Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Tingkatkan Produksi ASI Mama dengan Kapsul Pelancar ASI

ASI Booster atau laktogogue seringkali menjadi penolong Mama, saat mengalami kondisi ASI sedikit. Jangan lupa untuk susui di kedua sisi payudara ya, Ma.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Biji fenugreek dalam mangkuk kayu

ASI booster atau galactagogue dapat digunakan sebagai suplemen tambahan pada kondisi tertentu ketika produksi ASI dirasa kurang. Perlu diletakkan dengan benar sejak awal: yang paling menentukan produksi ASI adalah seberapa sering dan seberapa efektif payudara dikosongkan, suplemen posisinya mendukung, bukan menggantikan. Salah satu ASI booster yang paling populer adalah kapsul pelancar ASI.

Selain karena banyak pilihan yang tersedia di pasaran, kapsul pelancar ASI menjadi favorit Mama karena cara konsumsinya yang cenderung lebih mudah dibandingkan ASI Booster jenis lain.

Berbagai Kondisi yang Memerlukan Pelancar ASI

Berbagai Kondisi yang Memerlukan Pelancar ASI

Menurut dr. Margaret Mutiaratirta Sugondo, Konselor Laktasi RS Pondok Indah, Puri Indah, konsumsi ASI Booster terkadang memang diperlukan, untuk kondisi-kondisi berikut:

  • Mama yang menerapkan metode exclusive pumping atau menyusui bayinya tidak secara lengsung, melainkan menggunakan ASI perah.

  • Mama yang menyusui setelah relaktasi, yaitu proses menyusui kembali setelah sebelumnya sempat berhenti.

  • Mama yang mengalami low milk supply karena tidak langsung menyusui setelah bayi lahir, biasanya terjadi karena bayi/Mama sakit sehingga harus dipisahkan setelah kelahiran.

  • Mama yang menyusui Bayi hasil Adopsi

Tips Melancarkan ASI

Mama yang mengalami kondisi-kondisi tersebut, juga bisa melakukan beberapa hal berikut ini, untuk merangsang produksi ASI. Berikut adalah hal-hal yang bisa Mama lakukan:

1.Susui Si Kecil Sesegera Mungkin

Ibu Menyusui Bayi Baru Lahir

Jika tidak ada kondisi yang mengharuskan Mama menunda proses laktasi, segeralah susui si kecil setelah lahir. Jangan ditunda. Semakin lama menunda, semakin besar risiko Mama mengalami kondisi low milk supply.

2. Sering-seringlah Menyusui Si Kecil

Sering itu kuncinya.

Mama bisa menyusui si kecil setidaknya 2, 3 jam sekali atau 8, 12 kali sehari. Semakin sering Mama menyusui si kecil, maka semakin sering juga tubuh mendapat sinyal untuk memproduksi hormon pemicu ASI, sehingga ASI akan semakin banyak. Susui di kedua sisi, ya.

3. Perhatikan Posisi Mulut si Kecil Saat Menyusu

Pastikan mulut si kecil melekat sempurna pada puting Mama ketika menyusu. Posisi yang benar saat menyusu bukan hanya dapat memperlancar ASI, namun juga bisa menghindari resiko nyeri dan luka pada puting.

4. Lakukan Power Pumping

Mama bisa lakukan pumping atau pemerahan secara rutin, untuk merangsang tubuh agar memproduksi hormon yang memicu payudara untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Caranya, Mama bisa lakukan power pumping selama 1 jam setiap hari, dengan durasi 20 menit pumping, 10 menit istirahat, 10 menit pumping, 10 menit istirahat, dan 10 menit pumping. ASI yang Mama hasilkan dari proses ini bisa disimpan di freezer ya, Ma.

Baca juga: Power Pumping: Kenali Manfaat, Teknik, Jadwal dan Artinya

5. Hindari Penggunaan Pacifier

Anak memegang dot bayi

Penggunaan Pacifier atau dot dapat membuat bayi bingung puting. Bayi yang bingung puting cenderung tidak mau menyusu langsung pada puting Mama, sehingga akan menyebabkan intensitas menyusunya berkurang. Jika itu terjadi, maka produksi ASI di tubuh Mama bisa menurun.

6. Terapkan Pola Hidup Sehat

Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok. Sebaliknya, konsumsilah makanan sehat seperti sayur dan buah, perbanyak minum air putih, dan rutin berolahraga. Penting juga untuk menjaga pikiran agar tetap rileks, untuk menghindari resiko stress, karena stress dapat menyebabkan ASI macet.

7. Cobalah Metode Kangguru

Mama yang memiliki bayi dengan kondisi kelahiran premature, bisa mencoba metode kanguru untuk memudahkan proses menyusui. Gendong atau peluk bayi dengan posisi tertelungkup di atas dada Mama, hadapkan kepala bayi ke samping sehingga telinganya menempel di bagian dada, biarkan kulit Mama dan si kecil saling bersentuhan. Selain memudahkan bayi untuk menyusu, metode ini juga dapat melancarkan produksi Asi Mama lho.

Bahan-bahan Alami untuk Melancarkan ASI

Sambil melakukan tips-tips di atas, Mama bisa mengonsumsi kapsul pelancar ASI sebagai suplemen tambahan agar proses produksi ASI di dalam tubuh bisa lebih maksimal. Mama bisa memilih kapsul pelancar ASI dengan bahan-bahan alami, agar tidak beresiko mengkontaminasi ASI dengan zat berbahaya, sehingga aman bagi si kecil. 

Pertimbangkanlah bahan-bahan alami berikut ini, sebagai bahan utama dalam kapsul pelancar ASI yang Mama konsumsi:****

  • Fenugreek

Biji fenugreek dan daun fenugreek segar

Fenugreek adalah herbal yang paling banyak diteliti sebagai galactagogue, tetapi bukti efektivitasnya masih terbatas dan hasil penelitiannya tidak konsisten. Mekanisme yang sering diajukan: fenugreek merangsang kelenjar keringat, dan kelenjar susu secara embriologis merupakan kelenjar keringat yang termodifikasi. Penjelasan ini masuk akal, dan buktinya belum ada.

  • Daun Katuk

Daun katuk sudah digunakan sebagai ASI booster sejak zaman dahulu kala. Bahkan banyak Mama yang masih menjalankan tradisi memakan sayur daun katuk setiap hari setelah melahirkan, untuk melancarkan ASI. Daun katuk telah diteliti sebagai herbal yang berpotensi membantu meningkatkan produksi ASI, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas. Perlu diluruskan juga: daun katuk tidak mengandung prolaktin, prolaktin adalah hormon yang diproduksi tubuh Mama sendiri, bukan zat dalam tanaman.

Baca juga: Manfaat Alami Daun Katuk untuk ASI Ibu Menyusui

  • Kedelai

Tidak kalah populer dengan daun katuk, kedelai juga sudah lama dipercaya mampu merangsang produksi ASI. Umumnya, kedelai akan diolah menjadi susu, kemudian dikonsumsi sebagai ASI booster. Namun banyak juga kapsul pelancar ASI yang menggunakan kedelai sebagai salah satu komposisinya. Kedelai adalah sumber protein nabati dan vitamin E yang baik untuk gizi Mama. Tetapi belum ada bukti memadai bahwa kedelai meningkatkan kualitas ASI.

Baca juga: Mitos Minuman Susu Kedelai untuk Ibu Menyusui dengan Bayi Laki-Laki

  • Almond

Kacang almond utuh dan belahannya

Almond adalah jenis kacang-kacangan lain, yang juga sering dipertimbangkan sebagai ASI booster. Sama seperti kedelai, biasanya almond akan diolah terlebih dahulu menjadi susu, baru kemudian dikonsumsi dengan tujuan untuk melancarkan ASI. Tidak salah Ma, karena almond adalah salah satu jenis makanan laktogenik yang mampu melancarkan dan merangsang produksi ASI.

Baca juga: Kenali 4 Manfaat Susu Almond sebagai Pelancar ASI Efektif

Kapsul Pelancar ASI dengan Bahan Alami

Nah, jika Mama sedang mencari kapsul pelancar ASI berbahan herbal yang aman dan sudah terbukti mampu meningkatkan produksi dan kualitas ASI, berikut ada satu rekomendasi kapsul pelancar ASI yang bisa Mama coba.

Mama’s Choice Breastfeeding Support (ASI Booster)

Mama bisa mencoba Mama’s Choice Breastfeeding Support sebagai suplemen tambahan untuk membantu merangsang produksi ASI. Produk ini menggunakan bahan-bahan alami seperti daun katuk, almond, fenugreek, dan juga kedelai, sebagai bahan utamanya. 

Banyak Mama yang sudah merasakan perbedaan produksi ASI mereka sebelum dan sesudah mengonsumsi Mama’s Choice BreastfeedingSupport, loh! Mama’s Choice Breastfeeding Support juga berbahan dasar tumbuhan, jadi Mama yang vegetarian tidak perlu khawatir karena aman dikonsumsi. 

Itulah tips memperlancar ASI dengan kapsul pelancar ASI, Ma. Semoga membantu. 

sumber:

healthline.org

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga