Search

Penyebab & Pencegahan Stunting Pada Anak dari Kemenkes

Ma, tahukan bahwa stunting pada anak ditetapkan oleh WHO sebagai hambatan utama pertumbuhan manusia secara global? Masalah ini mungkin saja terjadi pada Si Kecil. Untuk itu, ketahui lebih lanjut penyebab dan pencegahan stunting di sini ya, Ma!

Penjelasan dan Penyebab Stunting pada Anak

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh minimnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

Secara spesifik, ada beberapa penyebab stunting pada anak:

  1. Rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan atau sejak janin
  2. Anak mengalami kurang gizi kronis dalam waktu lama
  3. Tidak cukup mendapat protein sesuai dengan kadar asupan yang dianjurkan
  4. Adanya perubahan hormon yang dipicu oleh stres
  5. Anak sering menderita infeksi sejak awal kehidupannya
  6. Fasilitas sanitasi yang buruk
  7. Minim ketersediaan dan akses air bersih
  8. Kurangnya kebersihan lingkungan. 

Mungkin beberapa Mama bertanya, kenapa kondisi kebersihan berpengaruh pada tumbuh kembang anak? Hal ini karena lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya membuat tubuh harus bekerja ekstra untuk melawan sumber penyakit. Akibatnya, penyerapan gizi menjadi terhambat bahkan menyebabkan stunting.

Dari segi gejala stunting, Kemenkes RI menyebutkan 4 hal yang dapat Mama temukan jika dialami oleh Si Kecil. Di antaranya:

  1. Tubuh Si Kecil lebih pendek daripada anak-anak seusianya
  2. Proporsi tubuh anak cenderung normal, tetapi tampak lebih muda atau kecil untuk usianya.
  3. Berat badan yang lebih rendah untuk anak seusianya.
  4. Terjadi penundaan pertumbuhan tulang.

Baca juga: 10 Rekomendasi Menu MPASI Pertama Bayi 6 Bulan

Upaya Pencegahan Stunting pada Anak

Menurut data dari Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017, prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 29,6%. Padahal WHO menetapkan masalah kesehatan masyarakat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari angka 20%. 

Hal ini menunjukkan bahwa secara Nasional masalah stunting di Indonesia masih tinggi. Apalagi pada 14 Provinsi yang memiliki prevalensi stunting melebihi angka Nasional.

Pada tahun 2018, Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas mengatakan terjadi penurunan jumlah penderita stunting di Indonesia. Tetapi upaya pencegahan stunting perlu terus dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan

Langkah utama dan pertama untuk mencegah stunting pada anak adalah memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Maka dari itu, Mama perlu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi sejak awal kehamilan.

Bila perlu, Mama dapat mengonsumsi suplemen tambahan yang dianjurkan oleh dokter. Jangan lupa juga untuk selalu memantau kondisi kesehatan kehamilan dengan melakukan konsultasi rutin dengan dokter atau bidan pilihan Mama dan Papa.

2. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan

Penyebab & Pencegahan Stunting Pada Anak dari Kemenkes

ASI merupakan makanan paling bergizi pertama yang baik untuk bayi. Karena manfaatnya tersebut, WHO secara tegas menganjurkan bayi agar mendapatkan ASI eksklusi hingga usia 6 bulan. 

Bahkan Veronica Scherbaum yang merupakan ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman menyatakan bahwa ASI berpotensi mengurangi risiko stunting pada anak karena kandungan mikro dan makro di dalamnya. 

Apalagi ASI memiliki protein whey dan kolostrum yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang masih rentan.

3. Memberikan MPASI bergizi

mual saat menyusui

Setelah memasuki usia 6 bulan, Mama bisa memberikan makanan pendamping ASI atau dikenal sebagai MPASI. Pastikan Mama memilih jenis makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi untuk memenuhi kebutuhan mikro dan makro. 

Jangan lupa untuk menghaluskan makanan sesuai dengan tahapan usia Si Kecil. Untuk itu Mama bisa menggunakan baby food maker berkualitas yang akan segera dihadirkan oleh Mama’s Choice. Dengan begitu diharapkan Si Kecil mampu menyerap gizi penting sebagai upaya pencegahan stunting.

4. Memantau tumbuh kembang anak

Sejak lahir, Mama dan Papa harus terus memantau tumbuh kembang Si Kecil. Baik dari segi berat badan ataupun tinggi badan anak. Bawalah Si Kecil ke fasilitas kesehatan langganan Mama dan Papa secara berkala untuk membantu pemantauan tumbuh kembangnya. 

Maka dengan bantuan tenaga kesehatan, Mama dan Papa lebih mudah untuk mengetahui gejala awal, gangguan, serta penangan masalah kesehatan pada anak.

5. Menjaga kebersihan lingkungan

Terakhir, Mama dan Papa perlu menjaga kebersihan lingkungan. Diketahui anak-anak termasuk golongan yang rentan terhadap penyakit akibat virus, kuman, dan bakteri dari lingkungan yang kotor. Apalagi faktor kebersihan secara tidak langsung menjadi risiko stunting pada anak. 

Yuk Ma, bersama-sama cegah stunting pada anak-anak. Dengan begitu, Mama dan Papa ikut menjaga dan mendukung kesehatan generasi penerus bangsa.

Klik banner di bawah ini untuk cek dan belanja produk berkualitas dengan harga spesial!

Artikel terkait: Kebutuhan Gizi Bayi 6 Sampai 12 Bulan yang Seimbang Melalui MPASI

Sumber:

who.int

p2ptm.kemkes.go.id

promkes.kemkes.go.id

SHARE THIS POST

Annisa Nur Fitriani

Seorang perempuan yang menyukai beragam proses belajar, mulai dari mendengar, mengamati, dan menulis. Baginya, semua tempat adalah sekolah, dan semua Mama adalah guru yang berharga.

COMMENTS

0 Comments
Leave a comment

Featured Article
Card image
Syarat Pembersih Rumah yang Aman untuk Bayi
Learn more
Card image
Masalah Memberikan ASI: Bagaimanapun Cara Menyusuinya,...
Learn more
Card image
Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi & Cara Mengatasi Agar...
Learn more
Card image
Tips Lengkap Pumping ASI: Kenali Manfaat dan Risikonya
Learn more

Your Cart (0)

Close

Belanja min Rp300K dapat Rp55,000 off dan free ongkir

Mini Cart

Your cart is empty.

Shop now