Ternyata, 3 Penyebab Busui Sering Alami Puting Lecet
Masalah puting lecet sering dialami oleh para ibu menyusui. Namun, Mama tidak perlu khawatir karena ada banyak cara mengatasi puting lecet saat menyusui.

Masalah puting lecet sering dialami oleh para ibu menyusui. Namun, Mama tidak perlu khawatir karena ada banyak cara mengatasi puting lecet saat menyusui.
Puting lecet menimbulkan rasa perih dan membuat payudara terasa ngilu sekaligus gatal. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak hal. Simak penjelasannya berikut ini, Ma!
3 penyebab puting lecet pada ibu menyusui
Untuk dapat mengatasi puting lecet, Mama perlu mengetahui lebih dulu penyebabnya. Berikut ini adalah kondisi yang paling sering menyebabkan puting lecet saat menyusui:
1. Saluran ASI tersumbat
Penyumbatan saluran susu dapat menghambat keluarnya ASI. Akibatnya, bayi akan menyedot lebih kuat dan membuat puting terasa sakit.
Saluran ASI yang tersumbat juga dapat menyebabkan payudara membengkak. Kondisi ini bisa menyulitkan bayi baru lahir untuk melakukan pelekatan yang sempurna saat menyusu, sehingga puting rentan mengalami lecet.
2. Pelekatan yang kurang sempurna
Penyebab lainnya dari puting lecet adalah pelekatan mulut bayi yang kurang sempurna. Meski awalnya hanya menyebabkan rasa yang tidak nyaman, tapi lama-kelamaan dapat memicu terjadinya puting lecet.
Seperti dikutip dari Very Well Family, pelekatan yang sempurna adalah ketika mulut bayi menutupi hingga bagian areola. Posisi puting Mama harus berada jauh di dalam mulut bayi. Jika Si Kecil berhasil melakukan pelekatan yang sempurna, maka Mama dapat terhindar dari puting lecet.

3. Infeksi payudara
Masalah puting lecet juga bisa menjadi tanda adanya infeksi pada jaringan payudara atau yang disebut mastitis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri membuat jaringan payudara terinfeksi melalui luka di puting maupun saluran susu, di mana bakteri ini berasal dari mulut bayi dan permukaan kulit payudara.
Kapan saya harus memeriksakannya ke ahli laktasi atau dokter?

**Puting lecet bisa menjadi lebih parah jika tidak ditangani sesegera mungkin.**Mama juga dihimbau untuk segera berkonsultasi ke ahli laktasi atau dokter apabila puting lecet bertambah parah disertai dengan gejala sebagai berikut:
-
Terasa nyeri ketika menyusui bayi
-
Rasa nyeri atau sakitnya cenderung terfokus pada titik itu dan tepat di belakangnya
-
Muncul titik-titik putih, bening, atau kuning di area puting susu dan areola
-
Tidak membaik meski pelekatan sudah diperbaiki
-
Disertai dengan demam tinggi dan puting berwarna kemerahan
Cara mengatasi puting lecet saat menyusui
Inilah yang dapat Mama lakukan untuk mencoba menghilangkan rasa sakit dan menyembuhkan puting lecet lebih cepat:
1. Sering menyusui dengan pelekatan yang tepat
Salah satu cara untuk mengatasi puting lecet adalah dengan menyusui Si Kecil lebih sering untuk mencegah penyumbatan saluran susu. Pastikan juga Si Kecil melakukan pelekatan yang benar saat menyusu. Berhati-hatilah juga saat Mama hendak melepaskan pelekatannya agar tidak menimbulkan rasa nyeri dan lecet pada puting.
2. Jaga kebersihan puting dan payudara
Penting bagi Mama untuk menjaga kebersihan puting dan payudara di masa menyusui. Pertumbuhan bakteri dan jamur akibat bra atau breast padyang lembap dapat menyebabkan kulit rusak sehingga puting rentan mengalami lecet.
Oleh karena itu, gunakanlah bra menyusui berbahan katun agar memiliki sirkulasi udara yang baik. Selain itu, jika Mama menggunakan breast padatau *breast shell,*rajinlah untuk mengganti dan membersihkannya.
3. Gunakan nipple cream
Sama seperti kulit tubuh Mama, puting pun rentan menjadi kering. Oleh karena itu, hindari membersihkan puting menggunakan sabun. Mama cukup membersihkannya dengan air hangat. Jika puting Mama sudah terlanjut lecet dan kering, Mama dapat menggunakan nipple creamuntuk membantu melembapkannya.
Pilih nipple cream yang aman bagi Si Kecil
Saat memilih produk untuk digunakan pada masa menyusui, banyak hal yang perlu Mama perhatikan. Salah satunya adalah bahan-bahan yang digunakan harus aman bagi Si Kecil.
Begitu juga saat Mama hendak menggunakan nipple creamuntuk mengatasi puting lecet. Carilah nipple creamyang sudah food gradesehingga aman dan tidak membahayakan Si Kecil.
Mama’s Choice Intensive Nipple Creamdapat menjadi pilihan Mama untuk mencegah puting lecet serta merawat payudara lebih intensif selama menyusui. Diperkaya dengan bahan alami terpilih yaitu ekstrak kurma dan *coconut oil,*produk ini akan melembapkan serta mencegah puting lecet, kering, bahkan pecah-pecah.
Formula alami dari produk ini bebas dari pewangi buatan,**alkohol, paraben, dan juga zat toksin lainnya. Istimewanya, produk ini diformulasikan sebagai produk yang food-gradesehingga aman jika tertelan oleh bayi. Jadi, Mama tak perlu lagi membilasnya jika ingin kembali menyusui si kecil. Praktis dan mudah, bukan?
Dapatkan **[Mama’s Choice Intensive Nipple Cream](https://shopee.co.id/product/145504671/7118355572? Klik banneruntuk informasi lebih lanjut ya, Ma! 😉
Referensi
Verywell Family
Jangan Menunggu Tiga Minggu
Puting lecet bukan hal yang harus ditahan sampai batas waktu tertentu. Temui bidan atau konselor laktasi begitu menyusui terasa nyeri, semakin cepat pelekatan dievaluasi, semakin cepat lukanya pulih.
Segera periksakan hari itu juga bila muncul:
- Demam, menggigil, atau badan terasa seperti flu
- Area payudara yang memerah, panas, dan nyeri, bisa mengarah ke mastitis
- Puting retak dalam, berdarah, atau tampak bernanah
- Nyeri menusuk yang menjalar ke dalam payudara setelah menyusu, bisa menandakan infeksi jamur, yang perlu obat untuk Mama dan Si Kecil sekaligus
- Lecet hanya di satu sisi dan tidak kunjung membaik
Satu catatan: jangan memencet atau memecahkan lepuhan pada puting, dan jangan memaksa ASI keluar lewat kulit yang sedang luka, itu memperbesar luka dan membuka jalan infeksi.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

