Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Bahaya DEET pada Lotion Anti Nyamuk: Benarkah?

DEET sering disebut berbahaya untuk bayi. CDC dan AAP menyebut 10–30% aman di atas 2 bulan. Ini batas usianya, cara pakainya, dan posisi bahan alami.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 3 menit baca
Losion anti nyamuk dan kelambu bayi

Ketika musim hujan, banyak nyamuk nakal senang menggigit kulit. Mama bisa menggunakan lotion anti nyamuk untuk mengatasinya. DEET (Diethyltoluamide) sering disebut berbahaya, tetapi seperti yang dijelaskan di bawah, posisinya jauh lebih tenang daripada yang beredar. DDT adalah hal yang berbeda: pestisida yang sudah lama dilarang dan tidak dipakai lagi pada produk anti nyamuk.

Cara Mencegah Bayi Digigit Nyamuk

Digigit nyamuk tentu sangat menyebalkan. Selain bisa membuat kulit jadi gatal-gatal dan bentol-bentol, kita juga bisa terkena penyakit demam berdarah. Ketika nyamuk menggigit Si Kecil, dampaknya bisa lebih berbahaya sistem imun bayi masih belum terbentuk dengan sempurna.

Untuk mencegah digigit nyamuk, Mama bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menjaga lingkungan bersih dengan menghindari tempat sampah yang terbuka dan genangan air tempat nyamuk berkumpul dan berkembang biak.

  • Menggunakan pakaian yang menutupi badan.

  • Menggunakan obat nyamuk.

Ada beberapa jenis obat nyamuk yang bisa Mama pilih, seperti obat nyamuk semprot, bakar, elektrik, dan lotion anti nyamuk. Sebelum membeli, ada baiknya Mama tahu apa yang sebenarnya dikatakan lembaga kesehatan tentang bahan-bahannya.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi

Apa Kata CDC dan AAP tentang DEET

Anjuran kedua lembaga ini paling sering salah dikutip, jadi ada baiknya disebutkan apa adanya.

CDC dan American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa penolak nyamuk dengan DEET konsentrasi 10–30% aman digunakan pada anak berusia di atas 2 bulan, bila dipakai sesuai petunjuk. DEET adalah bahan yang paling lama diteliti di kategorinya, dan efektivitasnya terhadap nyamuk pembawa demam berdarah tidak tertandingi bahan alami mana pun.

Yang benar-benar perlu diperhatikan adalah batas usianya:

  • Di bawah 2 bulan: jangan gunakan penolak nyamuk apa pun pada kulit. Pakai kelambu pada boks bayi dan stroller, serta pakaian panjang.

  • 2 bulan ke atas: DEET 10–30% atau picaridin boleh digunakan.

  • Di bawah 3 tahun: hindari oil of lemon eucalyptus (OLE/PMD). Meski berasal dari tumbuhan, bahan ini justru punya batas usia yang lebih ketat daripada DEET.

Konsentrasi yang lebih tinggi tidak membuat perlindungan lebih kuat, hanya lebih lama. Untuk anak, 10% sudah cukup untuk beberapa jam.

Cara Memakainya dengan Aman

  • Oleskan pada pakaian dan kulit yang terbuka saja, bukan di balik baju

  • Untuk wajah, tuang ke telapak tangan Mama lebih dulu, lalu usapkan, hindari mata dan mulut

  • Jangan oleskan pada tangan bayi, karena akan masuk ke mulut

  • Jangan pakai pada kulit yang terluka atau iritasi

  • Cuci dengan sabun setibanya kembali di rumah

  • Hindari produk yang menggabungkan tabir surya dan penolak nyamuk dalam satu kemasan: tabir surya perlu diulang, penolak nyamuk tidak

Bagaimana dengan Bahan Alami?

Bahan alami sering menjadi pilihan untuk kulit bayi yang sensitif, dan itu masuk akal. Tapi "alami" tidak otomatis berarti lebih aman atau lebih efektif.

Sitronela dan minyak kayu putih berbau kuat dan cukup mengganggu nyamuk, namun perlindungannya jauh lebih singkat, sering hanya sekitar 20–30 menit, sehingga perlu dioleskan berulang kali. Untuk bermain sebentar di teras itu memadai; untuk daerah dengan kasus demam berdarah, itu tidak cukup.

Lavender dan minyak atsiri lain juga bisa menyebabkan iritasi atau alergi pada sebagian kulit. Uji dulu sedikit di lengan sebelum dipakai luas.

Yang Paling Aman untuk Bayi Muda

Untuk bayi di bawah 2 bulan, dan sebagai lapisan tambahan pada usia berapa pun, cara yang paling aman justru tidak dioleskan sama sekali:

  • Kelambu pada boks bayi, tempat tidur, dan stroller

  • Kawat kasa pada jendela dan ventilasi

  • Pakaian lengan dan celana panjang berbahan tipis saat senja dan pagi hari

  • Menguras dan menutup tempat penampungan air di rumah, karena itu tempat nyamuk Aedes bertelur

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan: jika Si Kecil demam dalam dua minggu setelah digigit nyamuk, terutama bila disertai lemas, muntah, nyeri perut, atau bintik merah di kulit, segera periksakan ke dokter. Demam berdarah adalah risiko yang jauh lebih nyata di Indonesia daripada risiko bahan penolak nyamuknya sendiri.

Ringkasnya

DEET tidak perlu dihindari mati-matian. Yang penting adalah usia Si Kecil, konsentrasinya, dan cara memakainya.

Di bawah 2 bulan: kelambu dan pakaian, bukan losion. Di atas 2 bulan: DEET 10–30% atau picaridin, dioleskan dengan benar. Bahan alami boleh dipakai, dengan catatan perlindungannya lebih singkat dan perlu diulang lebih sering.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami