Bau Mulut Saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mulut kering, asam lambung, dan gusi yang meradang. Penyebab bau mulut saat hamil dan apa yang benar-benar membantu.

Mama sudah menyikat gigi pagi ini. Dua kali, kalau boleh jujur. Napasnya tetap terasa tidak segar.
Ini bukan soal kebersihan. Kehamilan mengubah beberapa hal di dalam mulut sekaligus, dan begitu Mama tahu yang mana, sebagian besarnya bisa diurus sendiri di rumah.
1. Mulut menjadi lebih kering
Air liur adalah pembersih alami mulut. Ia membilas sisa makanan dan menahan pertumbuhan bakteri.
Selama kehamilan, produksi air liur pada sebagian Mama menurun. Ditambah hidung yang lebih sering tersumbat, sesuatu yang juga umum saat hamil, sehingga bernapas lewat mulut, terutama saat tidur.
Mulut yang kering semalaman adalah tempat bakteri penyebab bau berkembang paling cepat. Ini sebabnya bau paling terasa di pagi hari.
2. Gusi meradang
Perubahan hormon membuat gusi bereaksi lebih kuat terhadap plak. Gusi yang bengkak dan mudah berdarah menghasilkan bau tersendiri, dan ini penyebab yang paling sering terlewat.
Bila gusi Mama juga berdarah saat menyikat, itu bukan kebetulan, keduanya berasal dari sebab yang sama. Pembahasannya ada di artikel tentang gusi berdarah saat hamil.
3. Asam lambung naik
Refluks umum terjadi saat hamil, terutama di trimester akhir ketika rahim menekan lambung. Asam yang naik meninggalkan rasa dan bau asam di mulut.
Mual dan muntah di trimester pertama menimbulkan efek yang sama.
Yang benar-benar membantu
Minum lebih sering, sedikit-sedikit. Ini yang paling berpengaruh, karena langsung menangani penyebab nomor satu. Sediakan air di dekat tempat tidur.

Sikat lidah. Sebagian besar bakteri penyebab bau ada di permukaan lidah, terutama bagian belakang. Banyak Mama merasakan perbedaannya lebih cepat daripada saat mengganti pasta gigi.
Bersihkan sela gigi. Sisa makanan yang terjebak di sela adalah sumber bau yang tidak terjangkau sikat.
Setelah muntah: berkumur, jangan langsung menyikat. Air biasa sudah cukup. Tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat, karena email gigi sedang lunak oleh asam.
Kunyah permen karet tanpa gula setelah makan. Ini merangsang produksi air liur, cara paling sederhana melawan mulut kering.
Kurangi frekuensi ngemil. Bukan jumlahnya, tapi seberapa sering. Setiap kali makan, mulut menjadi asam selama beberapa waktu.
Kenapa paginya paling parah
Selama tidur, produksi air liur menurun pada semua orang. Saat hamil, penurunan itu bertemu dengan hidung yang lebih sering tersumbat, sehingga banyak Mama bernapas lewat mulut sepanjang malam.
Delapan jam dengan mulut kering adalah waktu yang panjang bagi bakteri. Ini sebabnya bau pagi terasa lebih kuat selama kehamilan dibanding sebelumnya, meski kebiasaan Mama tidak berubah sedikit pun.
Yang membantu: air di dekat tempat tidur, menyikat gigi dan lidah sebelum tidur dan bukan hanya pagi, dan bila hidung tersumbat, membicarakannya dengan bidan. Hidung tersumbat selama kehamilan cukup umum dan ada cara menanganinya yang aman.
Obat kumur menutupi, tidak menyembuhkan
Kalau penyebabnya gusi yang meradang atau gigi berlubang, obat kumur hanya menunda.
Bila Mama tetap ingin memakainya, pilih yang bebas alkohol. Obat kumur beralkohol memberi sensasi bersih sesaat, lalu mengeringkan mulut, dan mulut kering justru salah satu penyebab bau.
Soal pasta gigi saat hamil
Di trimester pertama, rasa yang terlalu kuat memicu refleks muntah, dan rasa mint yang ringan lebih mudah ditoleransi. SLS, bahan yang membuat busa melimpah, juga dikaitkan dengan sariawan pada sebagian orang. Ketika mulut sudah lebih sensitif, itu terasa.
Natural Toothpaste kami dibuat bebas SLS dengan rasa mint yang ringan, ditujukan untuk masa kehamilan dan menyusui.
Yang tidak kami klaim: pasta gigi tidak menyembuhkan bau mulut yang berasal dari gusi meradang atau gigi berlubang. Yang menyelesaikannya adalah dokter gigi.
Rasa logam yang menyertainya
Banyak Mama juga merasakan rasa logam di mulut, terutama pada trimester pertama. Ini dikenal luas dan berkaitan dengan perubahan hormon.
Rasa logamnya sendiri tidak berbahaya. Yang berpengaruh adalah apa yang dilakukan orang untuk menutupinya: menghindari menyikat gigi, atau memilih makanan yang lebih manis dan asam. Dua hal itulah yang kemudian memengaruhi bau.
Yang sering membantu: berkumur dengan air yang diberi sedikit perasan jeruk nipis, mengunyah permen karet tanpa gula, dan makan dalam porsi kecil tetapi tidak terlalu sering.
Kapan perlu diperiksa
- Bau mulut yang menetap meski kebersihan mulut sudah baik
- Gusi bengkak, berdarah, atau bernanah
- Nyeri gigi
- Rasa logam yang menetap disertai keluhan lain
- Bau manis yang tidak biasa pada napas
Perawatan gigi selama kehamilan umumnya aman. Beri tahu dokter gigi usia kehamilan Mama.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Kenapa mulut terasa kering saat hamil?
- Volume darah meningkat dan tubuh mengalihkan lebih banyak cairan, sehingga produksi air liur bisa menurun. Air liur adalah pembersih alami mulut, dan ketika berkurang, bakteri penyebab bau berkembang lebih cepat.
- Apakah bau mulut saat hamil akan hilang sendiri?
- Umumnya mereda setelah melahirkan, karena penyebab utamanya hormonal. Tapi bukan berarti dibiarkan, gusi yang meradang dan gigi berlubang tidak sembuh sendiri, dan keduanya penyebab bau yang paling sering.
- Boleh pakai obat kumur saat hamil?
- Umumnya boleh. Bila Mama ingin lebih berhati-hati, pilih yang bebas alkohol, obat kumur beralkohol justru mengeringkan mulut, dan mulut kering adalah salah satu penyebab bau. Obat kumur menutupi bau, tidak menghilangkan penyebabnya.
- Kenapa napas berbau asam setelah muntah?
- Asam lambung yang naik meninggalkan sisa di mulut dan kerongkongan. Berkumur dengan air setelahnya membantu, tapi jangan langsung menyikat gigi, email sedang lunak karena asam, dan menyikatnya justru mengikis.
- Apakah lidah perlu disikat?
- Ya. Sebagian besar bakteri penyebab bau mulut berada di permukaan lidah, terutama bagian belakang. Menyikat lidah dengan lembut atau memakai pembersih lidah sering lebih terasa hasilnya daripada mengganti pasta gigi.
Sumber
- Mama's Choice Natural Toothpaste — bebas SLS dan fluoride, terdaftar BPOM
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.



