Rambut Rontok Mendadak Habis Lahiran? Itu Telogen Effluvium
Setelah melahirkan, rambut Mama mengalami kerontokan yang parah? Kerontokan rambut yang parah dan terjadi tiba-tiba ini disebut juga sebagai telogen effluvium.

Setelah melahirkan, rambut Mama mengalami kerontokan yang parah? Mama tidak perlu panik dan khawatir karena mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan itu adalah hal yang sering terjadi. Kerontokan rambut yang parah dan terjadi tiba-tiba ini disebut juga sebagai telogen effluvium. Yuk, simak ulasan singkatnya di sini!
Penyebab Telogen Effluvium
Telogen effluvium adalah kondisi kerontokan rambut sementara yang biasanya terjadi karena stres, peristiwa traumatik, atau perubahan hormon. Nah, perubahan hormon inilah yang menyebabkan rambut Mama rontok secara mendadak setelah melahirkan.
Saat hamil, Mama memiliki kadar estrogen yang tinggi sehingga rambut mengalami pertumbuhan dan terlihat lebih tebal. Namun, kadar estrogen tersebut akan menurun setelah melahirkan dan membuat Mama mengalami telogen effluvium.
Baca juga: Cara Menyuburkan Rambut Setelah Melahirkan Secara Alami
Perbedaan Telogen Effluvium dengan Kerontokan Rambut Lainnya
Pada dasarnya, telogen effluvium memiliki gejala yang mirip dengan kerontokan rambut secara umum. Berikut ini adalah gejala khas dari telogen effluvium yang perlu Mama ketahui:
-
Rambut mengalami penipisan di area kepala tertentu atau terlihat merata.
-
Rambut mengalami kerontokan dan penipisan secara menyeluruh (diffuse) di area kulit kepala
-
Rambut rontok menumpuk di sarung bantal, lantai kamar mandi, atau sisir.
Baca juga: Cara Memakai Serum Rambut yang Benar
Telogen Effluvium Tidak Menyebabkan Kebotakan
Kerontokan rambut ini biasanya memuncak pada empat bulan setelah melahirkan dan berlangsung hingga kurang lebih enam bulan. Jadi, tidak usah khawatir, Ma, telogen effluvium tidak akan membuat rambut Mama menjadi botak. Bahkan, saat ulang tahun pertama Si Kecil, pertumbuhan rambut Mama akan kembali normal.
Meskipun rambut Mama akan tumbuh kembali secara normal setelah beberapa bulan setelah melahirkan, Mama juga tetap harus melakukan perawatan rambut. Tidak perlu jauh-jauh ke salon, Mama bisa melakukan beberapa cara berikut ini di rumah:
1. Creambath/Hair Mask
Melakukan creambath atau hair maskdapat membantu menutrisi rambut Mama. Misalnya, vitamin A, vitamin E, biotin dan folat mampu merangsang pertumbuhan akar rambut dan menjaga kekuatan rambut.
Mama bisa membeli krim untuk creambath/hair maskini di supermarket dan menggunakannya di rumah. Selain itu, Mama juga bisa membuat creambathdari bahan alami seperti lidah buaya.
2. Hindari pemakaian alat styling rambut
Jika Mama senang meluruskan atau mengeriting rambut menggunakan alat catok, sebaiknya dihindari dulu setelah melahirkan. Selain dapat membuat rambut kering dan mudah patah, penggunaan alat stylingrambut ini bisa memperparah telogen effluvium yang Mama alami.
3. Menggunakan serum rambut
Selain perubahan hormon, kerontokan rambut setelah melahirkan juga dapat terjadi karena rambut yang kering. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rambut mudah rontok. Oleh karena itu, Mama perlu menggunakan serum rambut setelah keramas.
Jadi, produk ini bebas dari bahan berbahaya seperti alkohol, paraben, silikon, dan sudah teruji secara dermatologis.
Serum tanpa bilas ini dapat membantu rambut Mama terlihat lebih sehat, kuat, dan tebal selama hamil serta menyusui. Dengan kandungan kiwi, green pea, dan candlenut yang kaya akan vitamin tentunya akan membantu menguatkan akar rambut serta menutrisi dari kulit kepala hingga ujung rambut.
Dengan pemakaian yang rutin, 71% Mama merasakan berkurangnya rambut rontok lho! Teksturnya juga cepat meresap ke kulit kepala sehingga tidak membuat lengket. 4 dari 5 Mama sudah membuktikan efektivitasnya, sekarang giliran Mama, ya!
Angka di atas berasal dari survei kepuasan konsumen internal Mama’s Choice, bukan uji klinis. Hasil dapat berbeda pada tiap orang.
Tunggu apa lagi, Ma? Rambut Mama kembali sehat, hati pun kembali senang!
Itulah ulasan mengenai telogen effluvium yang mungkin terjadi pada Mama yang baru melahirkan. Semoga tulisan ini bermanfaat, ya!
Artikel terkait: Serum Penumbuh Rambut yang Bagus & Alami dari Mama’s Choice
Kenapa Terjadi Setelah Melahirkan
Selama hamil, kadar estrogen yang tinggi menahan rambut lebih lama pada fase tumbuh. Rambut yang seharusnya rontok tetap bertahan, dan itulah sebabnya banyak Mama merasa rambutnya paling tebal saat hamil.
Setelah melahirkan, estrogen turun cepat. Semua rambut yang tertunda itu masuk ke fase istirahat bersamaan, lalu rontok bersamaan dua sampai empat bulan kemudian.
Yang terjadi adalah kerontokan beberapa bulan yang menumpuk menjadi satu, dan jumlah totalnya biasa saja.
Pemicu Lain di Luar Kehamilan
Telogen effluvium tidak hanya terjadi setelah melahirkan. Pemicu lain yang umum:
Demam tinggi atau infeksi berat, termasuk setelah sakit yang cukup lama. Operasi besar atau kehilangan darah. Penurunan berat badan drastis atau diet sangat ketat. Anemia dan kekurangan zat besi. Gangguan tiroid. Stres berat atau kehilangan. Beberapa jenis obat, termasuk pil KB tertentu saat mulai atau berhenti.
Cirinya khas: kerontokan muncul dua sampai tiga bulan setelah pemicunya, bukan saat itu juga. Ini sering membuat orang mencari penyebab di bulan yang salah.
Kapan Puncaknya dan Kapan Berhenti
Untuk yang pascamelahirkan, biasanya mulai terasa pada bulan kedua sampai keempat, memuncak sekitar bulan keempat, lalu berangsur berkurang. Sebagian besar Mama melihat kepadatan kembali seperti semula sekitar ulang tahun pertama si Kecil.
Rambut halus yang tumbuh di garis depan dahi adalah tanda baik, itu rambut baru, bukan rambut yang patah.
Yang Membantu dan Yang Tidak
Yang membantu: mencukupi zat besi dan protein, tetap keramas seperti biasa, melonggarkan ikatan rambut, mengurangi panas dari catokan, dan memeriksakan kadar hemoglobin bila mudah lelah.
Yang tidak membantu: menunda keramas, rambut yang rontok sudah lepas dari akarnya, dan menundanya hanya menumpuk sehingga terasa lebih dramatis saat akhirnya dicuci. Begitu pula berganti sampo setiap beberapa minggu; penyebabnya hormon, bukan sampo.
Kapan Perlu Diperiksakan
Temui dokter bila kerontokan berlanjut melewati satu tahun, muncul bercak botak berbentuk bulat alih-alih penipisan merata, kulit kepala gatal, bersisik, atau nyeri, atau disertai lelah berlebihan, mudah kedinginan, atau berat badan berubah tanpa sebab.
Bercak botak bulat mengarah ke alopecia areata, yang berbeda penanganannya. Gangguan tiroid pascamelahirkan dan anemia keduanya diperiksa lewat tes darah sederhana, dan keduanya bisa diobati.
Beberapa Koreksi Penting
Polanya menyebar, bukan terpusat. Telogen effluvium menyebabkan kerontokan yang diffuse, merata di seluruh kulit kepala. Penipisan yang terpusat di satu area justru mengarah pada penyebab lain dan perlu diperiksa dokter kulit.
Soal kebotakan. Postpartum telogen effluvium umumnya tidak menyebabkan kebotakan permanen, dan pertumbuhan rambut biasanya kembali normal secara bertahap. Menyatakannya sebagai jaminan mutlak tidak tepat, sebagian kecil kasus memerlukan penilaian lebih lanjut.
Soal vitamin. Vitamin A, vitamin E, biotin, dan folat tidak terbukti merangsang pertumbuhan akar rambut pada orang yang gizinya sudah cukup. Manfaat suplementasi terutama relevan bila memang terdapat kekurangan nutrisi, dan itu perlu dipastikan lewat pemeriksaan, bukan diasumsikan.
Soal alat styling. Alat bersuhu tinggi tidak memperparah proses telogen effluvium itu sendiri. Yang terjadi: rambut menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah patah. Batasi pemakaiannya karena alasan itu.
Soal rambut kering. Rambut yang kering dan rapuh lebih mudah patah, sehingga perawatan rambut yang lembut tetap dianjurkan selama masa kerontokan pascamelahirkan, tetapi kekeringan bukan penyebab telogen effluvium.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.