Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Membersihkan Kotoran Hidung Bayi yang Tersumbat

Tidak seperti orang dewasa, bayi akan kebingungan dan terganggu ketika ada kotoran yang menyumbat hidungnya. Semoga berhasil ya, Ma!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Ibu menatap bayinya

Tidak seperti orang dewasa, bayi akan kebingungan dan terganggu ketika ada kotoran yang menyumbat hidungnya. Yuk simak bagaimana cara membersihkan kotoran hidung bayi yang tersumbat di sini, Ma!

Cara Membersihkan Kotoran di Hidung Bayi

Jangan diremehkan ya Ma, membersihkan kotoran di hidung bayi sangat penting agar Si Kecil bisa bernapas dengan baik, terutama ketika sedang menyusui. Tenang Ma, ada beberapa cara yang bisa Mama coba untuk mengatasi hal ini.

1. Menggunakan bulb syringe

Cara Membersihkan Kotoran Hidung Bayi yang Tersumbat

Bulb syringe adalah penyedot kotoran hidung bayi yang bentuknya mirip seperti bohlam. Cara memakainya adalah dengan meremas bagian bohlam sehingga udara keluar. Lalu letakkan bagian ujung di hidung Si Kecil dan lepaskan bagian bohlam secara perlahan sehingga kotoran dalam hidung bisa tersedot.

Biasanya bagian ujung bulb syringe bisa dilepas dan ditukar dengan ukuran lain. Sesuaikanlah ukurannya dengan hidung Si Kecil agar kotoran bisa ditarik dengan maksimal. Jangan lupa untuk membersihkan bagian ujung sebelum digunakan untuk menghindarkan paparan bakteri.

Alat ini cocok untuk mengeluarkan kotoran berupa lendir. Kalau kotoran berbentuk padat, Mama bisa melunakkannya dulu dengan menggunakan larutan garam.

2. Aspirator hidung (nasal aspirator)

cara membersihkan hidung bayi

Alat ini bekerja dengan prinsip yang sama seperti bulb syringe, namun bentuknya berbeda. Nasal aspirator berbentuk seperti tabung pada jarum suntik yang dilengkapi dengan filter sekali pakai dan corong panjang.

Bagian ujung aspirator diletakkan ke hidung Si Kecil, dan corong panjang dimasukkan ke mulut Mama. Kemudian Mama bisa menyedot corong perlahan supaya kotoran dalam hidung bayi bisa keluar. Adanya filter akan menjamin kotoran tidak masuk ke mulut Mama.

3. Semprotan hidung (nasal spray)

Cara Membersihkan Kotoran Hidung Bayi yang Tersumbat

Kalau kotoran di hidung bayi terlalu kental sehingga sulit dikeluarkan dengan 2 alat di atas, Mama bisa mencoba menggunakan nasal spray. Semprotan hidung ini mengandung air saline yang berfungsi untuk membersihkan lendir pada hidung bayi.

Jangan menyemprotkan saline dari satu lubang hidung sampai keluar di lubang yang lain. Cara itu berisiko membuat cairan masuk ke saluran napas bayi.

Yang benar: baringkan Si Kecil telentang dengan kepala sedikit menengadah, teteskan satu sampai dua tetes saline khusus bayi di tiap lubang hidung, tunggu sekitar satu menit supaya lendirnya melunak, lalu sedot dengan lembut di bagian depan lubang hidung saja. Jangan memasukkan ujung alat sedot atau cotton bud jauh ke dalam.

Nasal spray untuk bayi biasanya sudah dirancang khusus supaya semprotannya tidak terlalu kencang. Jangan lupa untuk bersihkan bagian ujungnya sebelum menggunakan ya, Ma.

4. Oogie Bear

Alat ini berbentuk seperti tongkat kecil dengan pengait pada dua sisi ujungnya. Ujung yang satu terututup, berfungsi untuk menarik kotoran kering yang menempel. Sementara ujung satunya lagi terbuka, digunakan untuk mengambil kotoran cair.

Oogie bear dirancang dengan desain yang lucu sehingga bayi tidak merasa takut saat menggunakan. Alat ini juga terbuat dari material yang aman untuk bayi, tanpa lateks, tanpa BPA dan PVC.

Cara pakainya cukup dimasukkan ke dalam hidung bayi, lalu tarik kotorannya keluar. Mudah ya, Ma. Selain untuk membersihkan kotoran di hidung, oogie bear juga bisa mengeluarkan kotoran di telinga bayi lho. Jangan lupa untuk mencucinya hingga bersih sebelum Mama gunakan, ya!

Baca juga: Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Menurunkan Demam pada Bayi

Tips Atasi Hidung Tersumbat pada Bayi

Selain menggunakan alat-alat di atas, Mama juga bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk mengencerkan kotoran hidung bayi supaya lebih mudah dikeluarkan.

  • Melembapkan udara kamar dengan humidifier, bukan uap atau air panas, yang berisiko membuat bayi tersiram atau terhirup terlalu panas

  • Mandi air hangat singkat, atau duduk bersama Si Kecil di kamar mandi yang beruap dari air hangat keran (bukan air mendidih)

  • Memberi pijatan lembut dengan baby calming tummy oil

Untuk mencegah hidung tersumbat, Mama juga perlu menjaga kualitas udara di rumah. Jauhkan Si Kecil dari asap rokok, bulu hewan, dan debu supaya bayi bisa bernapas dengan baik.

Segera cari pertolongan medis bila Si Kecil tampak sulit bernapas, napas cepat, cuping hidung kembang kempis, atau dada dan sela iga tertarik ke dalam, bibir atau wajah kebiruan, menolak menyusu, sangat lemas dan sulit dibangunkan, atau demam pada bayi di bawah 3 bulan. Hidung tersumbat biasa tidak menimbulkan tanda-tanda itu.

Itu dia beberapa cara membersihkan kotoran hidung bayi yang bisa Mama coba. Semoga berhasil ya, Ma!

Mama’s Choice Baby Hair and Body Wash, sampo bayi

Artikel terkait: Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

Kapan Hidung Bayi Perlu Dibersihkan

Tidak setiap kali terdengar berbunyi. Hidung bayi memang sempit, dan suara mendengus saat bernapas sering normal.

Yang benar-benar perlu dibantu adalah ketika sumbatan mengganggu menyusu, bayi melepas payudara berulang kali untuk bernapas, atau mengganggu tidur, atau ketika lendir mengering menjadi kerak di lubang hidung.

Membersihkan terlalu sering justru mengiritasi lapisan dalam hidung dan membuatnya memproduksi lebih banyak lendir.

Cairan Saline Paling Sering Terlewat

Menyedot lendir yang kental tanpa dilunakkan lebih dulu jarang berhasil dan membuat bayi tidak nyaman.

Teteskan satu sampai dua tetes cairan saline di tiap lubang hidung, tunggu sekitar satu menit, baru sedot. Perbedaannya besar.

Saline bayi dijual bebas, dan cukup aman dipakai beberapa kali sehari.

Cara Memegang Bayi Supaya Prosesnya Cepat

Baringkan bayi telentang dengan kepala sedikit lebih tinggi. Bungkus tangannya dengan bedong tipis bila ia banyak melawan, ini mempersingkat waktu dan mengurangi risiko alat menyentuh terlalu dalam.

Masukkan ujung alat hanya sedikit, jangan diarahkan ke atas, dan hentikan bila keluar darah.

Lakukan sebelum menyusu, bukan sesudah. Hidung yang lega membuat bayi menyusu lebih baik, dan menyedot setelah kenyang bisa memicu gumoh.

Membersihkan Alatnya

Langkah ini sering dilewatkan, padahal alat yang lembap adalah tempat bakteri berkembang.

Cuci dengan air hangat dan sabun pencuci botol setiap selesai dipakai, bilas sampai bersih, dan keringkan benar-benar sebelum disimpan. Bulb syringe perlu dipompa berulang di dalam air bersih agar bagian dalamnya ikut terbilas.

Ganti bila bagian dalamnya mulai berubah warna atau berbau.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan bila bayi bernapas cepat, cuping hidungnya kembang kempis, ada tarikan di dada saat bernapas, bibir atau sekitar mulut kebiruan, demam pada bayi di bawah tiga bulan, tidak mau menyusu, atau lendirnya berwarna kehijauan disertai demam yang menetap.

Bayi baru lahir bernapas lewat hidung hampir sepenuhnya, sehingga sumbatan berat pada mereka lebih serius daripada pada anak yang lebih besar.

Sumber:

healthline.com

oogiebear.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami