Mencuci Buah dan Sayur Agar Bebas Virus dan Bakteri
Mama pasti sudah terbiasa mencuci buah dan sayur sebelum dimasak atau konsumsi langsung. Baca juga: Bahaya SLS untuk Ibu Hamil, Cukup Kurangi atau Hindari?

Mama pasti sudah terbiasa mencuci buah dan sayur sebelum dimasak atau konsumsi langsung. Pertanyaannya, seberapa penting, sih, mencuci buah dan sayur untuk menjamin kesehatan keluarga di rumah?
Alasan Mama wajib mencuci buah & sayur sebelum dikonsumsi

Seorang ahli nutrisi dari The Ohio State University Wexner Medical Center bernama Liz Weinandy di dalam sebuah artikel menyebutkan bahwa mencuci buah dan sayur di bawah air mengalir dapat mencegah seseorang terinfeksi penyakit bawaan dari makanan atau kontaminasi norovirus, yang merupakan penyebab utama pada wabah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi.
Dalam sumber lain pun menyebutkan, kontaminasi norovirus dapat menyebabkan diare, mual, muntah, dan sakit perut. Mencuci buah dan sayur menjadi cara terbaik untuk menghindari risiko tersebut.
Selain itu, mencuci buah dan sayur bisa memberikan rasa aman Mama #KurangiWorry terkontaminasi partikel lainnya seperti sisa debu, kotoran serangga, atau kotoran yang tertimbun selama buah dan sayuran ditumpuk di tempat penjualan. Meski sekarang sedang ramai isu seputar virus COVID-19, Mama tidak perlu khawatir mengonsumsi buah dan sayur, asal dicuci dengan teknik yang benar.
Tips Mencuci Buah dan Sayur

Berbicara soal mencuci buah dan sayur sampai ke tahap siap dikonsumsi, berikut ada tips untuk Mama berdasarkan anjuran dari website resmi Food and Drug Administration Amerika Serikat tentang bagaimana cara mencuci buah dan sayur yang baik dan benar. Yuk disimak, Ma!
-
Cuci tangan selama 20 detik dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan sayur dan buah.
-
Potong dengan pisau bersih di bagian buah juga sayur yang rusak, seperti bolong, robek, atau sedikit membusuk sebelum disantap.
-
Tetap mencuci buah atau sayur yang ingin dikupas agar bakteri tidak terkontaminasi dari pisau ke buah atau sayur yang ingin dikonsumsi.
-
Apabila ada noda yang mengeras dipermukaan buah atau sayur, gunakan sikat yang lembut untuk menghilangkannya.
-
Keringkan semua bahan makanan yang sudah dicuci dengan menggunakan kain bersih untuk mengurangi bakteri dan virus yang mungkin saja masih menempel.
-
Buang daun terluar dari jenis sayur yang berlapis-lapis seperti kol atau selada.
-
Simpan sayur dan buah yang mudah rusak di lemari es pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah. (Angka 40 derajat pada panduan FDA adalah 40°F, yang setara sekitar 4°C, bukan 40°C.)
Selain poin-poin di atas, kenali dan pastikan cairan pembersihi Mama tidak mengandung bahan-bahan yang malah membahayakan si kecil dan anggota keluarga lainnya. Yaitu:
- SLS/SLES: yang membahayakan sistem pernapasan, perncernaan dan sistem saraf bayi. Dalam sebuah jurnal penelitian menunjukan, konsentrasi kandungan sulfat lebih dari 2% dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Walau ada ambang batas 2% tadi, semakin intens SLS kontak langsung, maka kemungkinan iritasi lebih parah akan terjadi.
Baca juga: Bahaya SLS untuk Ibu Hamil, Cukup Kurangi atau Hindari?
-
Chlorine: zat ini berpotensi menimbulkan masalah pada pernapasan, kulit, paru-paru, mata dan mulut.
-
Paraben: yang membahayakan tumbung kembang bayi. Biasa digunakan pada produk kosmetik seperti skincare dan juga sampo.
Kenali Risiko Akibat Tidak Mencuci Buah dan Sayur dengan Benar
Mengonsumsi buah dan sayur memang sangat dianjurkan dalam pola makan Mama dan keluarga sehari-hari. Namun, Mama juga harus tahu, ternyata ada dampak yang cukup serius saat Mama tidak mencuci buah dan sayur dengan benar. Dikutip dari sumber Centers for Desease Control and Prevention, kontaminasi virus dan bakteri akibat sayur mentah yang kurang bersih dapat berisiko terpapar virus Salmonella, E.Coli, dan Listeria.
Mengutip dari sumber yang sama, ada beberapa kriteria yang lebih rentan terpapar virus dan bakteri dari buah dan sayur.
-
Lansia berusia lebih dari 65 tahun
-
Anak usia Balita
-
Seseorang yang memiliki gangguan kesehatan dan konsumsi obat tertentu yang dapat mengganggu sistem imun seperti penderita diabetes, penyakit hati atau ginjal, HIV, atau pengidap kanker
-
Wanita hamil
FDA tidak menganjurkan mencuci buah dan sayur dengan sabun, deterjen, atau cairan pencuci produk komersial, bahan itu tidak dirancang untuk dikonsumsi dan dapat tertinggal pada makanan. Yang dianjurkan adalah mencuci di bawah air mengalir sambil digosok perlahan, dan menyikat kulit yang keras dengan sikat khusus.
Untuk peralatan makan dan botol Si Kecil, sabun cuci khusus memang berguna. Tapi, pastikan produknya aman juga untuk digunakan si kecil. Mengingat, usia balita masih sangat sensitif dengan produk-produk yang belum terjamin kualitasnya. Pastikan juga produk pembersih yang Mama gunakan tidak meninggalkan residu sabun yang berisiko tertelan si kecil
-
Formulanya food grade sehingga aman untuk bayi serta cocok untuk mencuci botol, macam-macam perlengkapan makan bayi, buah dan sayur, hingga mainan.
-
Efektif untuk membersihkan residu di botol susu bayi dengan bahan natural antibakteri yang berasal dari kandungan tea tree extract.
-
Tea tree extract, menggantikan triklosan. Triklosan sangat memungkinkan menimbulkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, mengubah regulasi hormon.
-
Terbuat dari bahan dasar tumbuhan alami.
-
Tidak mengandung bahan berbahaya seperti SLS, Paraben, dan Phthalates.
-
Formulanya nyaman di kulit, sehingga lembut di tangan Mama.
-
Diproduksi dan dengan bahan-bahan Halal
-
Tidak meninggalkan residu beracun
Jaminan mutu serta keamanan produk Mama’s Choice memang tidak perlu diragukan lagi, Ma. Dengan harga terjangkau, rangkaian produk kami melalui tahapan uji coba klinis laboratorium di Singapore. Jadi nggak ada lagi keluhan kulit tangan Mama terkelupas akibat sabun pencuci. Membersihkan peralatan bayi, sayur, dan buah jadi jauh lebih aman dan nyaman!
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.