Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Begini Cara Pasta Gigi Tanpa Fluoride Melindungi Gigi

Benarkah pasta gigi tanpa fluoride melindungi gigi dengan sama baiknya? Jawaban jujurnya: **tidak.** Fluoride adalah bahan dengan bukti pencegahan gigi berlubang paling kuat, dan formula tanpa fluoride tidak memberikan perlindungan karies yang setara. Memilihnya adalah soal preferensi dan kenyamanan, dan bila risiko gigi berlubang Mama atau Si Kecil tinggi, bicarakan dulu dengan dokter gigi. Tapi, bagaimana sih, kinerja pasta gigi tanpa fluoride?

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi di tepi wastafel

Benarkah pasta gigi tanpa fluoride melindungi gigi dengan sama baiknya? Jawaban jujurnya: tidak. Fluoride adalah bahan dengan bukti pencegahan gigi berlubang paling kuat, dan formula tanpa fluoride tidak memberikan perlindungan karies yang setara. Memilihnya adalah soal preferensi dan kenyamanan, dan bila risiko gigi berlubang Mama atau Si Kecil tinggi, bicarakan dulu dengan dokter gigi. American Cancer Society justru menyatakan bukti yang ada tidak menunjukkan kaitan antara fluoridasi air dan risiko kanker.

Tapi, bagaimana sih, kinerja pasta gigi tanpa fluoride? Apakah tetap bisa melindungi gigi dan gusi secara menyeluruh? Simak penjelasannya lebih lanjut di artikel Mama’s Choice berikut ini, yuk!

Siwak dan kalsium sebagai pengganti fluoride

siwak dapat menggantikan fungsi fluoride

Meskipun fluoride tidak disarankan, tapi fluoride tetap banyak digunakan sebagai salah satu komponen utama pasta gigi. Di sini, fluoride berfungsi untuk menguatkan gigi, membersihkan enamel gigi, serta mencegah gigi berlubang.

Sayangnya, jarang sekali pasta gigi yang menampilkan berapa banyak kadar fluoride yang terdapat dalam produknya. Padahal, jika dikonsumsi atau kontak dengan tubuh dalam jumlah yang terlalu banyak, fluoride bisa menjadi zat yang bisa membahayakan kesehatan.

Pada dasarnya, peran fluoride untuk menguatkan gigi bisa digantikan dengan beberapa bahan lain. Adapun beberapa alternatif zat alami yang bisa menggantikan fungsi fluoride, antara lain:

  • Kalsium

  • Siwak

  • Teh hijau

  • Klorofil

Beberapa zat di atas memiliki fungsi yang hampir sama untuk kesehatan gigi dan mulut. Jika terdapat beberapa bahan lain yang mendukung, bahan-bahan tersebut tentu akan saling melengkapi.

Seperti halnya siwak dan kalsium, kedua zat ini sama-sama berfungsi menguatkan gigi dan diperoleh dari bahan yang aman dan alami.

Alternatif bahan alami lainnya juga bisa diperoleh dari daun teh hijau dan klorofil. Selain menguatkan akar gigi, kedua zat ini juga dapat mencegah adanya peradangan pada gusi dan mulut.

Kalsium pada pasta gigi sudah mencukupi

Fungsi kalsium untuk kesehatan gigi

Tanpa adanya fluoride pada pasta gigi, fungsi kalsium pada dasarnya sudah memenuhi kebutuhan seseorang untuk menjaga kesehatan dan kekuatan gigi. Terlebih lagi, beberapa pasta gigi juga diperkaya dengan takaran kalsium yang cukup tinggi, untuk memberikan perlindungan ekstra pada gigi dan gusi.

Misalnya, dengan memangkas kadar fluoride dan menggantikannya dengan lebih banyak kadar kalsium, pasta gigi tanpa fluoride tetap optimal untuk menguatkan gigi dengan cara yang aman, sehat, dan alami.

Terlebih lagi jika pasta gigi tanpa fluoride tersebut juga dilengkapi dengan bahan alami yang juga bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi, seperti**Mama’s Choice Maternity Toothpaste**dengan ekstrak siwak dan klorofil di dalamnya. 

Pasta gigi tanpa fluoride, jauh lebih sehat dan aman

Pasta gigi Mama

Bagi ibu hamil dan menyusui, fluoride sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi karena bisa berdampak pada kesehatan janin atau bayi. Tentu, pasta gigi tanpa fluoride merupakan pilihan yang jauh lebih aman, sehat, dan bermanfaat karena tidak memberikan efek samping sedikitpun bagi tubuh. 

Peran fluoride yang dapat digantikan dengan alternatif bahan alami lainnya, tetap bisa memenuhi kebutuhan kesehatan gigi dan mulut Mama, kok! Pasta gigi tanpa fluoride akan tetap bekerja secara optimal dan membantu Mama merawat kesehatan gigi dan gusi selama masa kehamilan hingga menyusui.

Lebih menguntungkannya lagi, pasta gigi tanpa fluoride jauh lebih sehat dan bisa digunakan untuk anak-anak serta keluarga. Selamat mencoba, ya, Ma!

Baca juga: 4 keuntungan memilih pasta gigi tanpa fluoride, apa saja, ya?

Apa yang Menggantikan Peran Fluoride

Bila memilih pasta gigi tanpa fluoride, perlindungan tidak hilang, tetapi berpindah ke kebiasaan.

Frekuensi gula, bukan hanya jumlahnya. Mulut menjadi asam sekitar 20 menit setiap kali makan. Ngemil manis lima kali sehari lebih merusak daripada satu porsi besar sekaligus.

Menyikat dua kali sehari selama dua menit penuh, terutama sebelum tidur, ketika produksi air liur menurun dan gigi paling rentan.

Membersihkan sela gigi. Sikat hanya menjangkau tiga dari lima permukaan tiap gigi.

Air putih setelah makan untuk membantu menetralkan asam.

Kontrol gigi rutin, dan sampaikan bahwa Mama memakai pasta tanpa fluoride agar dokter gigi bisa menilai risiko gigi berlubang secara keseluruhan.

Bahan yang Sering Menggantikan

Hidroksiapatit. Mineral yang secara alami menyusun email gigi. Beberapa penelitian menunjukkan kemampuan remineralisasi, meski bukti jangka panjangnya belum sebanyak fluoride.

Xylitol. Membantu mengurangi bakteri penyebab gigi berlubang.

Siwak. Sudah lama dipakai dan mengandung mineral serta senyawa antibakteri alami.

Kalsium dan fosfat. Mendukung proses remineralisasi permukaan gigi.

Untuk Siapa Pilihan Ini Paling Masuk Akal

Bayi dan balita yang belum bisa meludah, karena apa pun yang dipakai sebagian akan tertelan.

Ibu hamil yang mual, di mana rasa mint kuat memicu muntah, pasta tanpa fluoride sering berformula lebih ringan.

Keluarga yang air minumnya sudah mengandung fluoride tinggi, sehingga asupan totalnya perlu dijaga.

Yang perlu dipertimbangkan ulang: bila Mama atau anak sering mengalami gigi berlubang, bukti untuk fluoride kuat dan itu layak dibicarakan dengan dokter gigi sebelum memutuskan.

Yang Perlu Diluruskan

Fluoride bukan racun pada takaran yang dipakai di pasta gigi, dan fluorosis hanya terbentuk selama gigi sedang dibentuk, kira-kira sampai usia delapan tahun. Gigi kuning pada orang dewasa hampir selalu noda kopi, teh, rokok, atau email yang menipis. Fluorosis jarang menjadi sebabnya.

Memilih tanpa fluoride adalah keputusan yang sah. Ia hanya perlu diambil dengan alasan yang benar, dan diimbangi dengan kebiasaan di atas.

Tanda Gigi Perlu Diperiksa Segera

Apa pun pasta gigi yang dipakai, beberapa hal tidak boleh ditunda sampai kontrol berikutnya.

Nyeri berdenyut, terutama yang membangunkan di malam hari. Gusi bengkak bernanah atau pembengkakan di pipi. Bercak putih kapur di dekat garis gusi, yang merupakan tanda paling awal gigi berlubang dan masih bisa dipulihkan bila ditangani cepat. Gigi yang goyang di luar masa tanggal gigi susu.

Untuk anak, kunjungan pertama dianjurkan sekitar ulang tahun pertama atau saat gigi pertama tumbuh, jauh lebih awal daripada yang banyak orang kira.

Pasta gigi tanpa fluoride, jauh lebih sehat dan aman

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami