Sumber DHA untuk Mendukung Perkembangan Otak Bayi
DHA adalah senyawa asam lemak omega-3 yang sangat penting dalam perkembangan otak bayi. Hasilnya, otak jadi lebih efektif bekerja.

DHA adalah senyawa asam lemak omega-3 yang sangat penting dalam perkembangan otak bayi. Karena itu penting bagi setiap Mama yang menyusui agar mengonsumsi ikan dan Sumber DHA untuk mendukung perkembangan otak bayi.
Manfaat DHA untuk Bayi
“Docosahexaenoic acid (DHA) adalah asam lemak tak jenuh ganda omega-3 yang dominan ditemukan di otak dan dapat memengaruhi fungsi neurologis.”, Jurnal Nutrients
Sederhananya, seperti dilansir dari Healthline, DHA membuat celah antar sel saraf jadi lebih cair sehingga mudah untuk mengirim dan menerima sinyal. Jadi, kadar DHA yang cukup membuat sel saraf lebih cepat dan efisien dalam berkomunikasi. Hasilnya, otak jadi lebih efektif bekerja.
Mama tidak perlu menunggu bayi sampai lahir untuk memberinya asupan DHA. Karena sejak dalam kandungan pun, makanan yang Mama konsumsi akan berpengaruh terhadap perkembangan otak Si Kecil.
“Para peneliti menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu dengan kadar DHA dalam darah yang tinggi saat melahirkan memiliki tingkat perhatian yang lebih tinggi hingga tahun kedua kehidupan mereka.”, WebMd
Masih menurut riset yang diterbitkan Jurnal Nutrients, ketika masih di dalam janin, DHA ditransfer melalui plasenta. Dan ketika sudah lahir, bayi memperoleh DHA dari air susu ibu. Jadi Mama perlu mengonsumsi makanan sumber DHA tinggi sejak hamil hingga menyusui.
Baca juga: Manfaat DHA untuk Bayi, Apakah Membuat Anak Lebih Pintar?
Makanan Sumber DHA untuk Bayi
Tahukah Mama? Badan kita tidak dapat memproduksi DHA dalam jumlah yang cukup, karenanya kita perlu mendapatkannya dari makanan. Sumber DHA biasanya ditemukan di makanan laut seperti ikan, kerang dan alga. Yuk simak beberapa makanan sumber DHA yang dapat Mama konsumsi untuk meningkatkan DHA dalam ASI!
1. Ikan
Hampir semua ikan laut mengandung DHA, namun beberapa ikan dengan tingkat DHA tertinggi adalah ikan salmon, ikan haring dan ikan sarden. Ikan lainnya yang juga mengandung DHA tinggi adalah makarel, trout, tuna dan kakap.
Jadi, selama menyusui Mama dapat mengonsumsi ikan sebagai sumber DHA bagi Mama dan Si Kecil. Sebelum memilih ikan yang ingin dikonsumsi, sebaiknya Mama pastikan terlebih dahulu kalau Mama tidak mempunyai alergi terhadap makanan laut atau ikan tertentu.
2. Kerang
Kerang laut adalah sumber omega-3 yang unik karena tidak hanya mengandung DHA, kerang juga mengandung omega-3 dalam bentuk lain yaitu ALA dan EPA. Contohnya adalah kerang tiram dan scallop (kerang kampak). Sama halnya seperti ikan, pastikan terlebih dahulu bahwa Mama tidak memiliki alergi terhadap sumber DHA ini, ya!
3. Rumput laut dan alga
Fakta menarik, seperti dilansir Healthline, ikan mendapatkan DHA dengan memakan tumbuhan laut seperti rumput laut dan alga. Jadi keduanya bisa menjadi pilihan bagi Mama yang vegetarian dalam memeberi asupan DHA untuk bayi melalui ASI.
4. Daging dan susu
DHA dalam jumlah yang lebih kecil juga tedapat dalam daging dan susu dari hewan yang diberi makan rumput seperti sapi.
5. Telur
Telur pada dasarnya juga mengandung DHA dalam jumlah kecil. Namun kini ada peternak yang menambahkan minyak ikan dalam pakan ayam untuk meningkatkan kandungan DHA dalam telurnya. Telur seperti ini dijual di pasaran dengan label telur omega-3. Selain menjadi sumber protein yang baik, ternyata telur juga memiliki banyak manfaat bukan, Ma?
Baca juga: 5 Makanan Ini Bisa Bantu Lancarkan ASI, Semuanya Enak!
Mama mau tahu lebih banyak tips seputar menyusui? Ini saatnya Mama bergabung dengan Mama MengASIhi. Mama’s Choice menghadirkan wadah untuk Mama-Mama saling berbagi cerita pengalaman dan berbagai tips selama perjalanan mengASIhi. Bertemu teman seperjuangan dan mengelilingi diri Mama dengan lingkungan yang supportif merupakan salah satu tips agar Mama tetap bahagia dan tidak merasa sendiri.
Sumber DHA untuk Bayi Praktis melalui Ibu Menyusui
WHO merekomendasikan agar ibu hamil dan menyusui mengonsumsi rata-rata 300 mg DHA per hari atau lebih. Walau ada banyak makanan yang mengandung DHA, namun belum tentu kebutuhan DHA Mama bisa terpenuhi dengan mudah. Untuk itu Mama butuh suplemen tambahan.
Kabar baik bagi Mama yang sedang menyusui, kini sudah ada Mama’s Choice Almond Milk Powder. ASI boosteralami ini mengandung DHA plus beragam kandungan alami seperti ekstrak kurma, almond, fenugreek, serta daun katuk. Semua bahan itu berfungsi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI.
Tahukah Mama? Susu almond dari Mama’s Choice ini merupakan ASI booster pertama di Indonesia dengan kombinasi DHA dan fenugreek. Setelah melalui uji efektivitas, ternyata 4 dari 5 Mama merasa ASI mereka meningkat sebanyak 50% setelah konsumsi pertama Mama’s Choice Almond Milk Powder ini loh, Ma!
Angka di atas berasal dari survei kepuasan konsumen internal Mama’s Choice, bukan uji klinis. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.
Jadi cukup dengan mencampurkan 3-4 sendok makan Mama’s Choice Almond Milk Powder ke dalam 150 ml air hangat, Mama sudah bisa mendapat tambahan asupan DHA untuk ASI. Praktis bukan?
Itu dia penjelasan tentang pentingnya DHA dan beberapa sumber DHA untuk bayi. Semoga bermanfaat ya, Ma!
Artikel terkait: Cara Memerah ASI dengan Teknik Marmet
Menempatkan Peran DHA dengan Tepat
DHA merupakan komponen penting dalam struktur otak dan berperan dalam fungsi sistem saraf. Itu yang bisa dikatakan dengan pasti.
Yang belum bisa dijanjikan: DHA berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak, tetapi bukti mengenai apakah suplementasi DHA dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak masih belum konsisten. Beberapa penelitian menemukan manfaat, sebagian lain tidak.
Soal Angka Rekomendasi
Angka "300 mg DHA per hari dari WHO" sering dikutip, tetapi tidak tepat.
FAO/WHO menetapkan average nutrient requirement sekitar 200 mg DHA per hari untuk ibu hamil dan menyusui. Angka 300 mg per hari adalah untuk DHA + EPA digabung, bukan DHA saja.
Soal Ikan dan Merkuri
Saat hamil atau menyusui, pilih ikan yang rendah merkuri dan batasi jenis ikan yang memiliki kadar merkuri lebih tinggi.
Pilihan yang lebih rendah merkuri: salmon, sarden, teri, lele, nila, dan tuna kaleng jenis skipjack. Yang sebaiknya dihindari: ikan predator besar seperti hiu, king mackerel, marlin, dan tuna bigeye.
FDA menganjurkan 2–3 porsi ikan rendah merkuri per minggu selama kehamilan, manfaat DHA-nya lebih besar daripada risikonya, selama jenis ikannya dipilih dengan benar.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

