Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Rontok Saat Berpuasa
Rambut Mama rontok saat puasa? Tenang Ma, itu hanya sementara. Yuk simak artikel ini untuk tahu penyebab dan cara mengatasi rambut rontok saat berpuasa.

Rambut Mama rontok saat puasa? Tenang Ma, itu hanya sementara. Yuk simak artikel ini untuk tahu penyebab dan cara mengatasi rambut rontok saat berpuasa.
Penyebab Rambut Rontok Saat Puasa
Secara ilmiah, rambut rontok juga disebut dengan istilah telogen effluvium. Ada beberapa faktor yang bisa jadi pemicu, contohnya adalah perubahan hormon dan stress.
Ketika puasa, terdapat perubahan keseimbangan hormon karena tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan yang baru. Ini menyebabkan perubahan pada banyak hal, termasuk rambut.
“Puasa dapat memengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk kesehatan rambut dan kulit kepala Anda. Jika Anda tidak mendapatkan cukup air dan mineral, Anda bisa menderita kerontokan rambut.”, Hair Trivia
Jurnal Dermatology Practical & Conceptual juga menyebut bahwa kekurangan nutrisi berdampak pada struktur dan pertumbuhan rambut. Inilah yang terjadi saat puasa, sehingga rambut masuk ke fase istirahat (telogen).
Cara Atasi Rambut Rontok Saat Puasa
Jangan sampai rontoknya rambut membuat semangat Mama untuk berpuasa jadi rontok juga ya. Yuk ikuti beberapa tips berikut ini supaya rambut bisa kembali tebal walau sedang puasa.
1. Konsumsi makanan bergizi
Manfaatkan waktu berbuka hingga sahur dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Untuk rambut yang sehat, diperlukan makanan yang mengandung protein, vitamin A, B-12, C, D dan E.
Juga diperlukan mineral untuk pertumbuhan sel seperti seng, besi dan selenium. Sumber terbaik untuk ini semua adalah sayuran dan buah-buahan segar.
2. Pastikan cukup minum air putih
Lengkapi pola makan sehat dengan minum air putih yang cukup. Walaupun sedang puasa, tubuh tetap butuh air putih sekitar 2 liter sehari untuk membantu atasi rambut rontok saat puasa.
3. Hindari stress
Stress berdampak buruk untuk kesehatan tubuh, termasuk juga memperparah rambut rontok. Jadi, jangan biarkan pikiran jadi overthinking ya, Ma. Selain menjauhkan diri dari pemicu stress, tidur yang cukup juga bisa membuat mood lebih baik.
4. Gunakan produk perawatan rambut yang tepat
Selain nutrisi dari dalam melalui makanan, juga diperlukan nutrisi dari luar, yaitu melalui produk perawatan rambut. Mama bisa dapatkan itu melalui shampoo, conditioner dan serum rambut yang terbuat dari bahan alami seperti kiwi, green pea atau candlenut.
Baca juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-Bahan Alami
Bebas Rambut Rontok Saat Puasa dengan Anti Hair Fall Kit
Mama tidak perlu khawatir, karena kini Mama bisa mengatasi masalah rambut rontok saat puasa dengan 3 produk perawatan rambut dari Mama’s Choice Anti Hair Fall Kit.
Pertama, ada Mama’s Choice Treatment Shampoo, yaitu sampo khusus anti rontok yang berkhasiat menguatkan rambut dari akarnya sekaligus merangsang pertumbuhan rambut.
Setelah keramas, gunakan Mama’s Choice Treatment Conditioner yang berfungsi menutrisi kulit kepala, melembapkan rambut, dan mencegah rambut kusut.
Serum yang satu ini menjaga kesehatan kulit kepala dan dapat memicu pertumbuhan rambut baru. Bahannya cepat meresap sehingga nyaman digunakan. Berdasarkan survey, serum ini terbukti mengurangi kerontokan hingga 71% lho.
Ketiga produk ini diformulasikan khusus untuk atasi rambut rontok dengan bahan alami yaitu kiwi, candlenut dan green pea. Ketiganya terbukti efektif dapat menutrisi, memperkuat dan merangsang pertumbuhan rambut baru.
Keunggulan lainnya adalah, produk ini aman untuk ibu hamil dan menyusui karena tidak mengandung bahan berbahaya seperti alkohol dan paraben. Jadi, produk ini juga sudah pasti aman untuk Mama yang sedang mengalami rambut rontok saat puasa.
Baca juga: Rambut Rontok Setelah Melahirkan, Normal Nggak, Ya?
Itu dia penyebab dan cara mengatasi rambut rontok saat puasa. Jangan cemas lagi ya, Ma!
Kenapa Kerontokan Bisa Bertambah Saat Puasa
Rambut tumbuh dari folikel yang bergantung pada asupan gizi dan aliran darah. Ketika pola makan berubah drastis, folikel adalah salah satu yang paling cepat terpengaruh, tubuh mendahulukan organ vital.
Yang paling sering berperan:
Kurang cairan. Jumlah cairan yang diminum sering menurun tanpa disadari, karena waktunya terbatas.
Protein yang berkurang. Rambut sebagian besar terbuat dari keratin, dan keratin dibangun dari protein.
Zat besi rendah. Ini penyebab kerontokan yang paling sering terlewat, dan lebih umum pada perempuan.
Kurang tidur. Pola tidur yang berubah selama bulan puasa memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Stres. Perubahan rutinitas menambah beban yang sama.
Perlu diketahui juga bahwa kerontokan akibat perubahan ini biasanya baru terlihat dua sampai tiga bulan kemudian, bukan saat itu juga. Jadi kerontokan yang terjadi selama puasa sering berakar pada beberapa bulan sebelumnya.
Menyusun Sahur dan Berbuka untuk Rambut
Protein di setiap kali makan. Telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan. Ini yang paling menentukan.
Zat besi, dari daging merah, hati, sayuran hijau gelap, dan kacang, diserap lebih baik bila dimakan bersama sumber vitamin C seperti jeruk atau tomat.
Zinc dan biotin, dari telur, biji-bijian, dan kacang.
Cairan yang dibagi rata antara berbuka dan imsak, bukan diminum sekaligus. Delapan sampai sepuluh gelas, dibagi menjadi beberapa waktu.
Kurangi kopi dan teh kental, yang menambah pengeluaran cairan dan mengganggu penyerapan zat besi bila diminum bersamaan dengan makan.
Merawat Rambut Selama Bulan Puasa
Tetap keramas sesuai kebutuhan. Menunda keramas tidak mengurangi kerontokan; rambut yang rontok sudah lepas dari akarnya.
Sisir dengan gigi jarang saat rambut setengah kering, mulai dari ujung.
Longgarkan ikatan rambut. Kuncir kencang dan jilbab yang ditarik terlalu kuat menambah tarikan pada garis rambut.
Untuk yang berhijab: pastikan rambut benar-benar kering sebelum ditutup, dan gunakan bahan yang menyerap. Kulit kepala yang lembap seharian adalah tempat jamur berkembang.
Kurangi panas dari catokan dan pengering.
Kapan Perlu Diperiksakan
Kerontokan musiman biasanya mereda beberapa bulan setelah pola makan kembali normal.
Temui dokter bila kerontokan berlanjut lebih dari tiga bulan setelah puasa selesai, muncul bercak botak berbentuk bulat, kulit kepala gatal, bersisik, atau nyeri, atau disertai lelah berlebihan, mudah kedinginan, atau berat badan berubah tanpa sebab.
Anemia dan gangguan tiroid keduanya menyebabkan kerontokan, keduanya diperiksa lewat tes darah sederhana, dan keduanya bisa diobati. Bagi Mama yang sedang hamil atau menyusui, keduanya juga lebih sering terjadi.
Sumber:
Perawatan Batang Rambut Tidak Mengubah Siklus Rambut
Ini pembedaan yang menentukan:
Kerontokan pascapersalinan (telogen effluvium) terjadi di akar. Setelah melahirkan, kadar estrogen turun dan rambut yang tertahan di fase pertumbuhan selama kehamilan masuk ke fase rontok bersamaan. Sampo, kondisioner, dan serum tidak mengubah proses ini. Ia berjalan sesuai siklusnya sendiri dan umumnya membaik dalam 6–12 bulan.
Kerusakan batang rambut, patah, bercabang, kering, berkaitan dengan panas, gesekan, dan tarikan. Di sinilah perawatan rambut memang membantu.
Menyusui sendiri bukan penyebab kerontokan pascapersalinan, dan berhenti menyusui tidak menghentikannya.
Periksakan lebih awal, tanpa menunggu setahun, bila kerontokan sangat berat, muncul bercak botak, kulit kepala meradang, atau disertai keluhan lain seperti mudah lelah, berdebar, atau perubahan berat badan. Anemia dan gangguan tiroid adalah penyebab yang dapat ditangani bila diperiksa.
Cara Membaca Angka Hasil Survei
Angka persentase pada artikel ini berasal dari survei kepuasan konsumen internal Mama's Choice, berapa persen responden yang merasakan perubahan.
Itu bukan pengukuran objektif: "71% merasa rambut lebih tidak rontok" tidak sama dengan "kerontokan berkurang 71%". Polling popularitas juga bukan bukti keamanan atau efektivitas. Ia menggambarkan pilihan responden pada waktu polling diadakan.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

