Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

6 Penyebab Mual Saat Hamil & Cara Mengatasinya

Penyebab mual saat hamil seringkali banyak dipertanyakan. Berikut adalah 6 penyebab mual selama masa kehamilan dengan cara mengatasinya!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
6 Penyebab Mual Saat Hamil & Cara Mengatasinya

Menurut penelitian, 70% ibu hamil mengalami mual, 50% di antaranya disertai muntah. Tapi jangan khawatir, Ma, terjadinya mual terbilang wajar kok jika dialami oleh ibu hamil, terlebih lagi pada trimester pertama atau hamil muda. Tapi sebenarnya, apa, sih, penyebab mual saat hamil yang seringkali mengganggu ini?

Apa saja penyebab mual saat hamil?

Berbeda penyebab, berbeda juga penanganannya, lho, Ma! Kira-kira, manakah penyebab mual yang saat ini sedang Mama alami?

1. Perubahan hormon

Hormon adalah penyebab utama mual saat hamil muda.

Dilansir dari WebMD, penyebab utama mual saat hamil adalah perubahan hormon. Saat awal kehamilan, tubuh berusaha untuk menyesuaikan kondisi dengan hormon yang meningkat drastis. Beberapa hormon yang meningkat dan menyebabkan efek mual antara lain:

  • Estrogen, berfungsi untuk mendukung perkembangan janin dan menyalurkan nutrisi dari ibu hamil ke janin.

  • Progesteron, berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh dan melindungi janin selama kehamilan.

  • Human chorionic gonadotropin (hCG), yaitu hormon yang hanya diproduksi oleh perempuan saat sedang hamil, berfungsi untuk menguatkan janin dan kandungan. Sangat berperan saat hamil muda.

Selain mual, kondisi yang disebabkan oleh peningkatan hormon-hormon di atas antara lain ialah tekanan darah rendah, mudah pusing dan lelah, hingga sembelit. Itulah sebabnya, pola makan ibu hamil harus terus terjaga, salah satu tujuannya ialah mengantisipasi kondisi tubuh yang dropakibat penyesuaian.

Cara Mengatasi:

  • Istirahat yang cukup.

  • Perbanyak minum air putih hangat agar tubuh tidak mudah dehidrasi.

  • Pastikan asupan nutrisi tercukupi selama masa kehamilan dengan makan-makanan bergizi.

  • Makan dengan porsi sedikit dalam waktu yang sering.

  • Hindari makanan yang pedas dan berminyak, terutama gorengan.

2. Aroma menyengat

Hindari aroma menyengat saat hamil.

Saat hamil, idra penciuman akan lebih sensitif terhadap aroma-aroma tertentu. Aroma bisa berasal dari makanan, wewangian atau parfum, bahkan dari sumber aroma yang menyegarkan sekalipun. Setiap kehamilan tentu berbeda-beda, tetapi, aroma memang menjadi salah satu penyebab mual saat hamil.

Cara Mengatasi:

  • Hindari aroma yang memicu rasa mual sejauh mungkin.

  • Jika Mama memiliki suatu aroma yang bisa menetralisir indra penciuman Mama, Mama bisa hirup aroma tersebut secara berkala dan menggunakan aroma tersebut sebagai aromaterapi.

3. Riwayat mudah mual

Mual saat hamil, apakah genetik penyebabnya?

Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat mudah mual khususnya pada saat perjalanan, biasanya mual akan lebih mudah terjadi pada masa kehamilan. Tapi tenang saja, Ma. Semua ini normal, kok. Semuanya pun bisa diatasi dengan solusi yang tepat.

Cara Mengatasi:

  • Minum jahe hangat untuk memperbaiki sistem saraf, lambung dan usus.

  • Hindari makanan yang sulit dicerna, seperti makanan berlemak, gorengan, makanan pedas, dan juga soda.

  • Sikat gigi atau berkumur setelah makan untuk menyegarkan mulut. Pilih pasta gigi atau mouthwash yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.

4. Stres dan kelelahan

Stress juga bisa menyebabkan mual saat hamil

Stres kadang membuat mual terasa lebih berat. Perlu dicatat: mual dan muntah berat saat hamil tidak boleh dianggap semata akibat stres, bila Mama sulit makan dan minum, itu perlu penilaian medis, bukan sekadar menenangkan pikiran. Biasanya, ibu hamil cenderung overthinking dengan kondisi kehamilannya. Kondisi stres dan kelelahan memicu hormon menjadi tidak stabil dan akhirnya menyebabkan mual berlebihan.

Cara Mengatasi:

  • Istirahat yang cukup dan tenangkan pikiran.

  • Saat tidur, usahakan posisi kepala berada lebih tinggi dari posisi tubuh untuk melancarkan aliran darah.

  • Arahkan pikiran untuk selalu positif.

  • Ikuti olahraga khusus kehamilan seperti senam, renang, atau yoga, agar lebih rileks.

Baca juga: Bukan mual biasa, kenali ciri-ciri hiperemesis gravidarum saat hamil

5. Infeksi saluran kencing

5. Infeksi saluran kencing

Hal ini perlu diwaspadai. Jika Mama mengalami nyeri atau keluar darah saat buang air kecil, sebaiknya Mama segera memeriksakannya ke dokter. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mual secara berlebihan yang dapat membahayakan kondisi kesehatan.

Cara Mengatasi:

  • Minum air putih yang banyak untuk menjaga cairan tubuh.

  • Jangan pernah menahan buang air kecil saat kandung kemih sudah menampung banyak urin.

  • Ganti celana dalam secara rutin untuk menjaga kebersihan saluran kemih.

6. Asam lambung naik

6. Asam lambung naik

Bagi ibu hamil dengan riwayat maag atau asam lambung, mual tentu akan mudah terjadi pada masa kehamilan. Saat tidur di malam hari, kinerja lambung akan menjadi lebih lambat. Hal ini menyebabkan saat bangun di pagi hari, saluran pencernaan akan menyesuaikan  masing-masing fungsinya untuk bekerja lebih cepat. Terkadang, kondisi ini menyebabkan mual.

Cara Mengatasi:

  • Konsumsi makanan ringan setelah bangun tidur untuk memastikan lambung tidak kosong. Biskuit, roti, atau kue kering bisa menjadi pilihan.

  • Minum teh tawar hangat atau air putih hangat untuk meredakan mual.

  • Hirup udara segar di pagi hari secara rutin untuk menjaga sirkulasi oksigen di dalam tubuh.

Mual pada awal kehamilan umum terjadi dan biasanya mereda dengan sendirinya. Perlu diluruskan: mual bukan bukti bahwa kehamilan sehat, dan tidak mual bukan pertanda ada masalah. Keduanya sama-sama normal.

Tapi, jika mual dan muntah saat hamil disertai dengan kondisi buruk seperti demam, muntah darah, nyeri perut berkepanjangan, serta tidak bisa buang air kecil selama lebih dari 8 jam, sebaiknya Mama segera memeriksakannya ke dokter, ya! Semoga kehamilan Mama sehat selalu 🙂

Selain itu, Mama bisa gunakan Mama’s Choice Toothpaste yang membantu mengurangi rasa mual saat menyikat gigi, dengan kandungan alami tanpa bahan yang memicu mual dan pusing.

Simak selengkapnya tentang mual saat hamil di video #AskTheExpert berikut ini, ya, Ma!

Kapan Mual dan Muntah Perlu Diperiksa

  • Tidak dapat menahan cairan apa pun selama 24 jam
  • Berat badan turun
  • Kencing sangat sedikit, pekat, atau tidak kencing lebih dari 8 jam
  • Sangat lemas, pusing berputar, atau hampir pingsan
  • Muntah disertai darah, atau nyeri perut hebat
  • Mual dan muntah yang baru muncul setelah usia kehamilan 9 minggu

Kondisi ini dapat mengarah ke hyperemesis gravidarum, yang memerlukan penanganan medis.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami