Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Serum Penumbuh Rambut yang Bagus & Alami dari Mama’s Choice

Tahukah Mama bahwa 96% ibu hamil dan menyusui mengalami masalah kerontokan rambut hingga kebotakan? Apakah Mama juga tengah mengalaminya?

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Perempuan memeriksa helai rambutnya

Tahukah Mama bahwa 96% ibu hamil dan menyusui mengalami masalah kerontokan rambut hingga kebotakan? Apakah Mama juga tengah mengalaminya? Mama tidak perlu khawatir, karena kini telah hadir serum penumbuh rambut yang bagus & alami dari Mama’s Choice! Yuk, simak beberapa keunggulannya di sini!

Serum Penumbuh Rambut untuk Ibu Hamil & Menyusui

Masalah kerontokan rambut kerap ditemukan pada ibu hamil dan menyusui. Perubahan hormon merupakan salah satu penyebabnya. Kondisi rambut yang berada pada fase istirahat atau terjadinya kerontokan disebut juga dengan telogen effluvium.

Ibu hamil dan menyusui yang mengalami kondisi tersebut bisa mengatasinya dengan menggunakan sampo dan conditioner yang mampu mengurangi rambut rontok. Disamping itu, sebagian ibu hamil dan menyusui juga menambahkan serum rambut pada rangkaian perawatannya untuk membantu menutrisi rambut dan kulit kepala.

Mama mungkin bingung dan ragu saat memilih serum rambut yang bagus. Terlebih jika terdapat bahan-bahan kimia di dalamnya yang bisa membahayakan kesehatan Mama dan janin.

Baca juga: Sampo yang Aman untuk Ibu Hamil, Harus Bebas Bahan ini

Keunggulan Mama’s Choice Strengthening Hair Serum

Selain menjadi pelopor serum penumbuh rambut untuk ibu hamil dan menyusui, Mama’s Choice Strengthening Hair Serum memiliki beberapa keunggulan yang dapat membantu permasalahan rambut Mama. 

1. Teruji klinis atasi masalah rambut dan kulit kepala

“71% Mama merasakan lebih sedikit kerontokan rambut setelah pemakaian rutin”

Tidak hanya itu, serum rambut dari Mama’s Choice juga memiliki formula yang ringan, mudah menyerap dan tidak membuat rambut Mama menjadi lepek.

2. Terbuat dari bahan alami

Diperkaya Green Pea, Kiwi dan Kemiriyang kaya akan nutrisi untuk rambut, teruji klinis merangsang pertumbuhan rambut yang lebih sehat dengan mengaktifkan sel induk pada folikel rambut.

“Lembut di kulit kepala. kurangi rontok. wangi segar sekali” -Testimoni Mama dalam Home Panel Test

Kandungan provitaminnya pun aman karena berasal dari tanaman dan bahan organik. Provitamin sendiri memiliki manfaat yang baik untuk rambut dan kulit kepala loh, Ma! Di antaranya adalah mencegah rambut menipis, membuat rambut lebih berkilau, halus, kuat, dan lembap.

3. Bebas toksin

Serum rambut yang bagus sebaiknya bebas dari bahan-bahan berbahaya seperti alkohol, silicone, paraben, dan ammonia. Masing-masingnya memiliki efek samping yang kurang baik untuk ibu hamil dan menyusui:

  • Alkohol, dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala Mama

  • Silicone, membuat rambut Mama menjadi kering dan kusam. Kandungan silicone dapat menghalangi manfaat bahan lainnya untuk menyerap ke dalam rambut.

  • Paraben, zat pengawet yang dapat memicu gangguan hormonal, kesuburan dan risiko kanker.

  • Ammonia, dapat memicu alergi dan gangguan pernapasan

4. Tersertifikasi Halal

Selain efektivitas dan keamanan ibu hamil dan menyusui, kami sangat memprioritaskan ketenangan Mama dalam memakai produk. Kami menghargai nilai-nilai Muslim yang mayoritas Mama anut di Indonesia. Karenanya kami memastikan bahwa Mama’s Choice Strengthening Hair Serum telah tersertifikasi Halal oleh MUI.

Kenapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Memahami sebabnya menentukan apa yang bisa diharapkan dari serum mana pun.

Selama hamil, kadar estrogen yang tinggi menahan rambut lebih lama pada fase tumbuh. Setelah melahirkan, estrogen turun cepat dan semua rambut yang tertunda itu masuk ke fase istirahat bersamaan, lalu rontok bersamaan, biasanya dua sampai empat bulan kemudian.

Namanya telogen effluvium pascamelahirkan. Yang terjadi adalah kerontokan beberapa bulan yang menumpuk menjadi satu, dan jumlah totalnya biasa saja.

Ini penting karena artinya: kerontokan akan berhenti sendiri, umumnya menjelang ulang tahun pertama si Kecil, dengan atau tanpa produk apa pun.

Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan Serum

Yang masuk akal diharapkan: kulit kepala yang lebih sehat, rambut yang lebih kuat sehingga tidak mudah patah, dan lingkungan yang lebih baik bagi rambut baru yang tumbuh.

Yang tidak: menghentikan telogen effluvium, karena penyebabnya hormon; atau menumbuhkan rambut pada folikel yang sudah tidak aktif.

Serum bekerja pada batang rambut dan kulit kepala. Ia tidak mengubah siklus hormon.

Cara Memakainya

Pada kulit kepala, bukan pada rambut. Ini kekeliruan paling umum. Bagi rambut menjadi beberapa bagian dan oleskan langsung ke kulit kepala.

Pijat satu sampai dua menit dengan ujung jari, bukan kuku.

Pada rambut setengah kering, bukan basah kuyup, air berlebih mengencerkan produk.

Setiap hari atau sesuai anjuran, dan beri waktu minimal delapan sampai dua belas minggu. Siklus rambut berjalan dalam hitungan bulan.

Bila memakai lebih dari satu produk, beri jeda beberapa menit antar lapisan.

Yang Sama Pentingnya dengan Serum

Cukupi zat besi dan protein. Kehilangan darah saat persalinan dan kebutuhan menyusui membuat cadangan besi mudah menipis, dan besi rendah adalah penyebab kerontokan yang sering terlewat.

Longgarkan ikatan rambut. Kuncir kencang setiap hari menambah tarikan pada garis rambut yang sedang rapuh.

Kurangi panas dari catokan dan pengering.

Tetap keramas. Menunda keramas tidak mengurangi kerontokan; rambut yang rontok sudah lepas dari akarnya.

Kapan Perlu Diperiksakan

Temui dokter bila kerontokan berlanjut melewati satu tahun, muncul bercak botak berbentuk bulat, kulit kepala gatal, bersisik, atau nyeri, atau kerontokan disertai lelah berlebihan, mudah kedinginan, atau berat badan berubah tanpa sebab jelas.

Gangguan tiroid pascamelahirkan dan anemia cukup sering terjadi, keduanya bisa diperiksa lewat tes darah sederhana, dan keduanya diobati, bukan dengan serum.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami