Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kepala Peyang Bayi: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenapa kepala bayi bisa peyang, kapan wajar, dan cara mencegahnya sejak lahir lewat reposisi dan tummy time, plus peringatan soal bantal anti peyang.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 3 menit baca
Bayi berbaring telentang

Mama memandang kepala Si Kecil dari atas, dan rasanya agak rata sebelah.

Dokter menyebutnya positional plagiocephaly. Sangat umum pada bayi di bawah enam bulan, dan pada sebagian besar kasus bisa dicegah serta membaik dengan langkah sederhana di rumah, asal dimulai selagi tengkoraknya masih lunak.

Kenapa kepala bayi bisa peyang

Tengkorak bayi usia 0–12 bulan masih lunak dan mudah berubah bentuk. Itu bukan kelemahan, justru itulah yang memungkinkan kepala bayi melewati jalan lahir dan memberi ruang bagi otak yang tumbuh sangat cepat di tahun pertama.

Konsekuensinya: bagian tengkorak yang terus-menerus menerima tekanan bisa menjadi rata. Penyebab paling umum:

  • Posisi tidur yang sama terus-menerus. Bayi memang harus tidur telentang, itu posisi paling aman. Tetapi bila kepalanya selalu menoleh ke arah yang sama, sisi itu yang menerima tekanan berjam-jam setiap hari.
  • Terlalu lama berbaring di permukaan keras, termasuk di stroller, bouncer, atau car seat. Car seat dipakai untuk perjalanan, bukan sebagai tempat tidur rutin; bila Si Kecil tertidur di dalamnya setelah perjalanan selesai, pindahkan ke permukaan tidur yang rata dan aman sesegera mungkin.
  • Tortikolis, yaitu otot leher yang tegang sebelah sehingga bayi hanya nyaman menoleh ke satu sisi.
  • Lahir prematur, karena tengkorak bayi prematur lebih lunak lagi.

Peyang bukan sekadar soal penampilan

Positional plagiocephaly umumnya membaik seiring pertumbuhan, bersifat kosmetik, dan tidak mengganggu perkembangan otak. Tetapi kasus yang berat dan tidak ditangani dapat memengaruhi kesimetrisan wajah dan posisi telinga. Karena penanganannya paling efektif justru saat bayi masih kecil, pencegahan sejak lahir jauh lebih mudah daripada memperbaiki.

Cara mencegah kepala peyang

1. Tetap tidurkan bayi telentang: tapi variasikan arah tolehan

Telentang tetap posisi tidur paling aman dan tidak boleh diubah. Yang divariasikan adalah arah kepala menoleh: satu malam ke kiri, malam berikutnya ke kanan. Cara praktisnya, bergantian ujung tempat tidur. Bayi cenderung menoleh ke arah pintu atau ke arah Mama.

2. Tummy time setiap hari

Tengkurap saat bayi bangun dan diawasi adalah pencegah peyang terbaik sekaligus melatih otot leher, bahu, dan lengan. Mulai dari 2–3 menit beberapa kali sehari sejak minggu-minggu pertama, lalu tambah durasinya. Bila bayi belum suka, mulai dengan tengkurap di dada Mama.

3. Kurangi waktu di permukaan keras

Car seat untuk perjalanan, bukan untuk tidur panjang di rumah. Sesekali gendong bayi tegak, selain mengistirahatkan belakang kepala, menggendong juga menstimulasi otot lehernya.

4. Pindahkan posisi mainan dan arah menyusui

Bayi menoleh ke arah yang menarik perhatiannya. Gantung mainan bergantian sisi, dan bergantian lengan saat menyusui agar lehernya terlatih menoleh dua arah.

5. Soal bantal anti peyang

Ini perlu disampaikan terus terang, karena menyangkut keselamatan.

Bantal anti peyang, dan alat penyangga posisi apa pun, tidak boleh berada di area tidur bayi. FDA telah mengeluarkan peringatan bahwa bantal pembentuk kepala bayi dapat menyebabkan bayi tersedak dan meninggal, dan panduan tidur aman AAP 2022 menegaskan bahwa permukaan tidur bayi harus rata, kokoh, dan kosong, tanpa bantal, penyangga, bumper, atau selimut tebal.

Perlu juga dinyatakan jujur: tidak ada bukti klinis bahwa bantal berkontur mencegah atau memperbaiki kepala peyang.

Yang terbukti membantu adalah empat langkah di atas, variasi arah tolehan kepala, tummy time saat bayi terjaga dan diawasi, mengurangi waktu berbaring di permukaan keras, dan memindahkan sumber perhatian bergantian sisi.

Kalau kepala sudah telanjur peyang

Jangan panik. Di bawah usia 4–6 bulan, langkah yang sama, reposisi konsisten, tummy time lebih sering, mengurangi waktu berbaring, biasanya sudah memperbaiki bentuk secara bertahap. Perbaikan diukur dalam minggu sampai bulan, bukan hari.

Temui dokter anak bila peyang tampak makin jelas setelah 4 bulan, bila wajah atau telinga mulai tidak simetris, atau bila bayi kaku menoleh ke satu sisi saja. Tortikolis perlu ditangani fisioterapi lebih dulu, tanpa itu, reposisi apa pun sulit berhasil, karena bayi akan selalu kembali ke sisi favoritnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kepala peyang bisa kembali normal?
Pada sebagian besar bayi, ya. Tengkorak bayi 0–12 bulan masih lunak, dan bentuk kepala umumnya membaik seiring bayi makin banyak tengkurap, duduk, dan bergerak sendiri. Makin dini reposisi dimulai, makin besar peluang perbaikannya.
Sampai umur berapa kepala bayi bisa peyang?
Risiko paling tinggi di usia 0–4 bulan, saat bayi paling lama berbaring dan tengkoraknya paling lunak. Setelah 6 bulan, saat bayi mulai duduk dan tengkurap lebih lama, tekanan pada belakang kepala jauh berkurang.
Apakah bantal anti peyang aman dipakai?
Tidak untuk area tidur. FDA memperingatkan bahwa bantal pembentuk kepala bayi dapat menyebabkan bayi tersedak, dan panduan tidur aman AAP menyatakan permukaan tidur bayi harus rata, kokoh, dan kosong. Bantal berkontur juga tidak terbukti mencegah kepala peyang, yang terbukti adalah reposisi dan tummy time.
Kapan harus ke dokter soal kepala peyang?
Bila peyangnya terlihat makin jelas setelah usia 4 bulan meski sudah rutin reposisi, bila wajah tampak tidak simetris, atau bila bayi selalu menoleh ke satu sisi saja (bisa jadi tortikolis). Dokter dapat menilai apakah perlu terapi tambahan.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami