Cara Memerah ASI dengan Teknik Marmet
Bagi Mama yang berjuang untuk memberikan ASI, menyusui secara langsung atau memerah ASI mungkin jadi pilihan terbaik untuk penuhi nutrisi Si Kecil.

Bagi Mama yang berjuang untuk memberikan ASI, menyusui secara langsung atau memerah ASI mungkin jadi pilihan terbaik untuk penuhi nutrisi Si Kecil. Walaupun kebanyakan memerah ASI saat ini menggunakan alat bantu, Mama bisa kok memerah ASI menggunakan teknik marmet! Yuk simak ulasannya di sini!
Tetapi, apa itu teknik memerah ASI marmet? Biar Mama ga penasaran, yuk langsung simak penjelasan dan cara memerah ASI dengan teknik marmet.
Pengertian Teknik Marmet
Teknik marmet adalah teknik yang digunakan pada saat Mama memerah atau pumping ASI menggunakan tangan. Teknik ini pertama kali dikenalkan oleh Chele Marmet, yang juga merupakan pendiri dari Institut Laktasi, di Amerika.
Cara ini merupakan kombinasi teknik memerah ASI dan memijat payudara sehingga refleks ASI menjadi lebih optimal. Dr. Jane Morton dari Universitas Stanford juga mengatakan metode ini membuat ASI lebih banyak mengandung lemak baik yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi.
Teknik marmet bisa dikombinasikan dengan pompa, memijat dan memerah dengan tangan sebelum dan sesudah memompa membantu sebagian Mama mengeluarkan ASI lebih banyak dalam satu sesi. Perlu dicatat bahwa hasilnya berbeda-beda pada tiap orang; teknik memerah membantu pengeluaran ASI, bukan otomatis menaikkan produksi.
Langkah-langkah Memerah ASI dengan Teknik Marmet

Untuk memerah ASI dengan teknik marmet, Mama perlu mengikuti langkah-langkah berikut agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
1. Bersihkan tangan
Cuci terlebih dahulu tangan Mama menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Tentu ini sangat penting, mengingat tangan yang kotor dapat mengontaminasi ASI.
2. Menyiapkan kantung penyimpan ASI
Jangan lupa siapkan wadah bersih atau kantung untuk menampung ASI yang akan diperah. Disarankan Mama menggunakan wadah dengan mulut yang lebar, serta menyediakan botol penyimpanan ASI.
3. Membentuk huruf C di area payudara
Letakkan jari mama pada areola payudara, lalu letakkan ibu jari pada bagian atas, dan telunjuk pada puting bagian bawah sehingga membentuk huruf “C” yang sejajar antara kedua jari.
4. Gerakan ke arah tulang rusuk
Tekan payudara ke arah dalam atau ke tulang rusuk Mama. Berikan tekanan sambil memastikan jari tidak direnggangkan. Jika ukuran payudara yang besar, angkat terlebih dahulu payudara Mama, baru berikan tekanan ke dalam dada.
5. Menekan area puting
Lalu arahkan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah sambil ditekan ke arah tengah atau puting secara bersamaan. Buat juga gerakan memutar menggunakan ibu jari saat melakukan ini untuk membantu stimulasi gelombang layaknya gerakan bayi saat menyusui. Lakukan gerakan ini secara berulang untuk mengosongkan kelenjar susu.
6. Pijat area areola searah jarum jam
Putar posisi ibu jari dan jari lainnya di areola searah jarum jam untuk memerah dari kelenjar susu.
7. Memijat area atas payudara
Setelah memerah dari kelenjar susu, Mama perlu memberikan stimulasi tambahan untuk melancarkan aliran ASI. Caranya dengan memijat area atas payudara ke arah areola dengan gerakan melingkar kecil sambil ditekan.
Kemudian elus dengan gerakan lurus menuju areola dari seluruh bagian payudara Mama. Gerakan ini akan membantu relaksasi dan mendorong refleks pengeluaran susu. Terakhir, goyangkan payudara dengan lembut sambil mencondongkan tubuh ke depan agar gaya gravitasi akan membantu susu untuk keluar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan teknik marmet:
-
Jangan meremas payudara karena bisa menyebabkan memar.
-
Menarik keluar puting dan payudara karena dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan.
-
Meletakkan tangan dan menggeser payudara dapat menyebabkan sensasi terbakar pada kulit yang sensitif.
Baca juga: Manfaat & Cara Menggunakan Nipple Shield untuk 5 Masalah
Tips Agar Hasil Memerah ASI Lebih Maksimal
Memerah susu menggunakan teknik marmet bisa memakan waktu sekitar 20-30 menit. Agar proses ini lebih optimal, bantu dengan nutrisi tambahan untuk melancarkan ASI menggunakan Mama’s Choice Almond Milk Powder.
Susu almond mengandung bahan yang secara tradisional dikaitkan dengan menyusui seperti kurma, daun katuk, almond, fenugreek, dan DHA. Perannya adalah mendukung asupan nutrisi Mama, bukan pengganti pengosongan payudara yang teratur, yang tetap menjadi penentu utama produksi ASI. Minuman ASI booster ini merupakan pelancar ASI pertama di Indonesia dengan kombinasi DHA dan fenugreek lho, Ma!
Selain rasanya enak dan tidak membuat mual, Mama’s Choice Almond Milk Powder juga dapat mendukung perkembangan otak Si Kecil.
4 dari 5 Mama merasa ASI lebih melimpah setelah konsumsi pertama Mama’s Choice Almond Milk Powder dan volume ASI bertambah sebanyak 56%, Mama’s Choice Effectiveness Panel Test August 2021.
Lalu tambahkan dengan konsumsi suplemen Mama’s Choice Breastfeeding Support yang merupakan ASI booster alami bagi ibu menyusui. Suplemen ini mengandung protein dan vitamin E sebagai dukungan nutrisi selama menyusui.
Selain mengandung bahan-bahan alami, suplemen ini juga bisa menjadi pilihan praktis Mama dalam mengonsumsi ASI booster selain meminum susu almond. 2 dari 3 Mama merasa ASI lebih kental setelah konsumsi pertama suplemen ini lho, Ma! Yuk, sekarang giliran Mama yang membuktikan khasiatnya!
Angka di atas berasal dari survei kepuasan konsumen internal Mama’s Choice, bukan uji klinis. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.
Selamat mencoba teknik marmet ini ya Ma! Dan tetap semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang Si Kecil yang optimal, mulai dari menyusui.
Artikel terkait: Manfaat DHA untuk Bayi, Apakah Membuat Anak Lebih Pintar?
Sumber:
verywellfamily.com
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.






