Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Sindrom Pica, Ngidam yang Tidak Lazim pada Wanita Hamil

Mama pernah ngidam es batu? Atau sabun? Simak penjelasan mengenai sindrom pica atau ngidam tidak lazim pada wanita hamil di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 3 menit baca
Perempuan menyantap kacang almond

Pernahkah Mama mendengar istilah sindrom pica? Atau, pernahkah Mama ngidam es batu saat hamil? Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, risiko dan pengobatan sindrom pica pada wanita hamil di sini!

Apa Itu Sindrom Pica?

Sindrom pica adalah kelainan pada seseorang yang ngidam benda-benda selain makanan (tidak lazim dimakan). Hal ini biasa dikaitkan dengan gangguan pola makan atau eating disorder

ngidam es batu benda selain makanan

Ngidam yang tidak lazim ini dapat terjadi pada ibu hamil, meski anak-anak juga bisa mengalaminya. Gejala utamanya adalah memakan benda-benda seperti:

  • Es batu

  • Tanah liat

  • Pasir

  • Rambut

  • Sabun mandi

  • Uang koin

  • Beras, dll

Baca juga: Ketahui Cara Mengatasi Sindrom Kaki Gelisah pada Ibu Hamil

Apa Penyebab Sindrom Pica?

Hingga saat ini belum ada metode tertentu untuk mengelompokkan penyebab sindrom pica. Para ahli kesehatan perlu menguji berbagai kondisi yang berbeda, termasuk kondisi kesehatan mental pengidap untuk menentukan kemungkinan penyebabnya. 

sindrom pica wanita hamil

Beberapa ahli meyakini bahwa terdapat kelompok yang berisiko tinggi mengidap sindrom pica, di antaranya:

  • Penyintas autisme

  • Wanita hamil

  • Penyintas kondisi kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia

  • Penduduk suatu negara yang memiliki budaya memakan benda-benda tertentu

  • Kekurangan nutrisi (defisiensi zat besi)

Dalam hal ini dapat kita pahami bahwa sindrom pica tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mental, Ma.

Terdapat beberapa kasus yang menunjukkan bahwa pengidap sindrom ini mengalami defisiensi nutrisi seperti kekurangan zat besi, hematokrit rendah, dan hemoglobin rendah. Beberapa ahli percaya bahwa sindrom pica adalah salah satu cara tubuh untuk menggantikan nutrisi yang hilang. –Yasir Khan dan Glenn Kisman, MD, dokter onkologi dari California, dikutip dari Medical News Today

Sindrom Pica pada Wanita Hamil

Beberapa etiologi pica telah diusulkan, termasuk kelaparan, defisiensi mikronutrien, gangguan gastrointestinal, dan peningkatan paparan atau kerentanan terhadap patogen dan toksin, Sera et al, MD, dokter anak dari California

Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi mengidap sindrom pica. Menurut beberapa ahli, terdapat beberapa faktor yang memungkinkan seseorang mengidap sindrom ini, yaitu faktor kelaparan, kekurangan nutrisi, gangguan pencernaan dan terpapar oleh bahan-bahan toksin.

Mama dapat mengurangi risiko terjadinya sindrom pica dengan beberapa cara, yaitu:

1. Menahan Godaan untuk Memakan Benda yang Tidak Lazim

Memakan benda yang tidak lazim dapat membahayakan janin, Ma. Selain itu, Mama berisiko mengalami patah gigi, gangguan pencernaan, keracunan timbal, dan meningkatkan potensi kerusakan otak.

2. Mengalihkan Perhatian

Jika Mama mengalami gejala sindrom ini, hal yang perlu Mama lakukan adalah mencari makanan dengan tekstur yang mirip untuk dimakan. Selain itu, Mama bisa mengalihkan perhatian dengan mencari kegiatan lain yang lebih menenangkan seperti yoga.

3. Mengonsumsi Makanan yang Bernutrisi

Selama hamil, konsumsi makanan yang mengandung zat besi sangat penting untuk diri Mama dan janin. Mama dapat mengonsumsi daging sapi tanpa lemak, ikan salmon, ayam, brokoli, bayam, dan sayuran hijau sumber zat besi lainnya.

ngidam tidak lazim

4. Menghindari Produk Berbahan Toksin

Mama dapat mencegah terjadinya sindrom pica dengan menghindari produk yang mengandung paraben, SLS, triclosan, alkohol, amonia, dan bahan-bahan toksin lainnya.

-i.145504671.7812613230?utm_source=brands-website&utm_medium=seller&utm_campaign=s145504671_SS_ID_OTHR_always-on-article&utm_content=article-sindrom-pica-ngidam-tidak-lazim-pada-ibu-hamil)**

5. Konsultasi dengan Dokter

Apabila Mama mengalami pola makan yang tidak seimbang, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter maupun profesional, ya!

Sekarang Mama sudah kenal dengan istilah sindrom pica, kan? Sindrom ini sama sekali berbeda dengan ngidam pada umumnya ya, Ma. Jangan ragu untuk berbagi cerita dengan Papa, saudara maupun teman apabila Mama mulai merasakan gejalanya. Semoga tulisan ini bermanfaat!

Artikel terkait: Bumil, Waspadai Hiperemesis Gravidarum Selama Hamil

Sumber:

Medicalnewstoday.com

The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene

Pica Perlu Diperiksa

Perlu ditegaskan: mengganti kosmetik, atau menghindari paraben dan SLS, tidak mencegah maupun menangani pica. Tidak ada kaitan yang dibuktikan antara keduanya.

Yang justru perlu dilakukan bila muncul keinginan memakan benda bukan makanan, tanah, kapur, es batu dalam jumlah besar, tepung mentah, cat tembok:

Sampaikan pada bidan atau dokter. Ini bukan hal memalukan dan cukup sering terjadi pada kehamilan.

Yang akan dinilai:

  • Anemia defisiensi besi dan kekurangan zinc: penyebab yang paling sering ditemukan, dan dapat diobati
  • Risiko dari bahan yang termakan: tanah dan cat lama dapat mengandung timbal dan parasit, yang membahayakan janin; keduanya perlu diperiksa

Menahan keinginannya sendiri jarang berhasil bila penyebabnya kekurangan zat gizi. Memeriksakan lebih berguna.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga