Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

5 Tips Memilih Botol Susu Bayi

Botol anti kolik memiliki beberapa keunggulan dari segi teknologi dan kegunaan, simak pertimbangan yang perlu Mama perhatikan sebelum memilih!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
5 Tips Memilih Botol Susu Bayi

Botol susu merupakan salah satu perlengkapan bayi yang paling utama. Beruntungnya, seiring perkembangan jaman, teknologi botol susu semakin bagus. Bahan yang digunakan semakin aman, bentuknya pun makin variatif. Bahkan kini ada botol susu anti kolik untuk mencegah kembung, Ma!

Nah, karena ada banyak sekali pilihan botol susu untuk si Kecil di pasaran, Mama perlu mengetahui pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, Mama tahu bagaimana cara memilih botol susu yang tepat.

botol anti kolik membuat minum jadi lebih nyaman

Baca juga: Tantangan Menyusui yang Kerap Mama Alami

5 aspek yang perlu diperhatikan saat memilih botol susu bayi

1. Bahan botol susu harus aman

Ada dua pilihan bahan botol susu, yaitu botol susu kaca dan botol susu plastik. Saat ini botol susu plastik lebih banyak dipilih karena lebih ringan, kuat dan pastinya lebih mudah dibawa ke mana-mana.

Saat memilih botol susu plastik, pilihlah yang tidak mengandung Bisphenol-A (BPA) atau istilahnya BPA-free. Sebab, BPA bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan hormon, sistem reproduksi, saraf dan sistem daya tahan tubuh yang berpengaruh pada proses perkembangan Si Kecil.

2. Desain botol mudah digunakan, dipegang dan dibersihkan

Model botol susu kini bermacam-macam lekuknya, desainnya juga lucu-lucu. Tapi kembali lagi, memilih botol susu harus mengingat fungsi utamanya yakni membuat Si Kecil minum susu dengan nyaman.

Karena itu, model botol harus memudahkan Mama, mulai dari memasukkan ASIP hingga mencucinya. Bahkan banyak Mama yang kini memilih desain ergonomis untuk melatih motorik Si Kecil agar bisa memegang botolnya sendiri, lho.

3. Dot tidak membuat bingung puting

Selama ini, banyak Mama yang ragu menggunakan botol susu karena takut bayi mengalami bingung puting dan akhirnya tidak mau menyusui langsung lagi. Padahal ini bisa disiasati dengan memilih dot yang bentuknya menyerupai puting susu.

kelebihan botol anti kolik

Tapi, aliran susu pada dot juga harus diperhatikan sedemikan rupa sehingga mencegah udara ikut tertelan bayi. Nah, kalau pada botol anti kolik, dot susu biasanya sudah didesain untuk meminimalkan terperangkap udara pada aliran susu agar bayi tidak kembung, Ma.

4. Sesuaikan dengan usia dan kebutuhan

Kebutuhan ASI Si Kecil akan bertambah seiring dengan usia tumbuh kembangnya. Semakin besar bayi, maka aliran susu juga sebaiknya disesuaikan. Untuk itu, pilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus bisa digunakan jangka panjang, Ma.****

Sebaiknya pilih botol anti kolik agar Si Kecil nyaman

Dari beberapa poin-poin di atas, terlihat bahwa botol anti kolik memiliki beberapa keunggulan dari segi teknologi dan kegunaan ya, Ma.

Memang botol susu yang didesain anti kolik untuk si Kecil dirancang khusus mulai dari bahan, bentuk badan botol, tutup, hingga dotnya untuk mencegah udara yang masuk. Sehingga pemberian ASIP atau susu formula bisa berjalan lancar tanpa harus khawatir Si Kecil terkena kolik.

kelebihan botol anti kolik

Penggunaan botol susu anti kolik ini sangat disarankan untuk pencegahan maupun untuk bayi yang memiliki riwayat kolik. Dengan demikian, Mama bisa mencegah bayi tersedak sekaligus meminimalkan penyebab kolik, yakni nyeri perut karena udara yang ikut masuk saat menyusu.

Dan jangan lupa, Mama tetap harus menegakkan Si Kecil setelah menyusu dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut untuk membantunya bersendawa.

Artikel terkait: Kenali Growth Spurt Pada Bayi & Cara Mengatasinya! Sekarang Mama sudah tahu botol susu yang harus Mama pilih yang kan? Beli botol di sini. Semoga informasi ini membantu Mama, ya!

Sebaiknya pilih botol anti kolik agar Si Kecil nyaman

Berapa Banyak Botol yang Sebenarnya Perlu

Jawabannya bergantung pada cara Mama memberi susu, bukan pada anjuran umum.

Menyusui langsung dengan sesekali botol: dua sampai tiga botol sudah cukup.

Memerah dan memberikan lewat botol: enam sampai delapan, agar tidak perlu mencuci di tengah malam.

Susu formula sepenuhnya: enam sampai delapan botol berukuran lebih besar.

Belilah satu atau dua lebih dulu untuk dicoba. Bayi punya preferensi terhadap bentuk dot, dan membeli satu set penuh sebelum tahu itu cara tercepat menumpuk botol yang tidak terpakai.

Ukuran Dot dan Kapan Menggantinya

Ini penyebab kolik dan tersedak yang paling sering diabaikan.

Aliran dot dibagi berdasarkan usia, tetapi patokan yang lebih berguna adalah reaksi bayi. Aliran terlalu cepat: bayi tersedak, susu meleleh di sudut mulut, ia melepas dot berulang kali. Aliran terlalu lambat: bayi tampak bekerja keras, wajahnya memerah, ia menyerah sebelum kenyang, atau menyusu lebih dari 20 menit setiap kali.

Ganti dot setiap dua sampai tiga bulan, dan segera bila terlihat menggelembung, berubah warna, lengket, atau ada sobekan kecil. Dot silikon yang mulai rapuh dapat lepas dan menjadi risiko tersedak.

Cara Memberi Susu yang Mengurangi Kolik

Botol anti-kolik membantu, tetapi cara memberikannya sama menentukan.

Posisi lebih tegak, bukan berbaring telentang. Kepala bayi lebih tinggi dari perut.

Miringkan botol secukupnya agar dot selalu penuh susu, tanpa rongga udara.

Paced feeding: dudukkan bayi agak tegak dan pegang botol mendatar, sejajar lantai, sehingga susu hanya memenuhi bagian dot dan bayi harus mengisap untuk mendapatkannya. Beri jeda tiap beberapa isapan dengan memiringkan botol turun sedikit, tanpa mengeluarkannya dari mulut. Yang penting: botol tetap mendatar dan dot tetap penuh susu. Memiringkan botol terlalu turun justru membuat dot berisi udara, dan itu kebalikan dari tujuannya.

Sendawakan di tengah dan di akhir, terutama untuk bayi yang mudah kembung.

Jangan pernah menyangga botol dengan bantal dan meninggalkan bayi. Risikonya tersedak, dan susu yang menggenang di mulut juga merusak gigi yang sedang tumbuh.

Membersihkan dan Mensterilkan

Cuci segera setelah dipakai dengan sikat khusus, bongkar semua bagian termasuk katup anti-kolik, bagian inilah yang paling sering menyimpan sisa susu.

Sterilkan sekali sehari untuk bayi di bawah tiga bulan, bayi prematur, atau bayi dengan daya tahan tubuh rendah. Untuk bayi yang lebih besar dan sehat, mencuci bersih dengan air panas umumnya cukup.

Keringkan sepenuhnya sebelum disimpan. Botol yang disimpan dalam keadaan lembap adalah tempat bakteri berkembang.

Kapan Menanyakan ke Dokter

Botol yang tepat tidak menyelesaikan semua rewel. Periksakan bila bayi muntah menyemprot berulang, berat badannya tidak naik, menolak menyusu, tampak kesakitan setiap kali diberi susu, atau ada darah pada tinja.

Ini bisa menandakan refluks, alergi protein susu sapi, atau tongue tie, dan tidak ada botol yang memperbaikinya.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga