Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Tips Mengatasi 4 Jenis Kecemasan pada Ibu Hamil

Finansial, persalinan... selalu ada hal yang membuat ibu hamil cemas & stress. Yuk cari tahu cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Perempuan tampak lelah

Melihat dua garis muncul pada alat tes kehamilan membawa perasaan yang campur aduk bagi calon ibu. Perasaan yang muncul saat mengetahui ibu hamil bisa kaget, senang, bersemangat, atau malah cemas? Agar tak berlebihan, simak cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil berikut ini.

Setiap calon ibu memiliki kekhawatiran, tetapi jika kecemasan mulai tidak terkendali, penting untuk mempelajari cara mengendalikannya atau mencari bantuan.

Apa saja yang Membuat Ibu Hamil Cemas?

Selalu ada hal yang membuat ibu hamil cemas dan stres, mulai dari yang tampak sepele hingga hal besar. Oleh karena itu, calon Mama perlu mewaspadai penyebab kecemasan agar bisa mengendalikan stres. Berikut rangkuman penyebab kecemasan yang sering terjadi pada ibu hamil dan cara mengatasi nya.

Artikel Terkait: Mengatasi Kecemasan Paling Umum Saat Hamil

1. Bagaimana jika finansial belum mencukupi?

Kami tahu, tidak semua kehamilan hadir dengan terencana. Biasanya, kehamilan yang tidak terencana menimbulkan keraguan dari segi finansial orang tua, seperti berapa biaya rumah sakit, apakah bisa mencukupi kebutuhannya kelak, dan sebagainya.

cara mengatasi kecemasan finansial pada ibu hamil

Entah bagaimanapun keadaannya, setiap kehamilan harus diterima sebagai karunia. Dan Mama harus yakin bahwa setiap anak memiliki rezeki masing-masing. Fokuslah pada apa yang Mama dan Papa bisa kerjakan untuk memenuhi kebutuhannya. Sisanya, serahkan pada Yang Mahakuasa.

Artikel terkait: 7 Tips Keuangan untuk Calon Orang Tua

2. Mungkinkah saya mengalami keguguran

Calon ibu terutama yang baru hamil pertama kali memiliki kecenderungan untuk menganalisa gejala kehamilan secara berlebihan, dan segera khawatir bila ada yang berbeda dari ibu hamil lainnya. Apalagi jika kehamilan ini sudah dinanti-nantikan sejak sekian tahun lamanya.

cara mengatasi kecemasan keguguran pada ibu hamil

Keguguran adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali ibu, mungkin akibat kelainan kromosom yang mencegah janin berkembang secara normal. Tetapi daripada tenggelam akibat kecemasan, ibu hamil dapat fokus mengatasi kecemasan ini dengan cara menjauhi merokok dan alkohol.

“Setelah dokter dapat melihat detak jantung (usia  6–8 minggu) kemungkinan keguguran berkurang menjadi 5 persen. Dan kemungkinan mengalami keguguran trimester kedua sangat kecil, kurang dari 3 persen”, Diane Ashton, MD, MPH, wakil direktur medis untuk March of Dimes.

3. Kemungkinan persalinan berjalan tidak lancar

Ada daftar panjang kekhawatiran ibu hamil seputar persalinan: mulai dari preeklampsia, persalinan prematur, tali pusar melilit, tidak sampai ke rumah sakit tepat waktu, persalinan sakit, hingga pendarahan.

3. Kemungkinan persalinan berjalan tidak lancar

Tenang ma, miliaran wanita telah melakukan ini. Dan dengan kemajuan pengetahuan medis sekarang ini, ada banyak hal yang bisa diusahakan untuk mengatasi rasa sakit bersalin. Mama bisa mencari tahu tentang gentle birth, bagaimana manajemen nyeri, dan diskusikan semuanya dengan dokter.

Baca juga: 3 Tahap Penting dalam Persalinan Normal yang Harus Dilalui

4. Apakah saya sudah melakukan hal yang tepat

Pikiran seperti: apakah saya sudah mencukupi kebutuhan nutrisi janin, suplemen apa yang harus saya minum, bahkan hingga, apakah sabun yang saya pakai ini berbahaya, memang sering muncul selama kehamilan. 

4. Apakah saya sudah melakukan hal yang tepat

Kecemasan ini wajar terjadi, karena sebuah kehidupan baru ini bergantung sepenuhnya pada Mama, dan Mama sedang “berbagi tubuh” dengan makhluk lain. Otomatis semua pilihan asupan yang Mama makan dan produk yang Mama gunakan akan diserap juga oleh Si Kecil di dalam sana.

Pilihan Mama lah yang Mengamankan Keluarga

Tidak semua hal dalam hidup dapat dikendalikan, bahkan jenis kelamin calon bayi Mama. Karena itu, fokuslah mengatasi kecemasan yang bisa ibu hamil kendalikan, seperti kesehatan dan kecerdasan buah hati, dengan cara memilih asupan dan produk yang terbaik dan aman.

Beralih ke produk perawatan yang aman dan bebas toksin seperti Mama’s Choice misalnya, bisa  menjadi cara mengurangi kecemasan ibu akan paparan bahan kimia berbahaya terhadap janin.

Pilihan Mama lah yang Mengamankan KeluargaMenemani Mama @asmirandah89 dalam perjalanan keibuan pertamanya Di Mama’s Choice, kami selalu berusaha menyediakan produk perawatan dari bahan natural untuk ibu hamil dan menyusui. Semua produk kami telah teruji klinis aman di Singapura.

Mencuci pakaian bayi Cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil yang terbaik adalah mengetahui bahwa Mama telah memberi yang terbaik bagi buah hati. Mama’s Choice akan selalu mendampingi Mama dengan produk berkualitas dan terjangkau. 

Yuk #KurangWorry bersama Mama’s Choice!

Pilihan Mama lah yang Mengamankan Keluarga

Baca juga: 7 Cara Menjadi Ibu yang Baik Versi Dirimu Sendiri

Sumber:

Healthline.com

Pregnancy.com

Whattoexpect.com

Catatan: angka 5% setelah detak jantung terlihat adalah rata-rata, bukan angka pribadi. Risiko sebenarnya berbeda menurut usia Mama, usia kehamilan, riwayat sebelumnya, dan ada tidaknya gejala, dan itu dinilai oleh dokter, bukan dari satu angka umum. Mengetahui angka rata-rata jarang menenangkan kecemasan; yang lebih membantu adalah pertanyaan yang dijawab langsung pada pemeriksaan.

Dan perlu disebutkan jelas: mengganti produk perawatan atau deterjen bukan penanganan untuk kecemasan saat hamil. Kecemasan perinatal umum terjadi dan bisa ditangani. Bila rasa cemas berlangsung lebih dari dua minggu, mengganggu tidur, makan, atau aktivitas sehari-hari, muncul serangan panik, atau ada pikiran untuk menyakiti diri sendiri, hubungi tenaga kesehatan. Terapi bicara efektif, dan bila diperlukan obat, tersedia pilihan yang aman untuk kehamilan dan menyusui.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga