Penjelasan Ilmiah Penyebab Rambut Rontok Saat Hamil
Adakah di antara Mama yang di awal masa kehamilan pertama, rasanya campur aduk? Senang, akhirnya dipercaya Tuhan untuk mendapatkan keturunan.

Adakah di antara Mama yang di awal masa kehamilan pertama, rasanya campur aduk? Senang, akhirnya dipercaya Tuhan untuk mendapatkan keturunan. Namun disaat yang bersamaan merasa sangat kepayahan karena harus berjuang dengan berbagai macam penyesuaian. Mulai dari mondar-mandir ke kamar mandi saat muntah-muntah, kulit yang jadi sensitif dan berjerawat, hingga rambut yang mengalami kerontokan. Kata orang-orang, penyebab rambut rontok saat hamil memang bawaan bayi, dan itu normal terjadi pada ibu hamil.
Penyebab rambut rontok saat hamil dari sisi ilmiah

Kami kutip dari artikelamericanpregnancy.org yang membahas dengan dalam mengenai penyebab rambut rontok saat hamil. Ternyata, 90% volume rambut kita bisa tumbuh dalam satu waktu lho, Ma. Jadi, bisa dibilang hanya 10% helai rambut yang mengalami masa “istirahat” alias tidak bertumbuh. Nah, rambut yang tidak bertumbuh tersebut akan “gugur” setiap dua sampai tiga bulan sekali.
Ternyata pada kondisi ibu hamil, kerontokan rambut dialami oleh 40% hingga 50% wanita hamil setelah melahirkan, Ma. Fase ini dikenal sebagai Telogen Effluvium yaitu kondisi kerontokan rambut yang bisa terjadi satu sampai lima bulan setelah kehamilan. Jadi, ternyata rambut rontok yang tadi saat hamil dengan jumlah yang tidak wajar bukanlah hal yang normal terjadi, Ma. Mama wajib cek kesehatan, dan mengetahui secara persis sebenarnya apa yang jadi penyebab rambut rontok saat hamil.
Baca juga: Rambut Rontok Setelah Melahirkan, Normal Nggak, Ya?
Penyebab rambut rontok saat hamil sangat besar kemungkinannya akibat kekurangan vitamin dan mineral. Hmmm..ini masuk akal, sih, karena saat awal kehamilan, seorang ibu hamil mengalami mual terus menerus, dampaknya jadi malas makan. Otomatis gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak mumpuni.
Faktor pemicu dari segi hormon
Banyak juga Mama yang mengkhawatirkan bahwa penyebab rambut rontok saat hamil karena masalah di daerah organ reproduksi. Ternyata ada banyak sekali pemicunya, kuncinya ada pada keseimbangan hormon estrogen. Berikut hal yang bisa jadi pemicu gangguan hormon estrogen dalam tubuh Mama.
-
Berhenti mengonsumsi pil KB atau tidak cocok pada jenis KB tertentu.
-
Pernah mengalami keguguran.
-
Ketidakseimbangan hormon bisa diakibatkan kelebihan berat badan atau pola makan yang kurang sehat.
Rekomendasi seputar kesehatan rambut selama & setelah kehamilan
Nah, sudah paham, kan, Ma, apa saja penyebab rambut rontok saat hamil? Ternyata banyak sekali faktornya. Untuk itu penting agar Mama tahu cara terbaik agar rambut tidak rontok parah saat hamil dan setelah melahirkan. Berikut beberapa tips mudah yang bisa Mama coba.

-
Berkonsultasi dengan dokter untuk menjaga keseimbangan hormon Mama.
-
Hindari menguncir rambut terlalu sering.
-
Jangan mengepang rambut dalam jangka waktu lama.
-
Konsumsi buah dan sayur yang mengandung flavonoid dan antioksidan seperti blueberry, coklat, dan juga sayuran hijau. Makanan ini baik untuk perlindungan pada folikel rambut dan juga mendorong pertumbuhan rambut.
-
Jika harus menggunakan pengering rambut, gunakan kecepatan rendah saja.
-
Tidak menggunakan sisir dengan gigi yang terlalu rapat.
-
Konsumsi vitamin B kompleks.
-
Konsumsi makanan mengandung sumber biotin, bisa dari kacang-kacangan, kuning telur, ubi jalar, keju, atau sumber protein hewani.
-
Perbanyak konsumsi vitamin C dan vitamin E. Untuk suplemen vitamin, ada baiknya Mama berkonsultasi dulu untuk mengetahui multivitamin yang aman untuk kondisi Mama.
-
Gunakan hair care yang aman diformulasikan untuk ibu hamil dan setelah melahirkan
Bicara soal hair care, sangat jarang produk perawatan rambut, baik itu sampo dan conditioner yang formulanya khusus ibu hamil. Kami mengerti kekhawatiran Mama seputar kesehatan rambut. Mencari produk yang aman digunakan untuk jangka panjang, tak hanya selama hamil, tapi berlanjut ketika nanti menyusui.
Jadi sampo dan conditioner Mama pastikan tidak mengandung bahan-bahan ini, yang membahayakan perkembangan Janin:
1. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)
SLS dapat mengiritasi kulit dan kulit kepala pada sebagian orang, terutama yang sensitif. Perlu diluruskan: tidak ada bukti bahwa SLS pada sampo membahayakan perkembangan janin atau merusak organ hati, penilaian keamanan CIR menempatkannya sebagai bahan yang aman pada kadar yang dipakai di produk yang dibilas. Selain itu dapat menyebabkan iritasi mata, merusak organ hati jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh dan dapat menyerap jumlah lemak dan protein yang ada pada tubuh karena SLS bersifat korosif.
Baca juga: Bahaya SLS untuk Ibu Hamil, Cukup Kurangi atau Hindari?
2. Paraben
Biasa digunakan sebagai pengawet untuk mencegah bakteri tumbuh pada sampo. Namun bila sering digunakan, bahan ini dapat meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker, terutama kanker payudara.
3. Silikon
Pada awalnya, silikon dapat membuat rambut terlihat lebih berkilau dan halus. Namun ternyata, bila sering digunakan, silikon akan membentuk lapisan yang membebani batang rambut dan menjadikannya kusam dan berminyak.
4. Alkohol
Sebagian besar alkohol dapat membuat rambut kering dan dapat membuat kulit kepala menjadi gatal. Bila Mama menemukan kata ‘prop’ pada alkohol, seperti ‘Isopropyl’ Alcohol misalnya, sebaiknya dihindari ya, Ma.
Lalu aku pakai sampo apa, dong?
Untuk #KurangiWorry Mama, dan nggak galau lagi karena rambut rontok. Mama’s Choice menghadirkan Mama’s Choice Treatment Shampoo
Produk terbaru dari kami aman dan efektif Mama gunakan, tak berdampak negatif pada Mama dan janin, karena:
-
Teruji klinis mencegah rambut rontok dan meningkatkan kekuatan rambut.
-
Ekstrak alami Kiwi dan Kemiri, kaya akan nutrisi untuk rambut, teruji klinis merangsang pertumbuhan rambut yang lebih sehat dengan mengaktifkan sel induk pada folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut, berupa lubang kecil yang terdapat di kulit kepala).
-
Diformulasikan tanpa SLS, paraben, alkohol, dan silikon, pilihan bagi Mama yang menginginkan formula lebih lembut selama kehamilan dan menyusui
-
Mengandung Green Pea, atau lazim disebut Kacang Polong. Bermanfaat mengembalikan kesehatan rambut Mama.
-
Kami pastikan melewati riset dan juga uji klinis di Singapura bebas dari toksin berbahaya.
https://static.cdntap.com/mamas-choice/wp-content/uploads/2021/06/anti-hair-fall-kit-mamas-choice-hair-care.mp4?quality=70 #KurangiRontok Mama dengan Mama’s Choice Treatment Shampoo. Rambut sehat dan kuat dari akar, hati pun tenang, karena semua bahan yang kami gunakan, hanya kandungan natural, tanpa efek samping.
Rontok Saat Hamil dan Setelah Melahirkan Itu Berbeda
Selama kehamilan, kadar estrogen yang tinggi justru menahan rambut lebih lama di fase pertumbuhan. Banyak Mama merasa rambutnya lebih tebal. Kerontokan yang berat selama kehamilan karena itu tidak lazim, dan sebaiknya diperiksa: penyebabnya bisa anemia, gangguan tiroid, kekurangan zat besi, atau stres berat.
Setelah melahirkan, kadar estrogen turun dan rambut-rambut yang tertahan tadi masuk ke fase rontok bersamaan (telogen effluvium). Ini biasanya mulai sekitar 2–4 bulan pascapersalinan dan membaik dalam 6–12 bulan.
Periksakan bila kerontokan disertai kebotakan setempat, kulit kepala meradang, atau berlangsung lebih dari setahun.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
