Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Bolehkah Menyusui Saat Hamil & Adakah Efek Samping?

Mama sedang menyusui lalu mendapati hasil dua garis di testpack? Barangkali Mama cemas, bolehkah menyusui saat hamil? Apakah ada efek samping?

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 6 menit baca
Bolehkah Menyusui Saat Hamil & Adakah Efek Samping?

Mama sedang menyusui lalu mendapati hasil dua garis di testpack? Barangkali Mama cemas, bolehkah menyusui saat hamil? Apakah ada efek samping? Jangan bingung lagi, yuk baca terus artikel ini untuk mencari tahu jawabannya!

Beberapa bulan setelah menyusui, tubuh Mama akan mengalami ovulasi lagi, ini bisa ditandai dengan kembalinya jadwal haid. Dengan begitu, Mama jadi berpeluang untuk hamil, walaupun masih menyusui.

Bagi Mama yang masih bertanya-tanya tentang bolehkah menyusui saat hamil, jawabannya tidak masalah. Menurut Pregnancy, Birth & Baby menyusui saat sedang mengandung sangat aman dilakukan. Tubuh Mama akan terus memproduksi ASI yang cukup untuk Si Kakak, sementara Si Adik yang belum lahir juga akan mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan.

Menurut riset yang diterbitkan oleh Al-Narain College of Medicine membuktikan bahwa menyusui tidak meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Selain itu, menyusui juga tidak memengaruhi berat bayi baru lahir.

Efek Samping Menyusui Saat Hamil dan Solusinya

Kondisi tubuh yang sedang mengandung dan menyusui sekaligus memang menghadirkan beberapa tantangan, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Ini dia beberapa contohnya menurut American Pregnancy Association (APA).

1. Puting nyeri

APA mencatat ada 75% ibu dalam kondisi ini merasakan nyeri pada puting. Mengalihkan perhatian pada hal lain akan dapat mengurangi rasa tidak nyaman ini.

2. Mual dan kelelahan

menyusui saat hamil

Rasa mual dan lelah memang biasa dirasakan ibu hamil, apa lagi yang juga sedang memberikan ASI. Efek samping ini disebabkan oleh perubahan hormon yang biasanya akan mereda setelah trimester pertama.

Untuk dapat melewati rasa mual dan lelah yang luar biasa, Mama disarankan untuk makan makanan bernutrisi, minum banyak air putih, dan istirahat cukup.

3. Kontraksi ringan

Proses menyusui memicu peningkatan hormon oksitosin. Hormon ini kemudian berpotensi merangsang kontraksi ringan. Namun Mama tidak perlu khawatir karena menurut APA, kontraksi semacam ini tidak berbahaya bagi janin.

Ada pengecualian bagi Mama yang memiliki kehamilan berisiko tinggi. Misalnya mengandung anak kembar, atau mengalami pendarahan dan nyeri pada rahim. Segera konsultasi ke dokter ya, Ma.

4. Perubahan pada rasa dan suplai ASI

menyusui saat hamil

Beberapa perubahan pada ASI juga merupakan efek samping menyusui saat hamil yang kerap dirasakan para Mama. Suplai ASI biasanya berkurang pada bulan keempat dan kelima kehamilan.

Hal itu juga memicu perubahan pada rasa ASI sehingga kemungkinan bayi akan merasa tidak nyaman. Solusinya, Mama bisa mengonsumsi ASI booster untuk menjaga produksi ASI, atau Mama bisa mulai menyapih kalau bayi sudah lebih dari 6 bulan.

Baca juga: 6 Penyebab Mual Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

ASI Seret? Atasi dengan ASI Booster

Satu hal yang perlu ditegaskan lebih dulu: jangan otomatis meneruskan ASI booster saat Mama sedang hamil. Suplemen menyusui sering mengandung fenugreek, dan pada dosis suplemen fenugreek dapat merangsang kontraksi rahim, berbeda dengan fenugreek dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan. Bicarakan kandungan suplemen apa pun dengan dokter kandungan sebelum meneruskannya selama kehamilan.

Produk di bawah ini ditujukan untuk masa menyusui di luar kehamilan: Mama’s Choice Breastfeeding Support, yaitu ASI Booster dalam bentuk kapsul yang praktis dikonsumsi.

Setiap kapsul mengandung bahan alami seperti almond, fenugreek, daun katuk dan kedelai yang kaya protein serta vitamin E untuk memicu produksi ASI berkualitas.

ASI Seret? Atasi dengan ASI Booster ASI Seret? Atasi dengan ASI Booster

Tidak hanya itu, kandungan tadi juga berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh Mama dan bayi lho. Sudah terbukti, 8 dari 10 Mama merasakan ASI jadi melimpah setelah rutin mengonsumsi ASI booster yang satu ini.

Angka di atas berasal dari survei kepuasan konsumen internal Mama’s Choice, bukan uji klinis. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.

Kalau mau lebih nikmat, Mama bisa coba Mama’s Choice Almond Milk Powder, yaitu ASI booster berupa susu almond yang lezat dan penuh manfaat.

ASI Seret? Atasi dengan ASI Booster**Diskon 37% untuk Almond Milk Powder! ASI Seret? Atasi dengan ASI Booster

Bukan sekedar susu almond biasa, ASI booster yang satu ini memiliki kandungan alami seperti ekstrak kurma, almond, fenugreek, daun katuk dan DHA. Kombinasi bahan alami tersebut ampuh untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. 7 dari 10 Mama sudah membuktikannya.

Angka di atas berasal dari survei kepuasan konsumen internal Mama’s Choice, bukan uji klinis. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.

Itu dia penjelasan lengkap tentang bolehkah menyusui saat hamil, lengkap dengan efek samping dan solusinya. Jangan cemas lagi ya, Ma. Semangat!

ASI Seret? Atasi dengan ASI Booster

Artikel terkait: Agar Bayi Tak Tersedak, Lakukan 6 Posisi Menyusui yang Benar

Amankah Menyusui Saat Hamil Lagi?

Untuk kehamilan yang berjalan normal, umumnya aman. Rahim yang sehat tidak terganggu oleh kontraksi ringan yang muncul saat menyusui, dan tubuh mampu menghasilkan ASI sekaligus menopang kehamilan.

Yang perlu dibicarakan dengan dokter lebih dulu:

  • Riwayat kelahiran prematur atau keguguran berulang
  • Perdarahan selama kehamilan ini
  • Serviks yang lemah, atau riwayat tindakan pada serviks
  • Kehamilan kembar
  • Berat badan Mama tidak naik sesuai anjuran
  • Nyeri perut yang menetap

Bukan berarti harus berhenti. Berarti keputusannya diambil bersama orang yang memantau kehamilan Mama.

Kebutuhan Gizi yang Bertambah Dua Kali

Menyusui sambil hamil berarti tubuh menopang dua hal sekaligus. Yang paling cepat menipis adalah cadangan zat besi dan cairan.

Yang membantu: makan lebih sering dengan porsi lebih kecil, memastikan protein di setiap kali makan, minum sebelum merasa haus, dan memeriksakan kadar hemoglobin bila mudah lelah atau pusing saat berdiri.

Naiknya berat badan Mama tetap perlu mengikuti anjuran kehamilan. Bila tidak naik, itu tanda asupan belum cukup untuk keduanya, dan itu yang perlu ditangani lebih dulu, sebelum mempertimbangkan berhenti menyusui.

Menyapih atau Melanjutkan sampai Tandem

Keduanya sah, dan tidak ada satu jawaban yang benar.

Bila memilih menyapih, lakukan bertahap, kurangi satu sesi setiap beberapa hari. Menyapih mendadak membuat payudara bengkak dan meningkatkan risiko mastitis, tepat pada saat Mama sedang hamil.

Perlu diketahui juga bahwa banyak anak menyapih sendiri selama kehamilan, karena rasa ASI berubah dan jumlahnya berkurang. Itu bukan penolakan terhadap Mama.

Bila memilih melanjutkan, siapkan diri untuk menyusui dua anak sekaligus setelah adik lahir. Kolostrum akan tetap diproduksi untuk bayi baru, dahulukan bayi yang baru lahir pada setiap sesi.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Segera hubungi bila muncul kontraksi teratur sebelum minggu ke-37, perdarahan, nyeri perut yang menetap, atau bila Mama merasa sangat lelah disertai pusing dan jantung berdebar.

Kontraksi ringan singkat saat menyusui umumnya wajar. Kontraksi yang datang teratur dan makin kuat tidak.

Sumber:

healthline.com

pregnancybirthbaby.org.au

iraqijms.net

americanpregnancy.org

Kapan Menyusui Saat Hamil Perlu Dibicarakan Dulu

Bagi sebagian besar Mama dengan kehamilan sehat, menyusui saat hamil aman diteruskan. Tetapi ini bukan hal yang berlaku otomatis untuk semua kehamilan.

Bicarakan dulu dengan dokter kandungan bila Mama:

  • Punya riwayat kelahiran prematur atau keguguran berulang
  • Mengalami perdarahan atau nyeri saat kehamilan ini
  • Didiagnosis serviks lemah (inkompetensi serviks)
  • Mengandung bayi kembar
  • Mengalami kenaikan berat badan yang kurang atau pertumbuhan janin yang dinilai lambat
  • Merasa kontraksi yang muncul saat menyusui

Hentikan dan hubungi tenaga kesehatan bila muncul kontraksi teratur, perdarahan, atau nyeri perut saat menyusui.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

1 juta+ terjualASI Booster - Almond Milk Powder

Best seller·Breastfeeding

ASI Booster - Almond Milk Powder

Rp 77.900Rp 109.000hemat 29%

4.9 · 245 ulasan

Baca juga