Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Apa Manfaatnya untuk Kesehatan Bayi?

Saat pertama kali si kecil lahir ke dunia, ia harus melakukan kontak pertama dengan Mama melalui Inisiasi Menyusui Dini atau IMD.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengetahui dan melewatkan proses penting ini. Padahal, proses ini sangat berharga untuk perkembangan bayi kelak. Yuk, kita cari tahu bersama tentang pentingnya IMD beserta langkah pelaksanaannya, Ma! 🙂

Apa itu Inisiasi Menyusui Dini?

Inisiasi Menyusui Dini atau IMD adalah proses pemberian ASI pada bayi yang baru lahir. Dalam rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), proses inisiasi menyusui dini dilakukan dalam jangka waktu satu jam pertama sejak bayi lahir.

Caranya adalah dengan menempatkan bayi di dada ibunya segera setelah ia dilahirkan. Melalui proses ini, bayi secara alami akan mencari puting ibunya dan menyesap ASI tanpa bantuan. 

Sebuah penelitian tahun 2006 yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menyatakan bahwa 41% bayi baru lahir yang meninggal pada bulan pertama kehidupan dapat diselamatkan jika disusui pada jam pertama kehidupan.

cara melakukan inisiasi menyusui dini

Umumnya, IMD dilakukan oleh ibu yang melahirkan secara normal dan kondisi bayi yang sehat. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bila ibu yang menjalani operasi caesar bisa melakukan IMD selama mendapatkan persetujuan dari dokter kandungan.

Penting bagi ibu untuk menekankan keinginannya melakukan IMD, jika memang kondisinya masih memungkinkan. Jadi, sebelum melahirkan, pastikan komunikasi dengan dokter kandungan Mama mengenai hal ini, ya! 🙂

Mengapa IMD sangat penting?

Dikutip dari laman resmi WHO, pemberian inisiasi menyusui dini memiliki manfaat yang penting untuk bayi. Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) antara lain adalah untuk menunjang keberhasilan bayi menerima kolstrum atau ASI pertama yang sangat kaya akan nutrisi.

Kolostrum adalah cairan berwarna kuning atau putih yang lengket dan dihasilkan oleh payudara ibu segera setelah ia melahirkan. Cairan ini kaya akan antibodi dan nutrisi penting untuk bayi. 

Ya, salah satu manfaat IMD antara lain adalah membentuk ketahanan tubuh bayi yang kuat, sehingga bayi tidak mudah sakit. Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengetahui manfaat kolostrum untuk kesehatan dan justru malah membuangnya. Selain itu, kurangnya informasi tentang IMD juga membuat banyak ibu melewatkan proses penting ini. 

WHO juga menyatakan bahwa IMD dapat meningkatkan kemungkinan kesuksesan pemberian ASI eksklusif setidaknya hingga bayi berusia 4 bulan.

Pemberian ASI eksklusif dianjurkan hingga bayi berusia 6 bulan, tetapi boleh dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Bayi yang melakukan kontak kulit dengan kulit pada ibunya saat IMD juga dipercaya akan cenderung lebih tenang dan jarang menangis. Ini disebabkan karena terciptanya keintiman yang lebih dalam antara bayi dan sang ibu, atau dengan kata lain, memaksimalkan proses bonding sedini mungkin.

Bagaimana cara melakukan Inisiasi Menyusui Dini?

cara melakukan inisiasi menyusui dini

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini beberapa langkah inisiasi menyusui dini:

  1. Segera setelah bayi lahir, bayi diletakkan di atas perut ibunya. Bila ibu melahirkan melalui operasi caesar bayi dapat diletakan di dada ibunya. 
  2. Bayi ditengkurapkan dengan kepala bayi menghadap ke arah kepala ibunya.
  3. Bila ruang bersalin dingin, tenaga medis akan menyelimuti ibu dan bayinya.
  4. Saat bayi tengkurap di perut ibunya, biasanya ia diam saja selama beberapa waktu sembari tetap waspada melihat ke sekelilingnya.
  5. Setelah 12-44 menit bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Stimulasi ini akan membantu uterus untuk berkontraksi. Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola mammae yang berwarna lebih gelap dan bergerak menuju ke sana. 
  6. Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu. Ini merupakan stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara ibu.
  7. Bayi kemudian mencapai puting dengan mengandalkan indera penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Bayi akan mengangkat kepala, mulai mengulum puting, dan mulai menyusu. Hal tersebut dapat tercapai antara 27 – 71 menit.
  8. Pada saat bayi siap untuk menyusu, menyusu pertama berlangsung sebentar, sekitar 15 menit. Setelah selesai, selama 2-2,5 jam berikutnya bayi mungkin tidak ada keinginan untuk menyusu. Selama menyusu bayi akan mengkoordinasi gerakkan menghisap, menelan, dan bernapas.
  9. Setelah usai tindakan inisiasi menyusu dini ini, baru tindakan asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri lainnya, penyuntikkan vitamin K1, dan pengoleskan salep pada mata bayi dapat dilakukan.
  10. Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikut.
  11. Bayi tetap berada dalam jangkauan ibunya agar dapat disusukan sesuai keinginan bayi (rooming in/rawat gabung).

Keberhasilan proses inisiasi menyusui dini hanya terjadi bila ibu memiliki rasa percaya diri dan keinginan yang kuat untuk melakukannya.

Ini juga harus didukung oleh semua pihak yang ada disekitar ibu seperti pasangan, keluarga, dokter, dan rumah sakit yang membantu proses persalinan. Selain itu, ibu juga sebaiknya menyiapkan fisik yang sehat dan mental yang kuat sebelum melakukan inisiasi menyusui dini. 

Mempersiapkan proses menyusui yang tenang dan nyaman

Setelah Mama berhasil melakukan proses IMD, selanjutnya Mama akan menyusui bayi seperti biasa. Tentu saja, ini adalah komitmen yang cukup panjang untuk bisa menyusui dengan nyaman dan tenang. Mama pun wajib mempersiapkan beberapa hal agar produksi ASI senantiasa stabil dan bayi bisa menerima ASI dengan cukup.

imd adalah

Selain produksi ASI, Mama juga perlu mengetahui beragam masalah yang paling sering dihadapi oleh ibu menyusui. Mulai dari metode pelekatan bayi ke puting susu, posisi menyusui agar bayi tidak mudah tersedak, hingga masalah kesehatan dan kebersihan payudara yang menjadi ‘gerbang’ utama bayi menerima makanannya.

Menggunakan nipple cream adalah hal yang wajib Mama lakukan selama proses menyusui. Nipple cream akan membantu merawat serta menjaga kesehatan payudara Mama lebih lembab, bebas gatal dan kering, serta terhindar dari masalah puting pecah-pecah. Tentu, masalah-masalah tersebut akan mempersulit bayi menerima ASI dari payudara, bukan?

Gunakan Mama’s Choice Intensive Nipple Cream setiap hari untuk menciptakan proses menyusui yang aman, nyaman, dan tenang. Terbuat dari bahan-bahan alami seperti coconut oil dan ekstrak kurma, totalitas formula dari krim payudara ini akan melembabkan area payudara Mama!

Formulanya juga food-grade, sehingga Mama tak perlu repot-repot membilasnya lagi ketika akan menyusui bayi. Tertarik mencoba? Klik banner sekarang untuk dapatkan diskonnya ya, Ma! 🙂

Referensi: World Health Organization (WHO), Medical News Today, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

SHARE THIS POST

Tya

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

Featured Article
Card image
Syarat Pembersih Rumah yang Aman untuk Bayi
Learn more
Card image
Masalah Memberikan ASI: Bagaimanapun Cara Menyusuinya,...
Learn more
Card image
Jangan Panik Saat Bayi Rewel Tumbuh Gigi, Lakukan 3...
Learn more
Card image
Pumping ASI? Kenali Risiko dan Manfaatnya, Yuk, Ma!
Learn more
Mama's Choice

Item has been added
to your cart.

Checkout