Tips Memilih Cream Pemutih Aman untuk Ibu Hamil
Perawatan kulit saat hamil tentu penting supaya Mama bisa tetap tampil cantik. Mama tentu tahu kalau ibu hamil harus menjaga dirinya dengan ekstra hati-hati.

Perawatan kulit saat hamil tentu penting supaya Mama bisa tetap tampil cantik. Namun Mama perlu ekstra hati-hati dalam memilih produk, karena ada kandungan yang dapat membahayakan janin. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui bahan berbahaya yang tidak boleh terkandung pada cream pemutih yang aman untuk ibu hamil.
Perubahan kulit terkait kehamilan banyak dialami para Mama, umumnya ini disebabkan perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Beberapa masalah kulit selama hamil yang paling umum terjadi adalah:
-
Kulit kering
-
Kulit menggelap
-
Jerawat
Selain itu, faktor lain seperti kelelahan juga bisa membuat kulit terlihat pucat. Kondisi ini tentu membuat Mama tergoda untuk menggunakan cream pemutih supaya kulit tetap glowing.
Kandungan Berbahaya untuk Ibu Hamil
Mama tentu tahu kalau ibu hamil harus menjaga dirinya dengan ekstra hati-hati. Misalnya ada beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika sedang hamil. Sekarang Mama juga perlu tahu bahwa ada beberapa kandungan dalam produk perawatan kulit yang perlu dihindari.
“Setiap bahan yang menempel pada kulit memiliki potensi untuk terserap ke dalam aliran darah dan mungkin dapat melewati plasenta, jadi ibu hamil perlu berhati-hati.”, Andrew Healy, dokter kandungan di Amerika.
Ini dia beberapa kandungan berbahaya untuk ibu hamil yang biasanya ditemukan pada produk perawatan kulit. Mama perlu ingat terus karena kandungan ini tetap harus dihindari sampai Mama menyusui, bahkan ketika memilih produk untuk bayi.
1. Phthalates atau ftalat
Phthalates adalah bahan kimia yang banyak ditemukan di produk kecantikan. Kandungan ini dipercaya mengganggu sistem endokrin, yaitu sistem yang mengatur pertumbuhan sel, metabolisme, tumbuh kembang hingga reproduksi.
Penelitian yang diterbitkan oleh Bioscience Research Institute menyebutkan bahwa ftalat terkait dengan kelainan rahim. Mama bisa mengecek keberadaan kandungan ini di kemasan produk dengan nama diethylphthalate (DEP).
2. Retinoid
Kandungan yang satu ini sangat populer dalam produk kecantikan khususnya untuk mencegah penuaan dini dan cream pemutih. Retinoid adalah salah satu kandungan senyawa kimia turunan vitamin A yang dapat meningkatkan produksi kolagen untuk atasi meremajakan kulit.
Khasiatnya dalam mengatasi kerutan membuat retinoid sangat digemari. Selama hamil, seluruh keluarga retinoid, mulai dari retinol, tretinoin, sampai adapalene, memang dihindari.
Perlu diluruskan: angka "risiko cacat bawaan hingga 35%" berasal dari isotretinoin oral, obat jerawat yang diminum, dan angka itu tidak berlaku untuk krim retinoid yang dioleskan. Isotretinoin oral memang mutlak dilarang selama hamil. Retinoid topikal dihindari sebagai kehati-hatian, karena datanya terbatas, bukan karena membawa risiko sebesar itu. Kami menurunkan angka tersebut dari halaman ini.
3. Paraben
Paraben biasanya digunakan sebagai pengawet dalam berbagai produk untuk tubuh seperti sabun, sampo, termasuk cream pemutih. Serupa dengan ftalat, paraben juga merupakan bahan kimia yang mengganggu sistem endokrin.
Sebagian penelitian pada hewan menghubungkan paparan paraben dosis tinggi dengan gangguan reproduksi. Perlu dicatat kadar dan cara paparannya jauh berbeda dari kosmetik.
Perlu diluruskan: FDA menyatakan tidak memiliki informasi yang menunjukkan paraben pada kadar kosmetik berdampak pada kesehatan. Memilih produk tanpa paraben adalah preferensi yang sah, bukan koreksi atas bahaya yang sudah terbukti.
4. Hydroquinone
Hydroquinone adalah bahan pencerah yang biasa diresepkan untuk melasma. Alasannya dihindari saat hamil cukup jelas: proporsi yang terserap lewat kulit relatif besar dibandingkan bahan kosmetik lain, sementara datanya pada kehamilan terbatas. American Academy of Dermatology memasukkannya sebagai perawatan yang ditunda sampai setelah melahirkan.
Yang jauh lebih berbahaya, dan sering luput: krim pemutih tanpa izin edar yang dijual bebas di lokapasar masih kerap ditemukan mengandung merkuri. Ini bahaya nyata, bukan kehati-hatian. Pastikan produk punya nomor BPOM, dan bisa dicek di cekbpom.pom.go.id.
Baca juga: Apakah Boleh Suntik Putih Saat Hamil? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya
Cream Pemutih yang Aman untuk Ibu Hamil
Jadi, Mama perlu menghindari cream pemutih yang mengandung bahan-bahan di atas. Pilihlah produk yang memiliki kandungan bahan alami dan diformulasikan khusus bagi ibu hamil. Dengan begitu, risiko kulit mengalami iritasi selama hamil pun akan berkurang.
Tidak usah bingung, Mama bisa menggunakan Mama’s Choice Daily Protection Face Moisturizer PA++. Krim pelembap satu ini diperkaya dengan kandungan rice extract dan hyaluronic acid yang efektif mencerahkan sekaligus melembapkan kulit wajah Mama.
Untuk hasil lebih maksimal, lengkapi dengan menggunakan pembersih wajah Mama’s Choice Gentle Face Wash terlebih dulu. Produk ini juga mengandung rice extract, serta hydrolyzed collagen extract yang bermanfaat untuk membersihkan sekaligus menutrisi kulit wajah.
Tentunya kedua produk ini bebas dari bahan toksin yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Sebagai gantinya, Mama’s Choice Daily Protection Face Moisturizer PA++ dan Mama’s Choice Gentle Face Wash kaya akan kandungan yang aman, halal, dan natural sehingga bisa membuat kulit wajah Mama menjadi glowing alami.
Itu dia tips memilih cream pemutih yang aman untuk ibu hamil. Tunggu apa lagi? Yuk, rawat kulit Mama agar tetap cerah dan sehat selama kehamilan dengan prosuk yang aman, halal, dan natural!
Artikel terkait: Kulit Kusam Saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya! Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.




