Tak Cuma Pelukan Suami, 5 Sentuhan Ini Bisa Membuat Ibu
Dear Papa, tahukah bahwa sentuhan sederhana darimu begitu berharga? Ya, bahkan bayi juga bisa merasakan sentuhan Papa sebelum ia lahir.

Dear Papa, tahukah bahwa sentuhan sederhana darimu begitu berharga? Sebuah penelitian menyebutkan, peran suami saat istri hamil yang ditunjukkan melalui sentuhan, dapat berpengaruh langsung pada kesehatan Mama dan janin di dalam kandungan.
Ya,Β bahkan bayi juga bisa merasakan sentuhan Papa sebelum ia lahir. Sentuhan ini juga menjadi salah satu momen bonding antara Papa dengan calon bayi. Hingga saat lahir nanti, kedekatan Papa dengan bayi sudah terbangun sejak dini.
Bagi Mama, sentuhan dari pasangan berpengaruh langsung pada ketenangan. Hormon kehamilan yang bergejolak tidak karuan, setidaknya bisa sedikit diredam. Rasa perhatian, keterlibatan, dan siap mendengarkan keluhan membuat Mama tak lagi merasa sendirian. Inilah ciri-ciri calon Papa idaman!
Bagaimana cara menunjukkan peran suami saat istri hamil?
Mendengar kata sentuhan, biasanya yang ada di benak kita adalah pelukan. Tapi ternyata, **peran Papa untuk membahagiakan Mama**yang sedang hamil bisa lebih dari itu! Ada 5 sentuhan yang bisa Papa terapkan untuk memberikan perhatian kepada Mama dengan cara yang mudah, sehingga Papa bisa menerapkannya secara rutin, setiap hari.

**Pertama, mengusap punggung sebelum tidur.**Hal ini akan membantu ibu hamil lebih mudah tertidur pulas dengan posisi awal yang nyaman.
**Kedua, memijat bagian betis.**Faktanya, semakin tua usia kehamilan, bagian kaki pun semakin rentan pegal. Hal ini disebabkan karena kaki menopang tubuh yang semakin berat. Pijat dengan tekanan lembut dan perlahan, khususnya pada bagian betis. Tidak disarankan untuk memijat bagian telapak kaki atau refleksi karena terhubung dengan berbagai saraf tubuh, kecuali dengan anjuran dokter atau tenaga ahli.
**Ketiga, usap kepala Mama dan cium keningnya.**Sebuah perhatian yang sederhana, namun luar biasa! Lakukan ini saat sedangΒ me timebersama-sama, sambil bertukar cerita dan mendengarkan keluh kesahnya.
**Keempat, letakkan tangan di perut Mama.**Sambil ajak bayi di dalam kandungan berkomunikasi dengan Papa. Berikan sugesti pada bayi untuk bisa keluar dengan mudah di hari persalinan nanti.
**Kelima, pijat dengan tekanan yang sangat lembut.**Ini penting, karena tekanan yang terlalu keras bisa saja merangsang kontraksi dini ibu hamil. Pastikan Papa mengetahui bagian mana saja yang diperbolehkan untuk dipijat, ya.
Papa hebat, pilih yang terbaik. Untuk yang tercinta, untuk masa depan keluarga.
Untuk memaksimalkan kelima sentuhan di atas, Papa dan Mama bisa menggunakan minyak pijat yang aman untuk ibu hamil serta menyusui. Selain berfungsi sebagai minyak pijat yang 100% natural, minyak esensial ini juga bisa digunakan sebagai aromaterapi melalui diffuser. Psst, Papa juga bisa menggunakannya, lho!
Pesan sekarang untuk menciptakan kebahagiaan dan ketenangan selama kehamilan. Hal ini nantinya juga berpengaruh langsung pada kelancaran proses persalinan.
Siap memberikan yang terbaik untuk menyambut yang tercinta? Pesan sekarang juga dan dapatkan gratis biaya pengiriman ke seluruh Indonesia*. Klik banner untuk dapatkan promonya ya, Ma! π
Yang Paling Dibutuhkan Menurut Mama Sendiri
Kalau ditanya, jawaban yang paling sering muncul adalah hal-hal yang mengurangi beban berpikir. Hadiah dan kejutan jauh di bawahnya.
Ikut mengingat, bukan sekadar mengantar. Tahu jadwal kontrol berikutnya, tahu vitamin mana yang sudah habis, tahu hasil USG terakhir. Ini memindahkan sebagian beban administratif kehamilan dari satu kepala ke dua kepala.
Mengambil alih pekerjaan rumah tanpa diminta. Bukan "kalau butuh apa-apa bilang ya", kalimat itu tetap menyisakan tugas memikirkan dan meminta.
Mendengarkan tanpa langsung memperbaiki. Sebagian keluhan kehamilan tidak punya solusi. Yang dibutuhkan adalah didengar, bukan diberi jalan keluar.
Hal Praktis di Tiap Trimester
Trimester pertama. Mual dan kelelahan sedang di puncaknya, dan belum terlihat dari luar. Bantu dengan menyiapkan makanan yang aromanya tidak memicu mual, mengambil alih memasak, dan menerima bahwa Mama mungkin tidur jauh lebih awal.
Trimester kedua. Biasanya periode paling nyaman. Ini waktu terbaik untuk mengerjakan persiapan bersama: kelas persiapan persalinan, menyiapkan kamar, membahas rencana persalinan dan cuti.
Trimester ketiga. Ambil alih pekerjaan yang mengharuskan membungkuk dan mengangkat. Pelajari tanda-tanda persalinan, dan siapkan tas rumah sakit bersama, jangan menyerahkan itu sebagai tugas Mama sendiri.
Saat Persalinan
Peran Papa di ruang bersalin sebagian besar adalah menjadi juru bicara dan jangkar.
Hafal isi rencana persalinan agar Mama tidak perlu menjelaskannya saat kontraksi. Tanyakan hal yang perlu ditanyakan kepada tenaga medis. Bantu hal-hal kecil yang sangat berarti: air minum, kompres, memijat punggung bawah, dan menghitung napas bersama.
Yang tidak membantu: memegang ponsel sepanjang waktu, atau menghilang untuk waktu lama.
Setelah Melahirkan
Minggu-minggu pertama adalah saat dukungan paling dibutuhkan dan paling sering menurun karena semua perhatian beralih ke bayi.
Yang berpengaruh besar: mengambil giliran malam untuk menggendong dan mengganti popok, membawakan makanan dan minum saat Mama menyusui, menyaring tamu, dan memastikan Mama sempat mandi.
Perhatikan juga tanda-tanda depresi pascamelahirkan. Bila setelah dua minggu Mama masih terus menangis, cemas berlebihan, sulit tidur meski bayi tidur, atau menarik diri, Papa sering menjadi orang pertama yang menyadarinya, dan mendorong untuk mencari bantuan adalah bentuk dukungan yang paling penting.
Ringkasnya
Ingat jadwalnya, kerjakan tanpa diminta, dengarkan tanpa memperbaiki, dan jangan menghilang di minggu-minggu pertama setelah bayi lahir.
Catatan: sentuhan dan dukungan pasangan membantu Mama merasa lebih nyaman dan didukung, itu manfaat yang nyata. Tetapi klaim bahwa sentuhan Papa secara langsung memperbaiki kesehatan janin tidak didukung bukti. Dan minyak pijat sebaiknya dipakai sesuai petunjuk produknya; minyak berbasis carrier oil umumnya tidak ditujukan untuk diffuser.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.