Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Apakah Payudara Kecil Mempengaruhi Jumlah ASI?

Menjelang persalinan Si Kecil, tidak jarang Mama merasa galau. Salah satu yang bisa membuat galau adalah payudara kecil memengaruhi jumlah ASI.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Apakah Payudara Kecil Mempengaruhi Jumlah ASI?

Menjelang persalinan Si Kecil, tidak jarang Mama merasa galau. Salah satu yang bisa membuat galau adalah payudara kecil memengaruhi jumlah ASI. Nah apakah benar payudara kecil memengaruhi jumlah ASI? Yuk, cari tahu kebenarannya di sini, Ma!

Benarkah Payudara Kecil Mempengaruhi Jumlah ASI Mama?

Tidak sedikit Mama yang merasa ukuran payudara memengaruhi jumlah ASI yang diberikan pada Si Kecil saat menyusui. Kondisi ini menyebabkan Mama yang merasa ukuran payudaranya kecil menjadi minder dan khawatir tidak dapat memenuhi kecukupan ASI bayi.

Melihat kekhawatiran tersebut, Mama’s Choice pun mencoba mencari tahu fakta dengan melakukan konsultasi bersama Mama Citra Ayu Mustika, seorang konselor laktasi dalam Live Streaming “Besar Kecil Payudara Semua bisa Meng-ASIhi”. 

Apapun ukuran payudara, selama dinyatakan sehat secara medis, semua Mama tetap dapat menyusui bayi, Citra Ayu Mustika, konselor laktasi.

Ukuran payudara besar dan kecil juga tidak memengaruhi volume ASI Mama. Sebab ukuran payudara dipengaruhi oleh jaringan lemak. Mama yang memiliki payudara kecil, memiliki jaringan lemak yang sedikit. Begitupun sebaliknya, Mama dengan payudara lebih besar memiliki lebih banyak jaringan lemak.

ASI sendiri diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar ASI pada payudara. Berbeda dengan jaringan lemak, jumlah jaringan pada kelenjar ASI tidak selalu terkait dengan ukuran payudara. Inilah mengapa besar kecilnya payudara tidak menjadi tolok ukur jumlah ASI yang Mama hasilkan.

payudara kecil memengaruhi jumlah asi

Maka dari itu, untuk para Mama yang merasa memiliki ukuran payudara yang kecil tidak perlu khawatir tidak dapat mengeluarkan ASI yang cukup atau bahkan tidak bisa menyusui. Kondisi tidak bisa menyusui sebenarnya bukan kendala utama. 

Mama Citra juga menyebutkan bahwa secara fisiologis perempuan diciptakan untuk menyusui karena memiliki kelenjar ASI pada kedua sisi payudara.

Pada usia kehamilan 4-5 bulan sebenarnya tubuh sudah memproduksi ASI atau proses laktogenesis tahap 1. Pada tahap ini, ASI belum dapat dikeluarkan oleh payudara karena hormon menyusui masih tertahan oleh hormon kehamilan. 

Baca juga: Manfaat Fenugreek ASI Booster untuk Payudara Ibu Menyusui

Masalah Medis yang Menghambat Pemberian ASI

payudara kecil memengaruhi jumlah asi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat kondisi medis yang membuat Mama tidak dapat menyusui dengan ukuran payudara yang kecil. Sebut saja masalah kesehatan hipoplasia. 

Hipoplasia merupakan kondisi medis di mana payudara tidak mengalami pengembangan jaringan pada kelenjar ASI sebagaimana mestinya. Akibatnya Mama yang mengalami hipoplasia dapat kesulitan untuk memproduksi ASI bahkan tidak bisa mengeluarkan susu sama sekali. 

Bagi Mama yang mengalami hipoplasia, jangan langsung berputus asa, ya. Nyatanya, ibu dengan hipoplasia masih dapat menyusui bayi. Walaupun memang diperlukan bantuan medis dari dokter atau ahli laktasi, hal ini berguna untuk mengawasi atau memonitoring angka kecukupan ASI pada Si Kecil

Baca juga: 5 Makanan Ini Bisa Bantu Lancarkan ASI, Semuanya Enak!

Mengapa ASI Masih Sulit Keluar?

Untuk Mama dengan payudara kecil dan ASI sulit keluar, jangan berkecil hati, ya. Beberapa Mama dengan ukuran payudara kecil pun bisa menemukan kendala aliran ASI terhambat. Kondisi ini mungkin cukup mengganggu, namun bukan berarti Mama tidak bisa menyusui hingga Si Kecil berusia 2 tahun. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendukung Mama agar tetap bisa memberikan ASI kepada Si Kecil. Beberapa cara di antaranya adalah:

1. Menggunakan SNS

SNS atau Supplemental Nursing System cara untuk membantu proses pemberian ASI menggunakan alat khusus. Alat ini biasanya terdiri dari wadah khusus berupa botol atau bag untuk mengisi ASI atau susu formula. 

Kemudian wadah ini akan disambungkan dengan selang medis berukuran kecil yang salah satu ujungnya ditempelkan pada puting payudara Mama. Dengan begitu susu dari wadah dapat mengalir dan diminum oleh bayi sambil menyusui.

2. Menggunakan booster atau galaktogogum

Penggunaan booster atau galaktogogum herbal maupun bahan kimia yang sesuai dengan anjuran dari dokter dapat membantu proses pemberian ASI, Ma. Salah satu booster yang bisa Mama gunakan adalah Mama’s Choice Breastfeeding Support.

Suplemen dengan 100% bahan natural ini mengandung fenugreek, almond, kedelai dan daun katuk yang kaya protein dan vitamin E untuk menstimulasi kelenjar ASI. Bahan-bahan tersebut membantu merangsang kerja hormon prolaktin serta melengkapi nutrisi ibu menyusui, sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

8 dari 10 responden survei kepuasan konsumen internal Mama’s Choice merasa produksi ASI-nya meningkat setelah rutin mengonsumsi Almond Milk Powder dan Breastfeeding Support.

Angka ini adalah laporan perasaan responden, bukan pengukuran volume ASI dan bukan uji klinis.

Mama’s Choice Breastfeeding Support 100% natural dan halal, serta aman dikonsumsi oleh ibu yang vegan dan vegetarian.

Jadi tidak perlu minder ya Ma, jika payudara kecil. Mama tetap bisa menyusui Si Kecil kok. Besar atau kecil ukuran payudara Mama tidak masalah, yang penting nutrisi buah hati dapat terpenuhi.

Artikel terkait: 8 Tips Melancarkan ASI yang Sedikit & Seret secara Alami

Sumber:

verywellfamily.com

instagram.com

babycentre.co.uk

babycenter.com

verywellfamily.com

webmd.com

Dua Hal yang Sering Salah

Ukuran payudara tidak menentukan jumlah ASI. Yang menentukan adalah jaringan kelenjar susu, bukan jaringan lemak yang menentukan ukuran, dan seberapa sering serta efektif ASI dikeluarkan.

Kolostrum bisa keluar sejak masa kehamilan. Sebagian Mama mendapati beberapa tetes cairan kekuningan pada trimester kedua atau ketiga; itu normal. Tidak keluarnya tetesan itu juga normal, dan bukan pertanda produksi ASI akan sedikit.

Kecukupan ASI dinilai dari Si Kecil, jumlah popok basah, pertambahan berat badan mengikuti kurva, dan bayi yang tampak puas setelah menyusu, bukan dari ukuran payudara atau hasil pompa.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

1 juta+ terjualASI Booster - Almond Milk Powder

Best seller·Breastfeeding

ASI Booster - Almond Milk Powder

Rp 77.900Rp 109.000hemat 29%

4.9 · 245 ulasan

Baca juga