Search

Kepala Bayi Peyang, Adakah Pengaruhnya untuk Kesehatan?

Kepala bayi peyang atau sindrom kepala datar (plagiocephaly) adalah kondisi ketika bagian belakang atau sisi kepala bayi terlihat datar dan asimetris.

Kondisi kepala peyang pada bayi dinilai sebagai sesuatu yang kurang ideal oleh sebagian Mama. Tapi sebenarnya, adakah pengaruhnya untuk kesehatan dan perkembangan otak si kecil kelak?

Penyebab kepala bayi peyang

Sebenarnya, tulang kepala bayi belum sepenuhnya mengeras sampai beberapa bulan setelah dilahirkan. Tulang lunak dan lentur ini dapat membuat kepala bayi berubah bentuk, terutama jika terdapat tekanan yang konsisten pada bagian tengkorak kepala yang sama.

penyebab peyang pada kepala bayi

Beberapa tekanan yang dapat membuat kepala bayi berubah bentuk dan peyang, diantaranya:

1. Membiarkan bayi tidur dalam posisi yang sama setiap hari

Membiarkan bayi tidur dalam posisi yang sama setiap hari, misalnya terlentang atau menghadap ke kanan atau kiri, dapat memberikan tekanan yang konsisten pada bagian kepala bayi. Akibatnya, kepala bayi bisa peyang membentuk sesuai arah tidurnya yang monoton.

Bayi paling berisiko mengalami sindrom kepala datar selama empat bulan pertama kehidupan. Hal ini karena bayi belum mampu berguling dan merubah posisi tidurnya.

2. Bayi tidak cukup melakukan tummy time

Tummy time atau posisi tengkurap ternyata punya manfaat untuk pembentukkan kepala bayi. Jika bayi sudah bisa tengkurap, sebaiknya latih ia untuk bergerak dan tidak selalu dalam posisi tidur.

3. Kehamilan kembar

Ketika ruang rahim lebih sempit akibat kehamilan kembar, tengkorak bayi berisiko lebih besar untuk mengalami tekanan. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi mengalami sindrom kepala datar.

4. Lahir prematur

Bayi yang lahir prematur memiliki tulang yang lebih lunak daripada bayi yang lahir tepat waktu. Sindrom kepala datar lebih sering terjadi pada bayi prematur daripada bayi cukup bulan.

5. Penggunaan vakum saat persalinan

Alat yang membantu proses persalinan, seperti vacuum dapat memberi tekanan pada tengkorak dan bayi yang lunak, sehingga dapat menyebabkan kepala bayi peyang pada tiga bulan pertama kehidupannya.

Apakah kepala peyang pada bayi berbahaya?

apakah sindrom kepala datar pada bayi berbahaya

Jika kepala peyang hanya disebabkan oleh tekanan yang konsisten pada kepala bayi, sindrom kepala datar ini mungkin tidak akan membahayakan kesehatan bayi. 

Bahkan, dalam sebagian besar kasus, sindrom kepala datar tidak mempengaruhi perkembangan atau pertumbuhan otak bayi. Kondisi kepala bayi akan membaik seiring dengan bertambahnya usia, seiring dengan lebih banyak waktu yang bayi gunakan untuk duduk, merangkak, dan berdiri.

Cara mendeteksi sindrom kepala datar pada bayi

Mungkin diperlukan beberapa bulan untuk menyadari tanda-tanda sindrom kepala datar. Mama bisa mengeceknya ketika rambut bayi masih basah. Tanda-tanda sindrom kepala bayi datar antara lain:

  • Terdapat area yang datar di samping atau belakang kepala 
  • Telinga bayi mungkin tampak tidak sejajar
  • Botak di salah satu area kepala

Bagaimana pencegahannya?

Meskipun tidak berbahaya, membuat bayi memiliki bentuk kepala yang sempurna tentu akan menjadi pilihan Mama. Kabar gembiranya, kondisi sindrom kepala datar ini bisa dicegah, kok, Ma. 

Jika bayi masih berusia satu tahun dan sudah terlanjur mengalami gejala sindrom kepala datar, Mama juga bisa turut melakukan hal-hal di bawah ini.

Cara mencegah kepala peyang pada bayi:

  • Terapi kontra-posisi

Untuk mengatasi kepala peyang, Mama harus melatih bayi untuk mengubah posisi tidur mereka. Misalnya, jika bayi lebih suka tidur menghadap ke kiri, maka Mama harus melatih atau membiasakan mereka tidur menghadap ke kanan.

cara mengatasi peyang pada kepala bayi

  • Terapi moulding helm

Terapi moulding helm dilakukan dengan cara membuat bayi mengenakan helm atau pita khusus yang akan dengan lembut membantu membentuk tengkorak kepala menjadi bentuk simetris.

Menurut American Association of Neurological Surgeons, usia optimal terapi helm adalah 3 hingga 6 bulan. Diperlukan waktu sekitar 12 minggu agar tengkorak kembali simetris setelah menjalankan terapi ini.

  • Arahkan bayi lebih sering tengkurap

Biarkan bayi untuk lebih sering berbaring tengkurap (tummy time) di siang hari. Selain dapat mencegah peyang, tummy time juga dapat membantu bayi mengembangkan otot yang diperlukan untuk merangkak dan duduk.

  • Seringlah menggendong bayi

Batasi waktu bayi berbaring telentang atau dengan kepala bersandar pada permukaan yang rata. Sebagai gantinya, Mama bisa menggendong bayi lebih sering.

  • Gunakan bantal peyang sejak ia lahir

Bantal peyang dipercaya dapat menjaga kepala bayi tetap bulat sempurna. Hal ini karena bantal peyang didesain berlubang di bagian tengahnya.

Bantal peyang atau head shape pillow didesain khusus untuk menyempurnakan pembentukkan kepala bayi meskipun saat ia tertidur. Sebaiknya, bantal peyang digunakan sejak bayi lahir sebagai alas kepala saat bayi tertidur.

Mama’s Choice Flat Head Prevention Pillow adalah pilihan aman Mama untuk mendapatkan kepala bayi yang bulat sempurna. Terbuat dari bahan katun yang lembut, busa yang empuk serta permukaan yang halus dan antialergi, tentu menjadi alasan mengapa Mama wajib memiliki bantal bayi ini.

Tak ada lagi kepala peyang yang mengganggu penampilan si kecil kelak! Mau coba sekarang? Dapatkan diskonnya dengan klik banner ya, Mama! 🙂

Mamas Choice

Referensi: Healthline, Kids Health

Author Tya

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

COMMENTS

0 Comments
Leave a comment

Keranjang Anda (0)

Close

Belanja Rp90,000 lagi untuk dapat free ongkir!

Mini Cart

Keranjang belanja Anda kosong.

Shop now
1
0