AWAS! Ini 5 Kandungan Skincare Yang Tidak Boleh untuk Ibu
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh Mama, termasuk kulit. Oleh karena itu, merawat wajah saat hamil itu penting juga, Ma.

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh Mama, termasuk kulit. Oleh karena itu, merawat wajah saat hamil itu penting juga, Ma. Namun, Mama harus berhati-hati karena ada kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil. Simak penjelasannya berikut ini!
Kenapa, Sih, Muncul Masalah Kulit Saat Hamil?

Mama sedang hamil dan muncul banyak masalah kulit? Tenang, Mama tidak sendirian. Perubahan kulit selama kehamilan adalah hal yang sangat umum, dan penyebabnya adalah perubahan hormon di dalam tubuh. Angka "lebih dari 90%" pernah beredar di halaman ini tanpa sumber primer, jadi kami turunkan; yang bisa dipastikan adalah bahwa keluhan kulit saat hamil memang lazim, bukan berapa persen tepatnya.
Jangan cemas, karena biasanya masalah kulit selama hamil tidak berbahaya, dan akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Supaya tetap glowing, Mama bisa menggunakan produk perawatan kulit. Tapi hati-hati ya, sebab ada beberapa kandungan skincare yang berbahaya untuk ibu hamil.
Baca juga: Sabun Muka untuk Ibu Hamil, Pilih Hanya yang Aman. Seperti Apa Kategorinya?
Ini 5 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil!
Sebelum memutuskan membeli skincare aman untuk ibu hamil, pastikan Mama membaca bahan-bahan yang terkandung pada labelnya, ya. Perhatikan juga beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil dan harus Mama hindari:
1. SLS
SLS (sodium lauryl sulfate) adalah bahan penghasil buih di banyak sampo dan sabun. Pada sebagian orang, SLS mengiritasi kulit dan memicu sariawan, dan itulah alasan yang jujur untuk menghindarinya.
Perlu diluruskan. SLS bukan zat beracun. Cosmetic Ingredient Review menilai SLS aman pada kadar yang dipakai dalam produk bilas, yang memang hanya sebentar menempel di kulit. Kalimat bahwa SLS merusak sistem saraf, ginjal, atau hati tidak berlaku untuk pemakaian kosmetik dan sudah kami hapus dari halaman ini.
Percobaan pada tikus yang dulu dikutip di sini memakai kadar dan cara paparan yang jauh berbeda dari sabun cuci muka, sehingga tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan risiko pada ibu hamil. Kami mengeluarkannya.
Ringkasnya: SLS adalah soal kenyamanan kulit, bukan soal bahaya bagi janin.
2. Paraben
Paraben adalah pengawet, dipakai dari foundation sampai gel rambut. Fungsinya nyata: tanpa pengawet, produk berbahan air menjadi tempat tumbuh bakteri dan jamur.
Perlu diluruskan. Kaitan paraben dengan kanker payudara belum terbukti. FDA menyatakan tidak memiliki informasi yang menunjukkan paraben pada kadar kosmetik berdampak pada kesehatan, dan American Cancer Society menyatakan tidak ada bukti bahwa paraben menyebabkan kanker payudara. Kalimat lama di halaman ini melampaui buktinya.
Menghindari paraben adalah pilihan, dan pilihan itu sah. Yang tidak sah adalah menyebutnya sebagai bahaya yang sudah terbukti. Produk Mama's Choice diformulasi tanpa paraben karena banyak Mama menginginkannya, bukan karena paraben terbukti berbahaya.
Formaldehyde sebagai pelepas formalin memang pantas dihindari, karena ia iritan dan alergen yang diakui.
3. Alkohol
Alkohol berkadar tinggi (ethyl alcohol, alcohol denat.) mengeringkan kulit dan dapat memperparah rosacea pada orang yang memang rentan. Untuk kulit yang sedang lebih sensitif karena hormon, itu alasan yang cukup untuk menghindarinya.
Perlu diluruskan. Alkohol dalam skincare tidak berbahaya bagi janin; ini soal kenyamanan kulit. Perlu dicatat juga bahwa fatty alcohol seperti cetyl, stearyl, dan cetearyl alcohol justru bahan pelembap, dan sama sekali bukan alkohol yang dimaksud di sini.
4. Pewangi
Pewangi dipakai untuk memberi sensasi menyenangkan saat memakai produk. Alasan menghindarinya saat hamil sederhana dan nyata: pewangi adalah penyebab alergi kontak yang paling sering dalam kosmetik, dan aroma kuat memicu mual di trimester pertama.
Perlu diluruskan. Kalimat bahwa pewangi "berkaitan dengan kanker dan masalah sistem saraf" melampaui bukti yang ada dan kami hapus. Yang terbukti adalah iritasi dan alergi, dan itu sudah cukup menjadi alasan memilih produk tanpa pewangi.
“Dalam jangka pendek, pewangi bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan di area yang terkena,” jelas Engelman. Di label produk, pewangi mungkin tertulis sebagai berikut: parfum, perfume, linalool, limonene, eugenol, citronellol, geraniol,ataucinnamal.
Minyak esensial sebagai alternatif alami parfum buatan yang biasanya dianggap aman pun perlu dihindari ibu hamil dan menyusui untuk sementara waktu. Sebab, ada beberapa jenis minyak esensial bersifat emmenagogue atau mendorong aliran darah menstruasi dan merangsang rahim, sehingga bisa menyebabkan keguguran di tahap-tahap awal kehamilan. Contohnya:
-
Rosemary
-
Cedarwood
-
Clary sage
-
Sage
-
Juniper
-
Thyme
-
Marjoram
-
Vetiver
Minyak esensial yang aman digunakan ibu hamil di antaranya tangerine, chamomile,danpeppermint.
Sebenarnya kandungan minyak esensial dalam produk perawatan kulit sangat sedikit. Namun, karena kuantitasnya tidak dicantumkan di label, sebaiknya Mama tidak menggunakan minyak esensial sama sekali di trimester pertama. Setelah itu, Mama bisa menjauhi minyak esensial yang bersifat emmenagogue saja.
5. Phthalates alias ftalat
Ftalat dipakai agar aroma bertahan lebih lama dan agar produk lebih lentur. Dari kelima bahan di halaman ini, ftalat adalah yang paling pantas dihindari saat hamil, karena ia pengganggu hormon dan sebagian penelitian, termasuk yang dirangkum Harvard Medical School, mengaitkan paparan selama kehamilan dengan perkembangan anak.
Perlu jujur soal kekuatan buktinya: penelitian tersebut bersifat observasional, mengukur paparan dari banyak sumber sekaligus (kemasan makanan, debu rumah, kosmetik), dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Kehati-hatian di sini tetap masuk akal. Taruhannya besar, dan menghindarinya mudah.
Masalah praktisnya: ftalat jarang tertulis di label, karena tersembunyi di dalam kata "fragrance" atau "parfum". Memilih produk tanpa pewangi adalah cara paling efektif menghindari ftalat.
Ini Rangkaian Skincare yang Sudah Pasti Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Mama's Choice punya dua serum yang diformulasikan khusus untuk masa kehamilan dan menyusui. Advanced Brightening Serum menyasar kulit kusam dan flek, sedangkan Anti-Acne Serum menyasar jerawat hormonal. Keduanya memakai teknologi Hyaluronan 11 multi-complex yang menyerap cepat, dan komposisi lengkapnya dicantumkan di halaman produk masing-masing.
Lalu, apa pilihan skincareyang bisa Mama gunakan selama hamil? Tenang, Mama tidak usah bingung lagi karena Mama’s Choice punya jawabannya.
Kini, Mama’s Choice telah meluncurkan Advanced Brightening Serum dan Anti-Acne Serum yang dibuat khusus untuk ibu hamil dan menyusui.
Serum ini diformulasikan untuk masalah kulit Mama akibat perubahan hormonal selama masa kehamilan dan menyusui. Dengan teknologi Hyaluronan 11 multi-complex yang menyerap sempurna, Advanced Brightening Serum ini diklaim efektif mencerahkan kulit dalam 3 hari. Catatan: angka ini berasal dari survei kepuasan konsumen internal, yaitu berapa persen Mama yang merasakan perubahan, bukan pengukuran klinis.
Keunggulan lainnya dari Advanced Brightening Serum ini, antara lain:
-
Ekstrak bunga peony dari Gunung jiri, membantu mencerahkan dan membuat kulit Mama menjadi lebih glowing.
-
Vitamin C, membantu untuk mengurangi bintik hitam dan hiperpigmentasi di kulit wajah.
-
Ceramide NP, berfungsi untuk menghaluskan tekstur kulit dan melembapkan kulit.
-
Niacinamide, membantu memperbaiki warna kulit yang tidak merata.
Sama halnya dengan **Advanced Brightening Serum,**serum wajah dari Mama’s Choice ini ditujukan untuk meredakan jerawat yang meradang selama hamil dan menyusui. Catatan: klaim "dalam 3 hari" berasal dari survei kepuasan konsumen internal, bukan uji klinis pembanding. Beberapa kandungan alami lainnya dalam Anti-Acne Serumini, yaitu:
-
Ekstrak centella asiatica, membantu meredakan peradangan jerawat dan mengontrol minyak berlebih di wajah.
-
Green tea organik, berfungsi untuk menenangkan kulit kemerahan dan Iritasi.
-
Hyaluronan 11 multi-kompleks, pelembap alami yang membantu untuk meningkatkan hidrasi dan menjaga skin barrier.
-
Ceramide NP, berfungsi untuk menghaluskan tekstur kulit dan melembapkan kulit.
-
Niacinamide, membantu memperbaiki warna kulit yang tidak merata.
Mama bisa memilih salah satu jenis serum wajah dari Mama’s Choice ini sesuai dengan kebutuhan kulit Mama selama hamil dan menyusui. Baik **Mama’s Choice Advanced Brightening Serum**maupun **Mama’s Choice Anti-Acne Serum,**keduanya telah teruji secara dermatologis dan hypoallergenic. Catatan: "teruji klinis" pada halaman ini merujuk pada uji penggunaan internal, bukan uji klinis acak dengan kelompok pembanding.
Tahapan Skincare Mama
Nah, biar Mama mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya gunakan juga rangkaian skincarelainnya dari **Mama’s Choice.**Berikut ini tahapan skincareMama menggunakan rangkaian produk dari Mama’s Choice:

-
Langkah 1: gunakan Mama’s Choice Gentle Face Wash untuk mencuci wajah Mama.
-
Langkah 2: gunakan salah satu produk Mama’s Choice Face Serum yaitu Advanced Brightening Serum atau Anti-Acne Serum sesuai dengan kebutuhan Mama.
-
Langkah 3: lengkapi perawatan wajah dengan Mama’s Choice Daily Protection Face Moisturizer.
Jadi, Mama bisa #KurangiWorry dan tidak bingung lagi memilih skincareyang aman untuk ibu hamil dan menyusui, ya. Selamat merawat wajah, Ma!
*Baca juga: Baru! Skincare Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui dari Mama’s Choice
Sumber: McCarthy, C. (2019, March 19). Something else to avoid in pregnancy: Phthalates*. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/something-else-to-avoid-in-pregnancy-phthalates-2019031516224
Catatan: angka "lebih dari 90% ibu hamil mengalami masalah kulit" beredar tanpa sumber primer yang dapat ditelusuri, perlakukan sebagai gambaran umum, bukan data. Klaim hasil dalam hitungan hari, seperti kulit lebih cerah dalam tiga hari, memerlukan pengujian pada produk jadinya dengan titik ukur yang jelas.
Satu hal lagi soal daftar bahan: kehati-hatian pada kehamilan bersifat spesifik, bukan larangan menyeluruh. Yang memang dihindari adalah retinoid (retinol, tretinoin, adapalene) dan hidrokuinon tanpa pengawasan dokter. Sementara salicylic acid pada kadar rendah untuk pemakaian luar umumnya dianggap dapat diterima, dan niacinamide, azelaic acid, vitamin C, serta mineral sunscreen termasuk yang biasa dianjurkan. Yang menentukan adalah bahan mana, pada kadar berapa, dan dipakai di area seluas apa, bukan panjang daftar "bebas dari".
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.







