Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Fluoride Saat Hamil: Berbahaya atau Soal Takaran?

Ternyata fluoride memiliki 6 bahaya bagi ibu hamil dan janin, lho. Apa saja? Simak juga cara menjaga kesehatan mulut yang tepat selama hamil!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Ibu hamil beraktivitas di rumah pada siang hari

Fluoride adalah mineral yang sering ditambahkan pada pasta gigi. Meski penggunaannya cukup umum, ibu hamil perlu waspada terhadap fluoride. Sebab jika tertelan, fluoride dalam pasta gigi bisa menimbulkan bahaya yang berisiko pada perkembangan janin dalam kandungan.

Dosis yang Menentukan

Sebelum masuk ke daftar di bawah, satu hal perlu diluruskan supaya tidak salah dibaca.

Fluoride aman dan efektif mencegah gigi berlubang jika digunakan dalam takaran yang tepat. IDAI dan American Academy of Pediatrics justru menganjurkan pasta gigi berfluoride sejak gigi pertama tumbuh, dengan takaran yang disesuaikan usia:

  • Di bawah 3 tahun: setipis butir beras (rice-grain smear)

  • 3–6 tahun: sebesar biji kacang polong, dan dampingi anak saat menyikat gigi

Efek samping yang diuraikan di bawah muncul pada paparan berlebih, misalnya menelan pasta gigi dalam jumlah besar berulang kali, atau air minum dengan kadar fluoride tinggi, bukan pada pemakaian normal.

Lalu kenapa kami memilih formula tanpa fluoride? Bukan karena fluoride berbahaya, melainkan karena bayi dan balita belum bisa berkumur dan meludah, dan pada trimester pertama mual sering membuat menyikat gigi jadi buru-buru. Untuk anak yang belum bisa meludah dengan benar, pasta gigi non-fluoride menjadi pilihan yang aman. Bagi yang sudah bisa, pasta gigi berfluoride tetap pilihan yang baik.

Apa yang Terjadi Bila Paparan Fluoride Berlebih

Keenam efek samping ini seringkali tidak disadari, namun ada banyak penelitian yang memaparkan bahaya fluoride bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungan. Simak selengkapnya! 

1. Keracunan

Bahaya fluoride dapat menyebabkan keracunan

Sejatinya, fluoride tidak direkomendasikan untuk masuk ke dalam tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan, senyawa kimia fluoride yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak bisa menyebabkan keracunan.

Fluoride bisa masuk ke dalam tubuh baik melalui endapan sisa-sisa pasta gigi yang ada di mulut atau secara tidak sengaja tertelan. Kadang-kadang, beberapa orang tua melaporkan kasus anak mereka tak sengaja memakan pasta gigi berfluoride. menunjukkan sinyal tidak sehat seperti mual dan muntah, sakit kepala, hingga terganggunya sistem pencernaan.

2. Gigi menguning

Fluorosis: gigi kuning akibat kelebihan fluoride

Terlalu banyak dosis fluoride yang masuk ke dalam tubuh justru bisa menyebabkan gigi menguning. Gejala ini disebut dengan fluorosis.

Fluorosis adalah gejala munculnya noda kecoklatan dan bintik-bintik kuning pada permukaan gigi akibat pembentukan enamel gigi tidak sempurna. Kalau Mama sudah mengalami gejala ini, ada baiknya Parents perlu meninjau ulang pasta gigi yang Mama gunakan, ya. Pilih**pasta gigi tanpa fluoride**yang aman dan diperkaya dengan bahan-bahan natural.

Baca juga: Tentang fluorosis, overdosis fluoride yang sebabkan gigi menguning

3. Penyerapan kalsium terhambat

Kalsium terhambat akibat fluoride.

Kalsium dan fluoride sama-sama berperan pada kekuatan gigi, dan keduanya bekerja bersama, bukan saling meniadakan. Klaim bahwa fluoride menghambat penyerapan kalsium tidak didukung bukti pada kadar yang dipakai dalam pasta gigi.

Padahal, kalsium adalah zat yang harus tercukupi oleh tubuh, terlebih lagi pada ibu hamil dan menyusui karena berperan dalam pembentukkan otot, tulang, otak, dan sistem saraf pada janin.

4. Kaitan dengan Perkembangan Saraf Janin

Klaim ini perlu diluruskan. Kekhawatiran soal fluoride dan perkembangan otak berasal dari penelitian tentang fluoride yang tertelan dalam jumlah besar dan terus-menerus, terutama dari air minum berkadar fluoride tinggi, jauh di atas kadar pada produk perawatan gigi. Monograf National Toxicology Program (2024) sendiri membatasi temuannya pada air minum di atas 1,5 mg/L dan menyatakan datanya belum memadai untuk kadar yang lebih rendah. Fluoride topikal berbeda: pasta gigi dan obat kumur dikumur lalu diludahkan, sehingga jumlah yang tertelan sangat kecil. ADA dan ACOG menyatakan fluoride topikal aman dan justru dianjurkan selama kehamilan untuk mencegah gigi berlubang, asalkan tidak ditelan.

Mengejutkan, namun berdasarkan penelitian tersebut, inilah fakta efek samping penggunaan fluoride pada pasta gigi yang dipakai oleh ibu hamil. Oleh karenanya, Mama dianjurkan untuk membatasi penggunaan fluoride selama kehamilan, ya.

Artikel Terkait: 4 Alasan Beralih ke Pasta Gigi Tanpa Fluoride

5. Mempercepat osteoporosis

Fluoride menyebabkan osteoporosis lebih cepat

Jika proses terhambatnya penyerapan kalsium bisa mengganggu pertumbuhan janin, maka bagi ibu hamil dampak negatifnya adalah munculnya gejala osteoporosis. Gejala ini memiliki ciri nyeri tulang, pegal linu berlebihan, hingga kram akibat melemahnya otot dan rapuhnya ligamen tulang. Efek terburuknya, bisa menyebabkan kanker tulang.

6. Hipersalivasi

Meningkatnya air saliva akibat salah pasta gigi,

Sebuah **penelitian di Swedia**menyebutkan bahwa menggunakan pasta gigi dengan fluoride dapat menyebabkan produksi air ludah menjadi lebih banyak. Kondisi ini adalah tanda hipersalivasi. Meski tidak berbahaya, hal ini bisa menyebabkan aktivitas oral (mengunyah makanan, menelan ludah, dan lain-lain) terganggu.

Tetap jaga kesehatan mulut dengan pilihan yang lebih aman

Dengan adanya 6 bahaya fluoride dalam pasta gigi di atas, bukan berarti ibu hamil jadi menghindari gosok gigi ya. Mama tetap harus menjaga kebersihan mulut, gigi dan gusi sambil membatasi kandungan fluoride yang masuk ke dalam tubuh.

Mama bisamemilih pasta gigi tanpa fluoride yang lebih aman untuk kesehatan. Namun, pastikan pasta gigi tanpa fluoride tersebut mengandung bahan alami pengganti fluoride yang efektif menjaga kesehatan dan kekuatan gigi.

Seperti **Mama’s Choice Toothpaste, yang mengandung siwak sebagai pengganti zat kimia fluoride.**Siwak adalah bahan natural dengan zat fluorida alami, serta telah direkomendasikan oleh WHO sebagai alternatif alami untuk merawat kesehatan gigi.

Tetap jaga kesehatan mulut dengan pilihan yang lebih aman

Dengan siwak dan bahan natural lainnya, **Mama’s Choice Toothpaste**dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut tanpa efek samping. Kesehatan janin tetap terjaga, begitu juga dengan mulut Mama selama kehamilan. Produk pasta gigi khusus ibu hamil dan menyusui pertama di Indonesia ini juga unggul dengan formulanya yang aman tanpa fluoride, tanpa SLS, dan tanpa triclosan.

Pasta gigi Mama

Pilih yang aman untuk kesayangan, yuk! #KurangiWorry seputar kesehatan gigi dan diri Mama mulai dari sekarang, dengan #PilihanAmanMama.

Tetap jaga kesehatan mulut dengan pilihan yang lebih aman

Dua Koreksi Tambahan

Fluorosis tidak terjadi pada orang dewasa. Fluorosis adalah kondisi yang terbentuk selama masa pembentukan gigi di masa kanak-kanak, ketika email gigi masih terbentuk di dalam gusi. Pemakaian pasta gigi berfluoride oleh ibu hamil tidak menyebabkan gigi Mama sendiri menguning.

Soal IQ janin. Penelitian yang mengaitkan paparan fluoride dengan skor IQ anak masih diperdebatkan di kalangan ahli, dan sebagian besar meneliti paparan dari air minum berkadar tinggi, bukan pemakaian pasta gigi harian. Sampai saat ini belum ada lembaga kesehatan resmi yang melarang penggunaan pasta gigi berfluoride bagi ibu hamil.

Menyajikan satu temuan sebagai konsensus medis akan membuat Mama menghindari hal yang justru melindungi giginya selama kehamilan, ketika gusi lebih rentan meradang.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami