Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Triclosan adalah Zat Berbahaya, Benarkah?

Paling banyak ditemukan pada sabun dan pasta gigi, benarkah triclosan berbahaya untuk kesehatan? Biasanya, zat kimia ini ditemukan di produk kebersihan tubuh.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Triclosan adalah Zat Berbahaya, Benarkah?

Triclosan adalah zat yang sering ditemukan dalam sabun antibakteri. Siapa sangka, kehadiran zat ini justru bisa merusak kekebalan tubuh secara berkala. Bagi ibu hamil dan menyusui, tentu saja triclosan adalah zat yang tidak direkomendasikan untuk digunakan sehari-hari.

Apa itu triclosan?

Apakah triclosan sebagai antibakteri berbahaya?

Triclosan adalah zat kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan dan mematikan bakteri atau jamur yang merugikan. Biasanya, zat kimia ini ditemukan di produk kebersihan tubuh.

Biasanya triclosan terdapat pada produk:

  • Sabun mandi antibakteri

  • Sabun cuci tangan

  • Deterjen

  • Pasta gigi

  • Tisu pembersih

Selain untuk mencegah pertumbuhan bakteri, zat ini juga difungsikan sebagai pengawet produk. Dengan begitu, jamur dan bakteri tidak akan mudah tumbuh. Namun, ternyata penelitian menyebutkan zat ini justru bisa membahayakan tubuh jika digunakan dalam jangka panjang.

Bahaya triclosan untuk kesehatan

bahaya triclosan untuk ibu hamil

Dilansir dari WebMD, fungsi triclosan sebagai antibakteri justru dapat membasmi bakteri-bakteri baik yang seharusnya bermanfaat untuk metabolisme tubuh. Jika bakteri-bakteri baik terserang, maka bakteri jahat dapat dengan mudah berkembang biak di dalam tubuh.

Journal of Antimicrobial Chemotherapy menyebut kemungkinan resistensi silang, yaitu bakteri yang menjadi kurang peka terhadap antibiotik. Perlu dicatat: ini kekhawatiran terhadap resistensi bakteri, bukan bukti bahwa triclosan melemahkan sistem imun manusia. Sebagian besar temuan berikut ini berasal dari penelitian laboratorium atau hewan pada kadar tinggi, dan belum terbukti terjadi pada pemakaian produk sehari-hari bakteri atau virus.*

Adapun bahaya triclosan dalam jangka panjang dapat menyebabkan:

  • Mengacaukan sistem endokrin. Bagi ibu hamil, ini bisa menghambat pertumbuhan saraf janin.

  • Gangguan hormon di dalam tubuh

  • Melemahkan metabolisme tubuh

  • Pada ibu hamil, tentu berpengaruh pada proses pembentukkan sistem imunitas tubuh janin

Bagi ibu hamil dan menyusui, rusaknya kekebalan tubuh tentu akan berpengaruh pada janin atau bayi. Janin dan bayi akan lebih mudah terserang virus melalui plasenta (bagi ibu hamil) atau ASI (pada ibu menyusui). Jadi, sebaiknya hindari produk kebersihan tubuh seperti pasta gigi dan sabun yang mengandung triclosan ya, Mama.

Dampak negatif triclosan untuk kehamilan

bahaya triclosan untuk ibu hamil

Selain itu, triclosan juga bisa mengendap pada darah dalam waktu yang lama, lho, Ma. Darah akan mengalirkan zat antibakteri ini ke seluruh tubuh dan berpotensi merusak sistem endokrin. Tentu saja, hal ini juga sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Jika sistem endokrin terganggu, hormon dalam tubuh pun akan ikut terganggu dan menyebabkan kerusakan pada fungsi organ tubuh tertentu. Beberapa akibat dari ketidakseimbangan hormon antara lain ialah:

  • Gangguan tidur

  • Sakit kepala berlebihan

  • Gejala diabetes

  • Gangguan fungsi otak dan saraf

  • Mudah lelah

Sementara bagi janin dan juga bayi, efek buruk triclosan adalah pertumbuhan otak dan sel sarafnya menjadi terhambat. Akibat terburuknya, bahaya triclosan untuk perkembangan janin menyebabkan:

  • Keterlambatan perkembangan usia janin

  • Bayi lahir dengan berat badan tidak normal

  • Gender bias

  • Kelahiran prematur

  • Bayi lahir dengan kelainan bawaan akibat pertumbuhan yang kurang optimal

Cara aman lindungi tubuh tanpa zat antiseptik

Cara aman lindungi tubuh tanpa zat antiseptik

Food and Drugs Administration USA menyebutkan bahwa zat kimia ini tidak lagi boleh dipergunakan untuk produk perawatan tubuh apapun. Termasuk halnya **pasta gigi,**yang dapat bersinggungan langsung dengan organ mulut.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya Mama mulai lebih teliti memastikan pada produk yang Mama gunakan tidak mengandung triclosan, triclocarban, dan senyawa turunannya.

Resistensi antibiotik seperti yang disebabkan oleh zat tersebut sudah dikecam keras oleh **organisasi kesehatan dunia (WHO)**karena tidak terbukti efektif mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh, dan tidak memberikan efek apapun bagi kesehatan manusia.

Telah hadir pasta gigi tanpa triclosan yang aman untuk ibu hamil dan menyusui

Mama’s Choice hadir sebagai produk perawatan yang aman dan sehat untuk digunakan, khususnya selama kehamilan. Semua produk Mama’s Choice hadir dengan tanpa mengandung triclosan serta zat kimia berbahaya lainnya seperti paraben, SLS, alkohol, phthalates, dan fluoride.

Salah satu produk bebas triclosan dari Mama’s Choice, adalah Mama’s Choice Toothpaste.

Telah hadir pasta gigi tanpa triclosan yang aman untuk ibu hamil dan menyusui

Tak ada lagi alasan untuk meremehkan hidup sehat, bukan? [co.id/universal-link/mamaschoiceid?deep_and_web=1&utm_campaign=s145504671_SS_ID_OTHR_all-product&utm_source=MMC-Blog&utm_medium=seller&utm_content=triclosan-adalah-antibakteri-berbahaya&smtt=9) untuk mendapatkan solusi kesehatan dan produk yang aman bagi Mama dan keluarga.

Yuk, mulai teliti untuk kesehatan Mama dan si calon buah hati! 🙂

Yang Sebenarnya Dilakukan FDA

Perlu diperjelas, karena sering disalahpahami:

Pada 2016 FDA melarang penggunaan triclosan dalam sabun antibakteri cuci-bilas untuk konsumen, bukan pada semua produk perawatan. Alasannya, produsen tidak dapat menunjukkan produk itu lebih baik daripada sabun biasa, sekaligus kekhawatiran jangka panjang terhadap resistensi bakteri.

Triclosan masih diizinkan pada beberapa produk lain, termasuk pasta gigi tertentu di sejumlah negara, di mana manfaatnya terhadap gusi memang terbukti.

Klaim bahwa triclosan mengubah jenis kelamin janin, menyebabkan kanker, atau merusak sistem imun pada pemakaian biasa tidak termasuk yang sudah terbukti, temuan itu berasal dari penelitian sel dan hewan pada kadar yang jauh lebih tinggi daripada paparan sehari-hari.

Yang tetap berlaku dan berguna: untuk mencuci tangan, sabun biasa dan air sudah cukup baik, dan tidak memerlukan bahan antibakteri tambahan.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami