yang lain untuk memudahkan proses penyimpanannya. 

Jenis berry-berry-an, brokoli, wortel, kembang kol, kacang hijau, daging-dagingan, kacang polong, dan ubi adalah beberapa jenis makanan yang awet disimpan lama tanpa berubah warna ataupun rasa. Selanjutnya, apel, alpukat, dan pisang adalah contoh makanan yang bisa disimpan lama, namun akan berubah warna. Sementara telur, nasi, kentang, tahu, serta buah-buahan seperti anggur, mangga, melon, pepaya, pir, dan aprikot, adalah makanan yang sama sekali tidak disarankan untuk disimpan lama karena akan berubah baik rasa maupun warnanya.

  • Simpan dalam Wadah dengan Porsi Sekali Makan

Jika Mama membuat MPASI dalam jumlah yang banyak, jangan menaruhnya di satu wadah besar ya, Ma. Taruhlah MPASI dalam wadah dengan porsi sekali makan, agar tidak terjadi pemanasan berulang. Kemudian, pilihlah wadah yang kedap udara berbahan kaca, plastik, atau silikon yang bebas dari BPA dan phthalates untuk mengindari kontaminasi zat berbahaya pada makanan bayi. 

  • Beri Tanda Tanggal Pembuatan

Tuliskan tanggal pembuatan di setiap wadah yang digunakan untuk menyimpan MPASI. Ini dilakukan untuk memudahkan Mama dalam mengingat setiap menu yang sudah disiapkan, sehingga MPASI tidak akan bertengger di freezer terlalu lama.

  • Simpan di Freezer/Chiller

Simpanlah MPASI di dalam freezer dengan suhu maksimal 5°C dengan jangka waktu penyimpanan maksimal 3 bulan. Tidak disarankan untuk menyimpan MPASI lebih dari 3 bulan ya, Ma. Karena dikhawatirkan akan mengubah warna ataupun rasanya. Sementara itu MPASI yang sudah Mama letakkan di chiller bisa bertahan maksimal 2 hari. Jangan lupa, Ma, MPASI yang sudah dicairkan atau bahkan dipanaskan, tidak disarankan untuk dibekukan kembali. Jadi pastikan Mama menaruhnya dalam wadah dengan porsi sekali makan, ya.

Nah, berikut ada rekomendasi wadah yang bisa Mama gunakan untuk menyimpan stok MPASI si kecil dengan porsi sekali makan, Ma. Cek, yuk!

Mama’s Choice Baby Food Container

Selain bentuknya yang sudah diatur untuk Mama agar bisa menyimpan MPASI dengan porsi sekali makan. Mama’s Choice Baby Food Container juga kedap udara dan anti bocor lho. Mama juga tidak memerlukan banyak ruang untuk menyimpan food container ini, karena dapat disimpan bertumpuk, dengan bagian bawah yang saling mengunci satu sama lain untuk mencegah produk jatuh dan tercecer, sehingga menghemat ruang penyimpanan.

Mama’s Choice Baby Food Container juga sudah lulus uji kualitas dan terbukti bebas BPA, phthalates, dan zat toxin lainnya. Mama juga tidak perlu repot-repot membeli kertas label untuk menulis tanggal, karena dapat langsung menulisnya di badan food container ini, jangan khawatir, mudah dihapus kok, Ma. Dilengkapi juga dengan skala pengukur yang akan memudahkan Mama dalam mengetahui seberapa banyak makanan yang sudah dimakan si kecil lho.

Mama's Choice Baby Food Container
Disc 38% untuk Baby Food Container | Rp 159.000 Rp 99.000

Food container ini tahan di suhu minimal -20°C dan maksimal 100°C Ma, jadi Mama bisa menyimpan MPASI di freezer dan memanaskannya di wadah yang sama. 

MPASI membutuhkan banyak persiapan, Ma! Yuk cek produk-produk terkait pada banner di bawah ini!

 

Sumber:

idai.or.id

 

Author hansyadivanti

hansyadivanti

Parenting enthusiast who loves to share thoughts!

COMMENTS

0 Comments
Leave a comment

Keranjang Anda (0)

Close

Belanja Rp90,000 lagi untuk dapat free ongkir!

Mini Cart

Keranjang belanja Anda kosong.

Shop now
1
0