Melasma pada Kulit Wajah, 4 Penyebab Utamanya
Melasma adalah masalah kulit yang paling sering ditemui saat hamil. Namun, ternyata ada penyebab lain dari melasma.

Melasma adalah masalah kulit yang paling sering ditemui saat hamil. Melasma terjadi ketika sel pigmen atau pemberi warna pada kulit memproduksi terlalu banyak warna, dan mengakibatkan kulit menjadi lebih gelap dari biasanya.
Bukan sekedar kulit kusam, melasma juga muncul dengan gejala bintik hitam yang membentuk pada bagian wajah. Penyebabnya, tak lain dan tak bukan adalah karena hormon dalam tubuh yang mengalami peningkatan.
Namun, ternyata ada penyebab lain dari melasma. Simak ulasan Mama’s Choice berikut ini untuk mengetahui cara mengatasinya.
Penyebab melasma dan bintik hitam pada wajah
1. Paparan matahari

Sinar UVA dan UVB dapat merangsang peningkatan melanosit dalam tubuh. Akibatnya, 5 gejala melasma pun tidak bisa dihindari. Melasma yang sudah hilang pun bisa saja hadir kembali. Tentu, tindakan preventif harus Mama lakukan sejak dini.
Cara menanganinya: Gunakan tabir surya minimal SPF 25 secara rutin. Ibu hamil disarankan menggunakan tabir surya jenis mineral sunscreen. Mama’s Choice Daily Protection Moisturizer SPF 25 PA++ dapat menjadi pilihan aman Mama.
2. Perubahan hormon

Ibu hamil paling rentan terkena melasma, akibat peningkatan hormon yang terjadi di dalam tubuhnya. Termasuk di antaranya melanocyte-stimulating hormones (MSH), yang memperparah kondisi melasma selama masa kehamilan.
Tak hanya Bumil, Mama yang mengonsumsi pil KB juga seringkali bisa mengalaminya, lho.
Cara menanganinya: Tunggu hingga hormon kembali stabil pasca melahirkan (pada ibu hamil) atau menghentikan penggunaan pil KB (pada pengguna pil KB). Jika tidak ingin berhenti, Mama bisa mengkonsultasikannya ke dokter, bidan, atau tenaga ahli terkait. Perbanyak konsumsi buah dan sayur, air putih, serta olahraga yang rutin agar hormon senantiasa seimbang.
3. Kosmetik

Biasanya, kosmetik yang menyebabkan melasma ialah kosmetik yang mengandung zat kimia yang terlalu keras untuk kulit. Akibatnya, kulit menjadi sensitif dan jika terkena sinar matahari, permukaan kulit tidak bisa menahan sinar UV seperti biasanya.
Cara menanganinya: Hindari penggunaan kosmetik dengan bahan kimia yang keras, yang dapat merusak permukaan kulit dengan efek iritasi atau alergi.
4. Stres

Saat kondisi tubuh stres, aliran darah ke kulit menjadi tidak lancar. Ya, artinya kulit juga bisa stres, lho, Ma! Kulit stres bisa ditandai dengan berbagai gejala, salah satunya adalah kusam dan dipenuhi oleh banyak sel kulit mati.
Cara menanganinya: Olahraga rutin, perbanyak minum air putih dan tenangkan pikiran.
Mama juga perlu memberikan proteksi yang aman dan maksimal pada kulit Mama setiap harinya. Karena, adalah hal yang tidak mungkin, kan, untuk menghindari cahaya matahari?
Gunakan Mama’s Choice Daily Protection Moisturizer. Bukan pelembap biasa, pelembap wajah untuk ibu hamil dan menyusui ini diformulasikan dengan SPF 25 PA++, lho. Sifat perlindungannya adalah mineral sunscreen, yang tentunya memiliki formula sangat ringan dan mudah diaplikasikan.
Hadir dengan bahan alami ekstrak beras, vitamin E dan hyaluronic acid, Mama’s Choice Daily Protection Moisturizer juga bisa digunakan oleh siapapun dengan minimal usia 15 tahun.
Selamat mencoba ya, Ma! Jangan lupa, bagikan ini kepada teman-teman Mama yang lainnya!
Kenapa Melasma Sulit Hilang
Melasma terbentuk di lapisan kulit yang berbeda pada tiap orang, dan itu menentukan seberapa responsif terhadap perawatan.
Melasma epidermal berada di lapisan atas. Batasnya tegas, warnanya cokelat, dan paling responsif terhadap krim.
Melasma dermal berada lebih dalam. Batasnya kabur, warnanya kebiruan atau keabu-abuan, dan jauh lebih sulit dipudarkan.
Campuran, yang paling sering ditemui.
Ini menjelaskan mengapa dua orang memakai produk yang sama dengan hasil yang sangat berbeda. Bukan produknya yang berbeda, melainkan kedalaman pigmennya.
Empat Pemicu yang Memperburuk
Sinar matahari adalah pemicu terbesar, dan satu-satunya yang bisa dikendalikan setiap hari.
Panas. Ini yang paling sering dilewatkan. Melasma memburuk karena panas, bukan hanya karena sinar UV, dapur, mesin kendaraan, dan sauna sama berpengaruhnya. Di iklim tropis ini berarti sunscreen saja tidak cukup.
Hormon. Kehamilan, pil KB, dan terapi hormon.
Iritasi. Produk yang membuat kulit memerah, scrub kasar, dan tindakan yang terlalu agresif justru memicu pigmen baru. Melasma memburuk oleh peradangan.
Urutan Perawatan yang Masuk Akal
Pertama, perlindungan. Sunscreen broad spectrum SPF 30 ke atas setiap pagi, diulang setiap dua jam di luar ruangan. Formula bertinta memberi perlindungan tambahan terhadap cahaya tampak. Tanpa langkah ini, langkah berikutnya sia-sia.
Kedua, bahan yang menenangkan dan mencerahkan. Niacinamide, asam azelaik, vitamin C, asam traneksamat topikal.
Ketiga, baru mempercepat pergantian sel. Asam glikolat kadar rendah, atau retinoid bila tidak sedang hamil atau menyusui.
Keempat, tindakan klinik seperti peeling atau laser, hanya oleh dokter kulit, dan hanya setelah tiga langkah di atas berjalan. Laser yang dilakukan tanpa perlindungan matahari yang disiplin sering membuat melasma kembali lebih gelap.
Harapan yang Realistis
Melasma dikelola, bukan disembuhkan. Ia cenderung kembali ketika perlindungan mengendur atau saat hormon berubah lagi.
Perbaikan yang terlihat memerlukan tiga sampai enam bulan pemakaian konsisten. Menilai hasil setelah dua minggu adalah cara tercepat untuk berpindah produk terus-menerus tanpa pernah memberi satu pun kesempatan bekerja.
Ringkasnya
Sunscreen setiap hari, hindari panas, jangan mengiritasi kulit, dan beri waktu berbulan-bulan.
Yang gagal biasanya perlindungan hariannya. Krimnya jarang jadi soal.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.