Cara Mengatasi Pegal Saat Hamil Trimester 2
Pegal di trimester dua itu wajar. Lima cara meredakannya yang aman untuk Mama hamil, termasuk posisi tidur yang dianjurkan dan minyak yang perlu dihindari.

Pegal saat hamil? Punggung terasa nyeri, leher terasa pegal dan kalo jalan seperti ada yang ketarik. Hal-hal seperti pegal ini yang saya sedang saya rasakan saat memasuki masa hamil trimester 2 ini. Padahal ukuran perut juga masih belum besar tapi kenapa badan bisa pegal-pegal sekali, ya? Apakah Mama juga sedang mengalaminya?
Penyebab Pegal Saat Hamil

Menurut WebMD, pegal terlebih sakit punggung pada Ibu hamil terjadi ketika panggul bertemu dengan tulang belakang Mama, tepatnya di sendi Sacroiliac (sendi paling bawah pada susunan ruas tulang belakang manusia). Ada beberapa alasan yang membuat hal ini terjadi, yakni
-
Penambahan berat badan karena kehamilan, sehingga tulang belakang perlu menopangnya. Belum lagi berat bayi yang terus bertumbuh dalam rahim yang memberi tekanan pada pembuluh darah dan saraf pada panggul dan punggung.
-
Perubahan postur tubuh. Mungkin belum Mama sadari, tapi perhatikan deh cara berjalan, cara berdiri dan cara duduk kita. Pelan-pelan berubah, lho. Ini yang menyebabkan postur tubuh ibu hamil menyesuaikan sehingga menyebabkan ketegangan atau pegal.
-
Perubahan hormon. Selama hamil, tubuh memproduksi hormon relaxin yang membuat ligamen pada area pinggul menjadi rileks & sendi menjadi longgar untuk persiapan proses kelahiran. Namun, hormon ini juga menyebabkan ligamen pada tulang belakang menjadi kendur dan menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman
-
Stress. Semakin mengalami peningkatan stress pada kehamilan, maka nyeri punggung juga semakin meningkat karena ada ketegangan otot.
Solusi Aman Nyeri Punggung & Pegal Saat Hamil
Tenang ya, Ma. Nyeri punggung ini pasti akan terbayar manis saat memeluk buah hati saat lahiran nanti. Berikut adalah cara-cara yang bisa Mama lakukan untuk meredakan pegal dan nyeri punggung yang muncul saat hamil trimester ke 2.
1. Olahraga

Olahraga teratur dapat memperkuat otot dan meningkatkan fleksibilitas. Hal ini penting untuk meredakan stress pada tulang belakang. Mama bisa rutin memulaisenam hamil, jalan kaki keliling komplek, berenang atau yoga. Hamil tetap boleh olahraga kok, Ma. Tapi konsultasikan dulu ke dokter, ya.
2. Mandi Air Hangat
Mandi air hangat aman untuk ibu hamil, asal tidak melebihi 38 derajat celcius. Hal ini bisa bantu Mama memperlancar peredaran darah dan mengatasi rasa pegal. Mama bisa tambahkan juga penggunaan aromaterapi atau oil relaksasi.
3. Tidur Menyamping dengan Bantal Penyangga
Tidur menyamping dapat membantu membuat tubuh lebih nyaman, terutama ketika perut mulai membesar. Mama dapat menggunakan bantal di antara lutut atau untuk menyangga perut dan punggung.
Setelah usia kehamilan 28 minggu, Mama dianjurkan untuk mulai tidur dengan posisi menyamping, baik ke kiri maupun ke kanan. NHS mengaitkan kebiasaan tidur telentang mulai usia kehamilan tersebut dengan peningkatan risiko lahir mati. Sebelum 28 minggu, yang menentukan adalah kenyamanan Mama sendiri, dan tidak perlu panik jika terbangun dalam posisi telentang, yang dianjurkan adalah posisi saat mulai tidur.
4. Hindari Konsumsi Pain Killer
Pain killer atau pereda nyeri memang dapat meredakan rasa nyeri yang muncul akibat sakit punggung. Tapi hindari dulu ya, Ma saat hamil dan menyusui. Menurut sumber, krim yang terlalu panas atau koyo yang mengandung Methyl Salicilate berpotensi membahayakan janin dan dapat menyebabkan pendarahan pada saat melahirkan. Apalagi meminum obat tertentu, pastikan Mama menggunakan produk dengan bahan yang aman, halal dan natural ya dan sesuai rekomendasi dokter.
5. Pijit Ringan
Sebagai tim suka pijit, rasa-rasanya metode inilah yang dapat membantu meredakan nyeri dan pegal ya, Ma. Apalagi kalau dipijit oleh suami, pegal hilang, hormon oksitosin juga datang. Lakukan pijit kehamilan dengan ringan, bukan dengan tehnik pijat urat dan otot, ya. Harus berhati-hati karena dapat merangsang kontraksi dini.
Yang perlu diperhatikan justru bahan minyaknya. Beberapa minyak pijat dan koyo yang beredar mengandung methyl salicylate, pereda nyeri yang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Baca komposisinya sebelum dipakai, dan bila ragu, tanyakan ke dokter atau bidan.
Dukungan dari Luar Juga Membantu
Kalau pegalnya terpusat di punggung bawah dan panggul, penyangga sering lebih membantu daripada apa pun yang dioleskan. Pregnancy Belt menopang berat perut sehingga beban di punggung bawah berkurang, terutama saat berdiri atau berjalan lama.
Setelah melahirkan, keluhannya sering berpindah ke punggung atas dan bahu karena menggendong dan menyusui berjam-jam dalam posisi yang sama. Di fase itu Postpartum Adjustable Corset yang lebih membantu.
Pegal dan nyeri punggung biasanya tidak terlalu mengkhawatirkan kok, Ma. Namun jika muncul secara terus menerus, muncul secara tiba-tiba sehingga menyebabkan kram atau kesulitan buang air kecil, Mama bisa berkonsultasi lebih lanjut ke Obgyn atau dokter langganan. Semoga kehamilan Mama sehat terus, ya 🙂
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.



