Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Tantrum pada Bayi: Penyebab, Cara Mengatasi & Mencegah

Bukan cuma anak, bayi ternyata juga bisa tantrum. Agar tidak stres, ketahui penyebab, cara mencegah, dan mengatasi tantrum pada bayi di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 6 menit baca
Balita sedang marah

Sebagai orang tua baru, terkadang Mama dan Papa akan menemukan kendala dalam mengasuh anak. Salah satu permasalahan yang bisa menguras pikiran dan emosi Mama dan Papa adalah saat menghadapi tantrum pada bayi. Untuk itu, mari simak penjelasan tentang penyebab, cara mengatasi dan mencegah bayi tantrum di sini.

Apa itu tantrum?

Tantrum merupakan ekspresi frustasi atau kemarahan anak kecil akibat keterbatasan atau karena tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Hal ini dapat terjadi karena anak kesulitan untuk mengekspresikan maksud dan perasaannya dengan baik. Sehingga, emosi dan rasa frustasi dilampiaskan Si Kecil dalam bentuk tangisan keras, amukan, marah, jeritan, dan hentakan. Tingkat emosi tantrum tergantung pada kondisi dari masing-masing anak dan pengertian dari orang tua.

Tantrum umumnya mulai muncul sekitar usia 12–18 bulan dan paling sering pada usia 2–3 tahun. Sebagian anak masih mengalaminya sesudah itu, dan itu masih wajar, tantrum tidak berhenti otomatis di usia tiga tahun. Frekuensinya berkurang seiring dengan berkembangnya kemampuan komunikasi anak untuk menyampaikan keinginan dan kebutuhannya.

Penyebab tantrum pada bayi

Tantrum pada Bayi: Penyebab, Cara Mengatasi & Mencegah

Tantrum yang terjadi pada balita mungkin merupakan yang paling sulit diartikan. Apalagi pada anak bayi yang belum dapat berbicara, Mama dan Papa sulit untuk mengetahui keinginan anak sehingga tantrum bisa membuatnya nangis dalam waktu yang cukup lama.

Jika Mama dan Papa tidak bisa memahami keinginan anak dengan cepat, amukan atau marah pada anak dapat menjadi lebih buruk. Karena itu, ketahui beberapa faktor penyebab tantrum pada bayi berikut:

  • Merasa lelah

  • Merasa lapar

  • Sakit pada tubuh

  • Ingin sendirian

  • Berada dalam masa transisi, seperti baru mengenal orang atau lingkungan baru.

  • Sedang mencari perhatian untuk menguji aturan

  • Tidak mendapatkan benda yang diinginkan

  • Tidak mampu menyampaikan keinginan melalui kata-kata yang tepat sehingga membuat anak semakin kesal

  • Khawatir dan takut

  • Merasa stres di rumah

Cara mengatasi tantrum pada bayi

Mengatasi tantrum pada bayi memang susah-susah gampang lho Mama. Bahkan bagi Mama yang sudah berpengalaman mengasuh anak pertama, bisa mengalami permasalahan tantrum yang berbeda pada anak berikutnya.

Agar dapat mengatasi bayi tantrum dengan baik, Mama dan Papa dapat melakukan langkah-langkah berikut:

1. Tetap tenang

Saat anak mengalami tantrum, Mama dan Papa perlu tetap tenang. Jika Mama dan Papa memberikan respon marah kepada anak tantrum, ia akan meniru perilaku orang tua.

Hindari menenangkan anak dengan cara berteriak sebab akan memperburuk keadaan. Tetap tenang serta sabar, karena akan ada waktunya anak merasa lelah dan berhenti menangis jika Mama dan Papa masih tidak bisa mengetahui keinginan Si Kecil.

2. Minta anak menyampaikan perasaannya

Pada bayi yang sudah bisa berbicara sedikit demi sedikit, Mama dan Papa bisa memintanya untuk menyampaikan perasaan. Berusahalah memahami apa yang hendak diinginkan oleh anak, dan minta untuk meredakan emosinya secara perlahan.

3. Berikan pijatan

Karena bayi belum dapat bicara, Mama dapat memberikan pijatan pada tubuh Si Kecil untuk menenangkan bayi yang tantrum. Memberikan pijatan dapat membantu Si Kecil yang menangis akibat merasa sakit atau tidak enak badan merasa nyaman dan aman.

4. Menjaga keamanan anak

Pada beberapa kasus, tantrum dapat menyebabkan Si Kecil melakukan hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri. Seperti menggaruk tubuh dengan kasar, mencakar, memukul benda lain, atau melempar barang. 

Jika hal ini terjadi, amankan anak-anak dari barang-barang yang berbahaya bagi anak seperti barang yang terbuat dari kaca. 

5. Alihkan emosi dan perhatian anak

Cara selanjutnya untuk mengatasi tantrum pada bayi adalah dengan mengalihkan emosi dan perhatian anak. Mama bisa membuat wajah lucu, mengajaknya berbicara, atau menunjukkan hal-hal lain yang dianggap menarik bagi Si Kecil.

Cara mencegah bayi tantrum

Tantrum pada bayi memang sulit dicegah, karena tergantung pada tingkat emosi masing-masing anak dan kondisi saat itu. Tetapi Mama dan Papa bisa menciptakan perilaku baik pada anak, termasuk pada bayi dengan cara berikut:

1. Konsisten

Yang dimaksud konsisten dalam hal ini adalah Mama dan Papa menerapkan hal-hal secara teratur pada anak. Seperti membuat jadwal istirahat tidur siang, tidur malam, mandi, dan makan. Sebab emosi anak dapat lebih parah akibat mengantuk, kelelahan, atau lapar.

2. Memberi pilihan dan kebebasan

Tantrum pada anak dapat dipicu dari pola asuh Mama dan Papa yang selalu mengatakan tidak pada hal-hal yang dilakukan Si Kecil. Untuk itu, berikan anak pilihan dalam hal-hal yang terkait dengan dirinya, misalnya apakah ia ingin makan dengan tangan atau sendok. Hal ini juga dapat melatih anak dalam mengambil keputusan sejak usia dini.

3. Beri pujian

Agar Si Kecil mengurangi emosi dan marah, Mama dan Papa dapat memberikan pujian pada saat anak berperilaku baik. Mama juga dapat memeluk sambil memberitahu betapa bangganya Anda saat Si Kecil mau mengikuti arahan dan berperilaku baik. Hal ini akan mendorong anak untuk terus melakukan hal baik, sehingga dapat mencegah tantrum.

4. Hindari situasi yang memicu tantrum

Cara terakhir adalah menghindari situasi yang dapat memicu tantrum, seperti membuat suasana yang nyaman dan tidak bising di rumah. Mama juga dapat menggunakan produk-produk bayi yang mengandung lavender, serta rutin memijatnya setiap habis mandi agar bayi selalu merasa rileks.

Itulah penjelasan akan penyebab, cara mengatasi serta mencegah tantrum pada bayi. Semoga setelah membaca informasi ini, Mama dan Papa sudah tidak bingung ya untuk menghadapi bayi yang tantrum, ya.

Mama’s Choice selalu menyediakan produk berkualitas yang aman, halal, dan natural untuk membantu Mama dan bayi merasa nyaman setiap hari.

4. Hindari situasi yang memicu tantrum

Artikel terkait: Bahaya Menghirup Minyak Kayu Putih untuk Bayi

Beberapa Hal yang Perlu Diluruskan

Soal usia. Tantrum dapat mulai muncul sekitar akhir masa bayi dan lebih umum terjadi pada usia toddler atau balita, menyebutnya "tantrum pada bayi" untuk seluruh rentang 12 bulan sampai 3 tahun kurang tepat.

Soal apa yang menentukan intensitasnya. Frekuensi dan intensitas tantrum dapat berbeda pada setiap anak dan dipengaruhi oleh usia, temperamen, serta situasi yang memicunya, bukan oleh seberapa cepat orang tua memahami keinginan anak.

Soal penyebabnya berlanjut. Tantrum dapat berlanjut ketika anak masih kesulitan mengomunikasikan kebutuhan atau mengelola emosinya. Ini bagian dari perkembangan, bukan kegagalan pengasuhan.

Sebelum menunggu tangisannya reda, pastikan terlebih dahulu anak tidak lapar, sakit, terluka, atau memiliki kebutuhan lain yang perlu ditangani. Membiarkan anak menangis sampai lelah tanpa memeriksa penyebabnya berisiko melewatkan hal yang sebenarnya perlu ditangani.

Soal pijatan. Pijatan lembut dapat membantu sebagian anak merasa lebih nyaman dan rileks. Bila anak menangis karena sakit, yang diperlukan adalah mencari penyebab sakitnya, bukan pijatan.

Soal lavender dan chamomile. Belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan kedua bahan ini "terbukti klinis" membuat bayi rileks dan tidur tenang setelah tantrum. Aromanya bisa terasa menenangkan bagi sebagian anak, dan itu batas klaim yang bisa dipertanggungjawabkan.

Soal berkata "tidak". Anak dapat mengalami frustrasi ketika keinginannya dibatasi. Memberikan pilihan sederhana yang sesuai usia, "mau pakai baju merah atau biru?", dapat membantu anak belajar mengambil keputusan, tanpa harus menghapus batasan.

Sumber:

Mayoclinic.org

Mayoclinichealthsystem.org

Hopkinsmedicine.org

Verywellfamily.com

Dua catatan: tidak semua tangisan pada usia 12 bulan adalah tantrum. Bayi pada usia itu menangis karena lapar, lelah, kesakitan, atau sakit, dan tangisan yang mendadak berubah pola, disertai demam, muntah, atau anak yang tampak lemas, perlu diperiksa lebih dulu sebelum disebut masalah perilaku. Dan minyak telon atau tummy oil tidak menangani penyebab perilaku; klaim menenangkan pada produk perawatan memerlukan uji tersendiri, dan aroma yang menenangkan bukan hal yang sama.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga