Perut Kencang Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Semakin besar ukuran perut dan usia kehamilan, seringkali perut terasa mengencang tiba-tiba. Apakah kondisi perut kencang saat hamil berbahaya?

Mama’s Choice akan membantu menjawab pertanyaan Mama, mulai dari mengetahui penyebab hingga cara mengatasinya. Tentu saja, semuanya efektif dan telah memiliki validasi dari tenaga ahli yang bekerja sama dengan kami.

Penyebab perut kencang saat hamil sesuai dengan usia kandungan

Mama, ternyata berbeda usia kandungan, berbeda pula penyebabnya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi janin dan kondisi kesehatan masing-masing ibu hamil. Penting untuk mengetahui penyebab dari perut kencang saat hamil, agar Mama tidak salah langkah untuk menanganinya dalam waktu cepat.

Trimester pertama

kram perut saat hamil muda

  • Rahim yang membesar. Posisi rahim akan meregang mengikuti ukuran janin yang kian berkembang.

Cara mengatasinya: Hal ini normal terjadi. Namun, Mama bisa meredakannya dengan kompres air hangat. Jangan terlalu mendadak mengganti posisi, bergeraklah dengan hati-hati. Mama juga bisa mengoleskan Mama’s Choice Relaxing Massage Oil di pinggang dan punggung untuk membantu meredakan nyeri.

  • Pertanda keguguran. Umumnya, keguguran terjadi dengan kondisi perut yang mengencang, disertai dengan flek pendarahan dan kram di bagian punggung bawah belakang.

Cara mengatasinya: Jika hal ini terjadi, segera pergi ke dokter atau bidan ya, Ma.

  • Makan berlebihan. Overeating? Bisa saja. Sugesti bahwa ibu hamil harus makan dengan porsi dua kali lipat bisa jadi salah satu penyebabnya. Tapi tidak apa, Ma! Cukup atur saja waktu makannya jadi lebih sehat.

Cara mengatasinya: Jika sering lapar, Mama dianjurkan untuk makan dalam waktu sering dengan porsi yang sedikit. Dengan begitu, sistem pencernaan dalam tubuh tidak akan terganggu.

Trimester kedua

kram perut saat hamil 5 bulan

  • Nyeri di ligamen bulat. Dilansir dari situs theAsianparent, saat hamil terdapat ligamen bulat (round ligament) yang membentang dari rahim bagian depan ke pangkal paha. Semakin besar ukuran janin, semakin meregang juga ukuran ligamen. Selain menyebabkan perut kencang, kondisi ini juga menimbulkan rasa nyeri di area pusar hingga perut bagian bawah. Bagi beberapa ibu hamil, bahkan nyerinya bisa sampai ke selangkangan.

Cara mengatasinya: Lakukan olahraga atau senam hamil untuk memperkuat otot. Berhati-hatilah saat bergerak dan beraktivitas bahkan ketika Mama ingin batuk atau bersin.

  • Gangguan pencernaan. Hormon progesteron yang meningkat drastis saat hamil ternyata bisa memperlambat proses pencernaan makanan, lho. Akibatnya, perut jadi mudah kembung dan muncul sembelit, sehingga menimbulkan efek kencang pada perut.

Cara mengatasi: Minum air putih yang cukup dan perbanyak konsumsi serat melalui buah dan sayur.

  • Gerakan janin. Si kecil sedang mengajak Mama untuk berkomunikasi. Namun, ketika ia bergerak, seringkali menyebabkan perut terasa kencang dan tegang.

Cara mengatasi: Menikmatinya! Berikan sugesti positif untuk janin dan diri sendiri agar kondisi perut kencang bisa segera mereda. Alihkan perhatian Mama ke lain hal yang membuat pikiran rileks.

Trimester ketiga

perut kencang saat hamil tua

  • Kontraksi palsu atau braxton hicks. Kontraksi palsu adalah gejala perut kencang dan mengeras yang hilang timbul, mirip seperti kontraksi sebagai tanda waktu persalinan telah tiba. Dikatakan kontraksi palsu karena hal ini merupakan efek dari mengencangnya otot rahim karena janin terlalu aktif, kandung kemih sudah penuh, dehidrasi, hingga berhubungan seksual saat hamil. Umumnya terjadi selama 30-60 detik, namun tidak berlangsung lama dan mereda dengan sendirinya.

Cara mengatasinya: Tidur dan istirahat dengan posisi yang tepat. Gunakan bantal hamil untuk menopang perut agar posisi tidur semakin nyaman. Mengubah-ubah posisi secara perlahan juga bisa Mama lakukan. Kompres dengan air hangat jika dokter atau bidan mengizinkan.

  • Kontraksi tanda persalinan. Perut kencang saat hamil tua bisa jadi tanda akan melahirkan. Kondisinya, perut mengencang dan tegang ke seluruh bagian perut, diikuti dengan ciri-ciri:
    • Rasa mulas yang berlangsung lama dan terus-menerus
    • Perut mengencang dan tegang selama 45-60 detik tanpa berhenti meskipun sudah mengubah posisi
    • Jarak antar kontraksi teratur. Semakin lama, jarak waktunya akan semakin dekat. Misalnya setiap 10 menit meningkat menjadi setiap 7 menit, lalu meningkat menjadi setiap 5 menit, dan seterusnya.
    • Disertai lendiri bercampur darah dari vagina
    • Disertai dengan air bersih, jernih dan tidak berbau yang mengalir dari vagina, sebagai tanda bahwa ketuban telah pecah

Cara mengatasinya: Jika Mama mengalami kondisi seperti yang disebutkan, segera periksakan kondisi Mama ke dokter atau bidan terdekat, karena ini tandanya Mama sudah siap menuju persalinan.

Apakah perut mengencang saat hamil berbahaya?

Pada ibu hamil yang usia kandungannya di bawah 37 minggu, kondisi perut kencang saat hamil patut diperhatikan lebih lanjut. Sebab umumnya, jika perut mengencang terjadi di atas usia 37 minggu, kondisi ini bisa dikategorikan sebagai kontraksi palsu.

Namun, jika setiap kontraksi sudah memiliki durasi lebih dari 40 detik dan terjadi berkali-kali dalam jarak 10 menit, Mama disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagaimana mengatasi perut kencang saat hamil yang normal?

Hal paling penting adalah mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Rasa nyeri seringkali memicu tubuh ibu hamil menjadi dehidrasi. Mama juga sebaiknya mengganti posisi tidur atau duduk setiap 15 menit sekali untuk meredakan tekanan pada perut.

Selain itu, Mama juga boleh melakukan pijatan-pijatan lembut pada bagian tubuh khususnya pinggang dan punggung. Hal ini akan membuat Mama lebih rileks sehingga tekanan pada perut lebih cepat hilang. Mama bisa meminta bantuan orang-orang terdekat untuk melakukan pijat, atau pergi ke griya spa yang khusus menangani pijat prenatal.

Baca juga: Cara Melakukan Pijat Prenatal yang Tepat

Jika Mama memilih untuk pijat sendiri di rumah, Mama’s Choice Relaxing Massage Oil hadir untuk menciptakan pengalaman relaksasi yang aman dan nyaman untuk Mama. Dilengkapi dengan essential oils terpilih yang 100% aman untuk kehamilan, produk ini juga bisa digunakan sebagai aromaterapi pada diffuser dengan efek menenangkan.

Perpaduan komposisi lavender, grapefruit serta orange oil akan membantu Mama mendapatkan tubuh dan pikiran yang rileks sekaligus melalui pijat prenatal.

Mama's Choice Relaxing Massage Oil

Mama’s Choice Relaxing Massage Oil (100 ml) | Rp. 99,000,- | Diskon 23% dari harga normal Rp. 129,000,-

Jangan panik jika perut kencang dan kram

Tapi Mama tidak perlu khawatir, karena pada dasarnya kondisi ini tidak berbahaya. Cukup lakukan cara penanganan yang tepat sesuai anjuran, agar Mama tidak terlambat untuk mengantisipasi hal-hal yang berisiko terhadap kehamilan.

Nah, untuk lebih lengkapnya, kita simak yuk, Ma video dari Bidan Ria Tridasa tentang perut kencang saat hamil berikut ini.

Jangan lupa, untuk ikuti media sosial Mama’s Choice di Instagram, Facebook, dan Youtube agar Mama tidak ketinggalan informasi menarik lainnya! Siapa tahu, Mama bisa mendapatkan produk-produk Mama’s Choice secara gratis!

SHARE THIS POST

Tya

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

Featured Article
Card image
Syarat Pembersih Rumah yang Aman untuk Bayi
Learn more
Card image
Masalah Memberikan ASI: Bagaimanapun Cara Menyusuinya,...
Learn more
Card image
Jangan Panik Saat Bayi Rewel Tumbuh Gigi, Lakukan 3...
Learn more
Card image
Harus Pumping ASI? Kenali Manfaat dan Risikonya
Learn more
Mama's Choice

Item has been added
to your cart.

Checkout