Cara Mengatasi Masuk Angin Pada Ibu Hamil, Boleh Kerokan?
Saat ibu hamil masuk angin, bolehkah kerokan? Sebelum buru-buru kerokan, simak cara alami mengatasi masuk angin pada ibu hamil berikut ini!

Mama sedang hamil dan sering merasa masuk angin? Ternyata hal tersebut wajar dialami ibu hamil lho. Lantas bagaimana cara yang aman untuk mengatasi masuk angin pada Ibu hamil? Bolehkah ibu hamil kerokan saat masuk angin? Yuk baca terus sampai habis.
Masuk angin sebenarnya tidak ada dalam istilah medis, sebab masuk angin bukanlah penyakit, melainkan sekumpulan masalah kesehatan. Gejala masuk angin memang tidak nyaman, seperti: perut kembung, mual, tidak nafsu makan, pusing, lemas, diare, hingga badan pegal-pegal.
Saat masuk angin, masyarakat Indonesia umumnya mengatasinya dengan kerokan. Namun pada saat ibu hamil, upayakan mengatasi masuk angin dengan cara alami sebelum kerokan. Karena itu, kenali penyebab masuk angin saat hamil untuk tahu cara mengatasinya.
Penyebab Masuk Angin Saat Hamil
Selain karena sakit flu atau maag, sensasi masuk angin sering dirasakan oleh ibu hamil karena beberapa penyebab berikut:
1. Meningkatnya hormon
Saat hamil, hormon progesteron bekerja dengan melemaskan otot di seluruh tubuh, termasuk di saluran pencernaan. Akibatnya proses pencernaan jadi melambat dan makanan pun menumpuk dalam usus. Kondisi ini akhirnya membuat muncul gas dalam perut Mama, sehingga perut terasa kembung dan tidak nyaman terutama setelah makan dalam porsi besar.
Sementara itu, meningkatnya hormon estrogen membuat tubuh Mama lebih banyak menyimpan gas dan air. Ini yang menyebabkan Mama merasa sering mual dan begah.
Peningkatan hormon secara signifikan juga bisa membuat Mama tiba-tiba pusing, bahkan migrain. Hal ini bisa semakin parah jika Mama lelah, banyak pikiran, stres, dan kurang istirahat.
2. Rahim membesar
Bertambahnya usia kehamilan membuat rahim Mama membesar untuk menampung Si Kecil yang sedang tumbuh. Saat rahim mengembang, ia memberi tekanan pada organ di sekelilingnya sehingga menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit dan gas berlebih. Efeknya, perut Mama jadi lebih sering kembung dan tidak nyaman.
3. Konsumsi makanan
Ada beberapa makanan yang dapat memicu gas dalam perut lho, Ma. Sebagian besar gas berlebih yang membuat perut kembung diproduksi saat usus sedang memproses makanan yang sulit dicerna. Contohnya adalah gorengan, susu, pemanis buatan, minuman bersoda, serta beberapa jenis sayur dan buah-buahan tertentu, misalnya apel dan kol.
Tapi respons setiap orang terhadap makanan berbeda-beda. Karena itu, perhatikan makanan apa saja yang bisa membuat perut Mama kembung, ya.
Baca juga: Cara Mengatasi Perut Begah dan Kembung Saat Hamil Muda
Cara Alami Mengatasi Masuk Angin Pada Ibu Hamil
1. Ubah kebiasaan makan
Ada beberapa tips makan yang bisa Mama terapkan:
-
Jangan langsung makan dalam porsi besar, sebaiknya makan dalam porsi kecil tapi sering.
-
Hindari makanan dan minuman yang bisa memicu produksi gas dalam perut
-
Perbanyak makanan berserat untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
-
Kurangi konsumsi micin/MSG yang bisa memicu sakit kepala.
Selain itu, hindari juga makan terburu-buru. Mengunyah dengan perlahan akan membantu menghancurkan makanan sehingga pencernaan tidak bekerja terlalu berat.
2. Banyak minum air putih
Air putih sangat penting untuk melancarkan sistem pencernaan sehingga bisa mencegah dan mangatasi perut kembung. Selain itu, air putih juga baik untuk mencegah dehidrasi dan membantu Mama tetap berstamina sepanjang hari.
3. Banyak bergerak
Berolahraga atau sekedar beraktifitas rutin dapat membuat gas berlebih dalam ikut bergerak keluar tubuh melalui kentut. Mama juga bisa mencoba menggulung badan layaknya seorang janin dengan kaki menekuk ke dada, untuk membantu menekan gas di perut agar mudah keluar.
4. Jauhi stres
Stres dan cemas tanpa disadari bisa mengganggu kesehatan tubuh dan sistem pencernaan Mama. Jadi, ibu hamil disarankan untuk banyak istirahat, rileks, dan menjauhi pemicu cemas dan stres. Luangkan waktu Mama untuk meditasi, me time, dan lakukan hobi.
Baca juga: Cara Mengatasi Kecemasan Pada Ibu Hamil
Bolehkah Ibu Hamil Kerokan Saat Masuk Angin?

Menurut dr. Seprini Timurtini Limbong, kerokan saat hamil sebenarnya tidak masalah selama tidak berlebihan dan tidak terlalu kencang. Namun kerokan tidak disarankan saat memasuki trimester ketiga, sebab dapat memicu hormon oksitosin yang berpotensi menyebabkan kontraksi dini.
Jika ibu hamil saat masuk angin merasa kurang enak badan dan ingin kerokan, maka harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Berikut ini beberapa tipsnya.
-
Gunakan logam yang tidak tajam agar jangan sampai melukai kulit.
-
Jangan terlalu kencang saat kerokan.
-
Gunakan minyak herbal khusus Ibu hamil untuk mengerok.
Sebaiknya hindari menggunakan minyak angin biasa yang belum tentu aman untuk ibu hamil. Minyak yang tidak tepat dapat diserap dalam darah dan menjadi toksin yang membahayakan kandungan (memicu kontraksi). Selain itu, hindari minyak dengan bahan campuran seperti alkohol, parfum sintetis, danmineral oil yang dapat mengiritasi dan menyumbat pori-pori kulit.
Minyak Herbal Khusus yang Aman untuk Ibu Hamil
Mengandung minyak zaitun dan grapefruit oil yang dapat menghangatkan tubuh dan meredakan perut kembung Mama.
Selain untuk kerokan, minyak herbal ini juga cocok digunakan untuk pijat saat Mama merasakan pegal-pegal, sakit punggung hingga nyeri otot. Selain halal, minyak herbal yang ini juga bebas dari bahan berbahaya seperti parfum buatan, alkohol, mineral oil, dan pengawet.
Yuk segera
Demikian cara mengatasi masuk angin pada ibu hamil dan jawaban atas pertanyaan bolehkah ibu hamil kerokan atau tidak. Mama tidak perlu kuatir karena merasa masuk angin saat hamil itu wajar. Tapi kalau sampai Mama mengalami pusing tidak tertahankan, nyeri hebat pada perut, atau sembelit parah, segera konsultasikan ke dokter.
Semoga masuk angin Mama dapat segera teratasi ya!
"Masuk Angin" Bukan Diagnosis Medis
Istilah ini tidak punya padanan diagnosis dalam kedokteran. Yang dirasakan biasanya kumpulan gejala: badan pegal, perut kembung, meriang, atau gejala infeksi saluran napas seperti flu biasa.
Itu penting karena penanganannya bergantung pada apa yang sebenarnya terjadi, dan sebagian di antaranya perlu diperiksa.
Soal Kerokan Saat Hamil
Jujurnya: belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan kerokan terbukti aman maupun terbukti membahayakan janin selama kehamilan. Penelitiannya terbatas.
Yang bisa dikatakan dengan pasti adalah mekanismenya. Kerokan tidak "mengeluarkan angin" dan tidak mengobati penyebab sakitnya. Garis merah yang muncul adalah pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit akibat gesekan, itulah yang terlihat, bukan angin yang keluar.
Risikonya karena itu bersifat kulit: memar, iritasi, dan rusaknya lapisan pelindung kulit bila digosok terlalu kuat. Selama kehamilan, kulit juga cenderung lebih sensitif.
Kalau Mama tetap ingin melakukannya, gunakan tekanan ringan, hindari area perut, dan hentikan bila terasa perih.
Yang Justru Tidak Boleh Diabaikan
Demam ≥38°C saat hamil perlu diperiksakan. Suhu setinggi itu bisa menandakan infeksi yang perlu ditangani, bukan sekadar "masuk angin", dan demam tinggi pada kehamilan sendiri perlu dikendalikan.
Periksakan juga bila muncul sesak napas, nyeri dada, muntah terus-menerus sehingga sulit minum, atau gejala yang tidak membaik dalam beberapa hari.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
