Search

Frekuensi BAB Bayi Baru Lahir Hingga 12 Bulan

Tahukah Mama, berapa kali frekuensi BAB bayi baru lahir hingga 12 bulan? Atau, seberapa sering bayi buang air besar dalam sehari? Yuk cari tahu alasan mengapa Mama harus mengontrol frekuensi BAB bayi dan bagaimana kotoran bayi dapat menunjukkan kesehatan pencernaannya di sini!

Frekuensi BAB Bayi yang Normal

Pada beberapa minggu pertama bayi lahir, frekuensi BAB tergantung pada apa yang bayi konsumsi. Biasanya, bayi yang minum ASI lebih sering buang air besar dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. 

Bayi dengan asupan ASI akan buang air besar selama beberapa kali dalam sehari, sedangkan bayi dengan susu formula frekuensi BAB-nya lebih sedikit. Apabila Mama ingin beralih dari ASI menjadi susu formula atau sebaliknya, harap perhatikan konsistensi waktu BAB bayi ya, Ma.

Berikut merupakan frekuensi frekuensi BAB bayi baru lahir hingga 12 bulan:

1. Bayi usia 0-6 minggu

Saat berada di dalam kandungan, bayi mungkin menelan beberapa materi atau darah yang nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk mekonium. Mekonium terdapat pada feses bayi yang baru lahir dalam bentuk zat berwarna hitam, hijau, atau coklat. Ini adalah hal yang normal, jadi Mama tidak perlu khawatir apabila menemukannya pada feses si Kecil.

Bayi yang berusia 24-48 jam biasanya memiliki mekonium pada fesesnya. Setelahnya warna feses bayi akan normal. Frekuensi buang air besar untuk bayi usia 0-6 minggu adalah sebanyak 2-5 kali.

2. Bayi usia 6 minggu – 3 bulan

Pada usia ini frekuensi BAB bayi akan menurun. Biasanya bayi akan BAB sebanyak satu kali dalam sehari, bahkan beberapa bayi lainnya hanya BAB beberapa kali dalam seminggu. Tenang Ma, selama berat badan bayi masih berada pada batas yang normal dan sehat, hal ini bukanlah sebuah masalah besar.

Menurut sebuah riset, “Saat baru lahir, bayi yang disusui dengan ASI memiliki nilai rata-rata BAB sebanyak 3,65 kali dalam sehari. Saat beranjak 3 bulan, frekuensi rata-rata BAB menjadi 1,88 per hari. Sedangkan untuk bayi yang diberi susu formula, frekuensinya lebih sedikit pada setiap perkembangannya”

3. Bayi usia 6-12 bulan

Bayi usia 6-12 bulan biasanya sudah mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI. pada usia ini, frekuensi BAB bayi pun bervariasi tergantung pada seberapa banyak asupan MPASI yang bayi konsumsi.

Mengapa Mama harus mengontrol BAB Bayi?

Saat bayi masih mengkonsumsi ASI, Mama tidak dapat mengontrol seberapa banyak asupan makanan yang bayi terima. Maka dari itu, Mama bisa memantau kesehatan pencernaan bayi berdasarkan frekuensi BAB nya.

Sebuah studi menyebutkan, “Frekuensi BAB bayi pada 5 hari pertama setelah lahir merupakan indikator keberhasilan proses menyusui. Pada periode ini, bayi dengan frekuensi BAB yang cukup sering cenderung memiliki peningkatan berat badan yang baik”

Terdapat beberapa tanda bahwa asupan makanan bayi kurang memadai, diantaranya adalah:

  • BAB tidak lancar
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering atau mata cekung
  • Lesu
  • Berat badan menurun
  • Kurang dari 5 popok basah yang dihasilkan per hari pada awal kelahiran

Memantau Frekuensi Ganti Popok

Frekuensi BAB bayi menjadi salah satu indikator kesehatan bayi secara menyeluruh. Dengan memeriksa seberapa sering bayi berganti popok, Mama bisa mengetahui konsistensi dan warna feses yang bayi keluarkan. Konsistensi BAB dan warna feses yang tidak biasa dapat menunjukkan penyebab dari masalah kesehatan bayi.

Maka dari itu, sebaiknya Mama melakukan pergantian popok secara rutin. Selain dapat mengontrol kesehatan bayi, Mama juga dapat menjaga kulit bayi tetap bersih dan kering. Jika Mama membiarkan popok bayi tidak diganti, akan muncul masalah lainnya pada kulit bayi, seperti ruam popok.

Baca juga: Ruam Popok Pada Bayi dan Cara Tepat Mengatasinya

Pencegahan Ruam Popok Bayi

Mama dapat mencegah ruam popok dengan memberikan krim anti ruam yang aman untuk kulit sensitif bayi. Kabar baiknya, Mama’s Choice Baby Rash Cream hadir untuk mengatasi kekhawatiran Mama! Dengan Fast Acting Formula, Mama’s Choice Baby Rash Cream bantu mencegah dan meredakan ruam kemerahan pada kulit bayi dengan cepat dan aman.

Selain area genital bayi, Mama’s Choice Baby Rash Cream juga dapat mencegah dan mengatasi permasalahan kulit bayi di bagian tubuh lainnya seperti ruam susu dan gigitan serangga. Mama juga tidak perlu khawatir karena krim ini mengandung 8 bahan herbal alami serta telah tersertifikasi halal!

salep ruam popok
Mama’s Choice Baby Rash Cream Rp 89.000 (Hemat 32%)

Tekstur bahannya yang lembut dan mudah menyerap tentu akan membuat bayi Mama nyaman tanpa rasa lengket dan terhindar dari rasa gatal. Sudah banyak Mama yang membuktikan khasiatnya, sekarang giliran Mama, ya!

Kini, Mama sudah mengetahui berapa kali frekuensi BAB bayi baru lahir hingga 12 bulan. Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Ma!

Klik banner di bawah untuk belanja berbagai kebutuhan bayi yang aman, halal, dan natural dengan harga spesial!

Mama's Choice Baby Hair and Body Wash, sampo bayi

Artikel terkait: Cara Cepat dan Tepat Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Sumber:

healthline.com

medicalnewstoday.com

Author Annisa Nur Fitriani

Annisa Nur Fitriani

Seorang perempuan yang menyukai beragam proses belajar, mulai dari mendengar, mengamati, dan menulis. Baginya, semua tempat adalah sekolah, dan semua Mama adalah guru yang berharga.

COMMENTS

0 Comments
Leave a comment

Keranjang Anda (0)

Close

Belanja Rp90,000 lagi untuk dapat free ongkir!

Mini Cart

Keranjang belanja Anda kosong.

Shop now
1
0