Dalam kehamilan, ada banyak hal yang mungkin tidak berjalan sesuai rencana. Salah satunya adalah kondisi stillbirth, atau yang dikenal sebagai Bayi Lahir Mati.
Perbedaan Stillbirth dan Keguguran
Berdasarkan data Unicef pada tahun 2019, 1 dari 72 kelahiran mengalami stillbirth. Stillbirth adalah kondisi bayi meninggal dalam kandungan pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih.
Stillbirth sendiri berbeda dengan keguguran, Ma. Keguguran adalah kondisi kehamilan yang berhenti saat usia kandungan di bawah 20 minggu. Sementara yang diklasifikasikan sebagai stillbirth adalah kematian janin setelah 20 minggu.
Stillbirth dibagi dalam 3 klasifikasi berdasarkan waktu kehamilan:
- Early stillbirth: kematian janin yang terjadi pada usia kehamilan 20-27 minggu.
- Late stillbirth: kematian janin yang terjadi pada usia kehamilan 28-36 minggu.
- Stillbirth: kematian janin pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih.
Mengalami stillbirth adalah mimpi buruk bagi semua ibu hamil. Kali ini, kita akan mempelajari lebih lanjut mengenai faktor risiko stillbirth supaya Mama tahu apa penyebab, tanda-tanda dan cara mencegahnya.
Baca juga: Simak Persiapan Melahirkan Sehat ala Asmirandah
Faktor risiko Stillbirth
Sayangnya, hingga kini dalam ilmu medis penyebab stillbirth belum diketahui secara pasti. Namun beberapa penyebab stillbirth yang dapat dipelajari adalah:
- Cacat lahir.
- Gangguan pada tali pusar.
- Gangguan pada plasenta.
- Ibu hamil menderita diabetes atau tekanan darah tinggi (akibat kehamilan / preeklamsia).
- Kekurangan nutrisi.
- Infeksi selama kehamilan.
- Ibu hamil atau keluarga memiliki riwayat gangguan pembekuan darah.
- Paparan lingkungan yang tidak sehat seperti pestisida, toksin, atau karbon monoksida.
Selain itu, faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stillbirth adalah sebagai berikut:
- Konsumsi alkohol atau narkoba.
- Merokok.
- Obesitas.
- Saat hamil berusia kurang dari 15 tahun atau lebih dari 35 tahun.
- Tidur telentang, terutama saat hamil tua.
- Trauma pada daerah perut (misalnya karena terjatuh atau kekerasan dalam rumah tangga).
Apabila sebelumnya ibu sudah pernah mengalami bayi meninggal dalam kandungan akibat penyakit kronis atau kelainan genetik pada orang tua, maka ada risiko stillbirth terjadi di masa mendatang. Jika tidak, adalah kecil kemungkinan stillbirth kembali terjadi.
90% ibu hamil yang sebelumnya mengalami stillbirth dapat melahirkan dengan sehat.
Tanda-Tanda Mama Mengalami Stillbirth
Berikut tanda-tanda tidak lazim yang perlu dicurigai jika usia kehamilan Mama telah menginjak 20 minggu ke atas:
- Nyeri atau kram yang hebat di bagian perut atau punggung.
- Mengeluarkan darah atau cairan di vagina yang lebih banyak dari biasanya.
- Pusing, sakit kepala, ada perubahan pada pengelihatan Mama, kaki dan tangan tiba-tiba membengkak.
- Mengalami mual atau muntah yang parah hingga memengaruhi pola makan.
- Demam atau kedinginan.
- Janin dalam kandungan tidak lagi bergerak seperti biasanya, atau kurang begitu aktif.
Kalau Mama merasakan tanda-tanda tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter kandungan, ya. Memang tanda-tanda ini belum tentu mengarah ke kondisi stillbirth, namun dapat mengindikasikan ada yang tidak beres dengan kandungan.
Dalam beberapa kasus, ada juga stillbirth yang tidak disertai gejala apa pun. Tapi jangan khawatir dulu Ma, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk mencegahnya.
Cara Mencegah Stillbirth
Mama bisa mengurangi risiko stillbirth dengan cara-cara di bawah ini:
- Lakukan pemeriksaan prenatal berkala. Sampaikan kondisi kesehatan secara jujur dan lengkap agar dapat dipantau oleh dokter.
- Jaga pola makan sehat dan tetap aktif bergerak.
- Jangan merokok, minum alkohol, apalagi narkoba.
- Hindari tidur telentang. Sebaiknya miring ke kiri.
- Konsultasikan ke dokter setiap kali Mama hendak minum obat.
- Rajin jaga kebersihan dan hindari makanan mentah untuk mencegah infeksi virus.
- Pantau dan hitung setiap hari pergerakan dan tendangan Si Kecil.
Kini di Indonesia sudah tersedia alat untuk memudahkan Mama menghitung dan mencatat tendangan Si Kecil, yaitu menggunakan Mama’s Choice Kicks Counter Silicone Wristband. Gelang ini adalah alat yang telah banyak digunakan di Eropa dan Inggris untuk mewaspadai stillbirth.
Gelang lucu ini bisa Mama gunakan di trimester ketiga kehamilan. Dilengkapi dengan angka 1-12 yang bisa mama pakai untuk menghitung tendangan si Kecil setiap harinya. Waspadai jika gerakan janin berkurang, dan cek ke dokter.
Mama juga bisa pakai gelang ini setelah melahirkan, yakni untuk mencatat jadwal menyusui dan waktu tidur Si Kecil.
Artikel terkait: Bagaimana Kicks Counter Wristband Membantu Menekan Angka Stillbirth?
Nah, sekarang Mama sudah tahu tentang stillbirth dan bagaimana cara mencegahnya. Semoga informasi ini bermanfaat, dan dapatkan gelang ini dengan Gratis Ongkir* di sini!
Sumber:
Maureen
I am a happy & proud millenial mom! Senang belajar dan berbagi ❤