Baby Sleep Training: Manfaat, Cara, dan Kapan Memulainya
Bayi sudah mulai besar, tapi Mama masih kesulitan untuk membuatnya tidur tanpa harus digendong atau menyusu? Namun, Mama dan Papa tidak perlu khawatir.

Si Kecil sudah besar, dan masih belum bisa tidur tanpa digendong atau menyusu sampai terlelap.
Baby sleep training adalah cara melatihnya tertidur sendiri. Waktunya lebih menentukan daripada metodenya, dan memulai terlalu dini membuat keduanya lebih berat.
Mengenal Baby Sleep Training
Sleep trainingatau pelatihan tidur merupakan proses membantu bayi untuk belajar tidur sendiri tanpa bantuan sepanjang malam. Selain itu, sleep trainingjuga mengajarkan bayi untuk kembali tertidur sendiri setelah terbangun di malam hari. Praktik ini sudah sangat lazim dilakukan dalam parentingdi dunia barat, Ma.
Tidak perlu menunggu bayi disapih untuk memulai sleep training*.*Jadi, kapan sleep trainingbaik untuk dilakukan pada bayi?
Mengutip dari What to Expect, para ahli merekomendasikan memulai sleep training saat bayi berusia 4 hingga 6 bulan. Pada usia ini, bayi secara fisik dapat bertahan selama enam hingga delapan jam dalam semalam tanpa perlu menyusu.
Selain meningkatkan kualitas tidur bayi maupun Mama dan Papa, ada manfaat lain dari sleep training, di antaranya:
-
Bayi mampu tidur sendiri tanpa bergantung pada hal tertentu.
-
Baik untuk perkembangan anak dari segi berat badan hingga kecerdasan otak.
-
Mama dan Papa memiliki waktu berkualitas berdua lebih banyak.
Cara Baby Sleep Training
Menerapkan sleep trainingkepada bayi memang tidak mudah. Namun, Mama dan Papa tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara sleep training yang dapat Mama dan Papa terapkan pada Si Kecil.
1. No Tears

Cara sleep trainingsatu ini dapat Mama lakukan dengan duduk menemani di sebelah di kecil sebelum tidur. Tujuannya adalah agar ia merasa tenang ketika ingin tidur karena melihat wajah ibunya.
Tapi, bagi sebagian besar Mama merasa bahwa cara ini sulit untuk diterapkan karena bayi mungkin akan merajuk saat melihat ibunya, meminta disusui, atau digendong. Karena itu, cara ini lebih cocok dilakukan jika usia bayi sudah mulai besar, misalnya 1 tahun.
2. Cry-It-Out
Berbanding terbalik dengan cara sleep trainingsebelumnya, pada cara “Cry-It-Out” Mama justru perlu agak sedikit kejam karena harus membiarkan bayi menangis sekencang-kencangnya dan meninggalkannya sendiri. Kuncinya, pastikan bayi sudah kenyang, popok bersih, dan ia dalam keadaan siap untuk tidur.
Mama pun tidak perlu menenangkannya, cukup berdiam di pintu. Setelah bayi lelah, ia akan tertidur dengan sendirinya. Cara ini melatih bayi agar dapat menenangkan diri sendiri dan mencari posisi nyamannya. Namun, perlu komitmen dan keteguhan Mama untuk bisa berhasil.
3. Metode Ferber
Tidak ingin menggunakan metode sekejam Cry-It-Out? Mama bisa mencoba metode Ferber, dengan membiarkan bayi menangis selama jangka waktu tertentu sebelum Mama memeriksanya. Tambah waktu interval untuk menangis selama beberapa menit sampai dia tertidur. Misalnya awalnya Mama mengecek setelah 5 menit, kemudian 10 menit, dan seterusnya.
“Menurut saya tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa membiarkan bayi menangis itu dapat merusak psikologisnya, sebaiknya kita membiarkan bayi menangis 5 hingga 10 menit” kata Michael Dickinson, dokter anak di Kanada, dikutip dari Today’s Parent
Selama beberapa malam, Mama boleh secara bertahap menambah panjang interval ini untuk mengurangi kehadiran Mama di kamar bayi agar ia berlatih menenangkan diri sendiri. Setelah berhasil, Mama tidak perlu mengeceknya sama sekali sampai pagi tiba!
4. Whisperer/Fading
Untuk Si kecil yang suka tidur digendong atau dipeluk, Mama bisa melakukan cara sleep trainingsatu ini. Saat bayi mulai menangis, Mama dapat menenangkannya dengan menggendong atau memeluknya. Kemudian Mama bisa meletakkannya di ranjang saat bayi mulai tenang dan belum benar-benar tidur.
Namun, cara ini memang bisa menguji kesabaran Mama, karena sebentar-sebentar harus menggendong untuk menenangkan si bayi saat menangis.
Baca juga: Waktu Tidur Bayi yang Baru Lahir Hingga 12 Bulan
Tips untuk Mempermudah Sleep Training
Agar sukses, ada beberapa tips yang bisa Mama lakukan sebelum memulai sleep training,seperti:
-
Tidurkan bayi pada waktu yang konsisten setiap malam.
-
Pastikan bayi sudah kenyang, popok bersih, dan ia dalam keadaan siap untuk tidur.
-
Boleh melakukan night routine untuk membuat tubuh bayi lebih rileks, dengan cara memandikan dan memberikan pijatan-pijatan lembut sebelum tidur.
Agar lebih efektif, Mama dapat memakai produk yang mengandung lavender, karena lavender telah teruji klinis mampu menenangkan dan membuat bayi tidur lebih nyenyak.
Pilihan Minyak Telon Bayi dengan Kandungan Lavender
Selain dapat memberikan kehangatan, minyak telon dengan Lavender dan Chamomile ini juga dapat membantu mengurangi gejala kolik dan meredakan gangguan pencernaan maupun perut kembung.
Semua produk bayi Mama’s Choice ini bebas paraben, alkohol, dan sulfat (SLS/SLES), sehingga aman u
Hal yang perlu diingat oleh Mama dan Papa yang akan mulai menerapkan sleep trainingpada bayi adalah konsistensi. Jika sehari gagal, usahakan jangan stres dan coba lagi besok. Setiap kemajuan kecil tetaplah berarti untuk perkembangannya.
Semoga informasi cara sleeping trainingini dapat membantu Mama dan Papa mengajarkan bayi untuk tidur lebih nyenyak dan tenang setiap malamnya. Selamat mencoba!
Artikel terkait: Cara Mengatasi Bayi Rewel dan Susah Tidur di Malam Hari
Beberapa Hal yang Perlu Diluruskan
Sleep training bukan night weaning. Sekitar usia 4 bulan, pola tidur bayi mulai lebih teratur dan orang tua dapat mulai membantu bayi belajar tidur mandiri. Kebutuhan menyusu di malam hari tetap berbeda pada setiap bayi, sehingga sleep training tidak selalu berarti menghentikan night feeding.
Menyamakan keduanya berisiko: menahan menyusu malam pada bayi yang masih membutuhkannya bisa memengaruhi berat badannya.
Soal manfaatnya. Bukti untuk behavioral sleep intervention mendukung perbaikan beberapa aspek tidur. Itu tidak cukup untuk menyatakan sleep training meningkatkan berat badan atau kecerdasan anak.
Soal metode Cry-It-Out. Deskripsi "biarkan menangis sekencang-kencangnya dan tinggalkan sendiri" terlalu ekstrem dan mudah disalahartikan sebagai mengabaikan kebutuhan bayi.
Yang lebih tepat: pada metode ini, orang tua memberi bayi kesempatan untuk mencoba kembali tidur sendiri setelah memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Orang tua tetap perlu merespons jika bayi lapar, sakit, popoknya perlu diganti, atau membutuhkan bantuan.
Soal metode Ferber. Tidak benar bahwa setelah berhasil Mama tidak perlu mengecek bayi sama sekali sampai pagi. Tetap respons kebutuhan bayi seperti lapar, sakit, atau kondisi lain yang membutuhkan perhatian.
Apa pun metodenya, aturan tidur aman tidak berubah: telentang, permukaan rata dan kokoh, tanpa bantal dan selimut tebal.
Sumber:
PubMed. (n.d.). PubMed. Retrieved October 21, 2022, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
Today’s Parent, Pregnancy, baby, toddler advice for Canadian parents. (n.d.). Today’s Parent. Retrieved October 21, 2022, from https://todaysparent.com
The #1 Pregnancy & Parenting Brand. (n.d.). What to Expect. Retrieved October 21, 2022, from https://whattoexpect.com
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
