5 Bahan Pengusir Nyamuk Alami yang Aman untuk Bayi
Selain pandemi covid-19, masalah demam berdarah juga cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia saat ini. Selanjutnya ada minyak thyme nih, Ma.

Demam berdarah masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, sehingga perlindungan dari gigitan nyamuk menjadi penting, termasuk bagi Si Kecil.
Bahan Pengusir Nyamuk Alami untuk Bayi
Dari beberapa pilihan yang ada, Mama sebenarnya bisa lho menggunakan bahan alami pengusir nyamuk. Tentu pengusiran nyamuk alami untuk bayi ini menjadi pilihan aman untuk Si Kecil. Sehingga Mama bisa menggunakan 5 bahan berikut ini untuk mengusir nyamuk secara alami untuk bayi.
1. Lavender
Ekstrak bunga lavender akan menghasilkan minyak dan aroma yang dapat mengusir nyamuk. Selain itu, lavender sendiri memiliki kualitas analgesik, anti jamur, dan antiseptik.
Artinya, minyak lavender tidak hanya mencegah gigitan nyamuk, tetapi juga menenangkan dan menyejukkan kulit. Mama bisa mengusap minyak lavender pada area tubuh atau meneteskan pada kain bersih lalu gosokkan pada kulit.
2. Minyak kayu manis
Penggunaan kayu manis untuk makanan memang sudah tidak diragukan lagi ya Ma. Tetapi ternyata, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan, minyak kayu manis dapat membunuh telur nyamuk. Minyak kayu manis juga dapat bertindak sebagai pengusir nyamuk dewasa hingga satu setengah jam.
Mama bisa menyemprotkan minyak kayu manis secukupnya pada pakaian. Berhati-hatilah jika Mama mengoleskannya pada kulit, karena pada dosis yang pekat dapat mengiritasi kulit. Atau semprotkan minyak kayu manis di sekitar rumah, seperti pada kamar, tanaman, atau air yang ditampung pada kamar mandi.
3. Minyak thyme
Selanjutnya ada minyak thyme nih, Ma. Thyme sendiri merupakan tanaman herbal yang memiliki manfaat, termasuk untuk mengusir nyamuk malaria. Tanaman yang berasal dari Mesir ini efektif melindungi kulit dari nyamuk sekitar 85% dalam durasi 60-90 menit.
Mama bisa membuat sendiri minyak thyme yang dicampurkan dengan 4 tetes minyak dasar seperti minyak zaitun atau jojoba. Jika ingin disemprotkan, Mama bisa menambahkan 5 tetes minyak thyme dengan 2 ons air.
4. Minyak catnip
Selain itu Mama juga bisa menggunakan minyak dari catnip, atau nepeta parnassica. Tanaman yang masih tergolong sebagai tumbuhan mint ini dapat mengusir nyamuk. Dalam sebuah studi, minyak dari tanaman catnip dapat mengusir nyamuk secara efektif selama 2-3 jam.
Sebuah penelitian laboratorium dari Iowa State University menemukan senyawa dalam catnip lebih kuat menghalau nyamuk daripada DEET dalam uji laboratorium. Perlu dibaca hati-hati: hasil laboratorium tidak sama dengan perlindungan di dunia nyata, dan durasi perlindungan minyak esensial umumnya jauh lebih singkat daripada DEET. DEET sendiri merupakan zat kimia yang banyak digunakan dalam obat pengusir serangga.
5. Minyak sereh (citronella oil)
Penggunaan minyak sereh untuk mengusir nyamuk memang telah diakui manfaatnya sejak puluhan tahun lalu, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Sebuah penelitian dari Institut Pertanian Bogor juga menyatakan bahwa minyak ini dapat mengusir nyamuk dan aman untuk bayi.
Tidak hanya dapat mengusir nyamuk, minyak sereh juga memiliki manfaat lain yang baik untuk bayi. Mama dapat membalurkan minyak sereh untuk menghangatkan perut dan mengatasi kembung pada Si Kecil.
Baca juga: Tips Bijak Memilih Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi
Cara Praktis untuk Mengusir Nyamuk dengan Alami
Mungkin Mama akan kerepotan jika harus membuat 5 minyak tersebut. Tidak usah khawatir ya, Ma.
Teruji klinis mampu melindungi bayi dari nyamuk selama 8 jam.
100% bebas kandungan berbahaya seperti DDT, DEET, paraben, mineral oil, dan perfume. Dan juga telah tersertifikasi Halal sehingga Mama semakin tenang untuk menggunakannya.
Mama dapat mengoleskan Mama’s Choice Mozzbye Skin Protection Lotion pada bagian tangan dan kaki Si Kecil saat tidur atau saat bermain.
Yuk Ma, segera lindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk dengan 5 bahan pengusir nyamuk alami untuk bayi!
Artikel terkait: Darah Manis Prurigo Pada Anak Bayi
Untuk Bekas Gigitan yang Sudah Terlanjur
Pencegahan tetap yang utama, tetapi bekas gigitan yang menghitam juga sering jadi keluhan.
Yang paling menentukan: jangan biarkan Si Kecil menggaruk. Bekas yang menghitam adalah hiperpigmentasi pascaradang, semakin sering digaruk, semakin gelap dan semakin lama hilangnya. Potong kuku pendek, dan kompres dingin saat gatal.
Mama's Choice Baby Skin Vitamin Lotion membantu melembapkan kulit Si Kecil; dari uji penggunaan konsumen 2022 (n=29), 86% Mama melihat bekas gigitan nyamuk dan kemerahan berkurang.
Aturan Berdasarkan Usia
-
Di bawah 2 bulan: tidak boleh memakai penolak nyamuk pada kulit, gunakan kelambu dan pakaian tertutup
-
2 bulan ke atas: DEET 10–30% atau picaridin, sesuai petunjuk
-
Di bawah 3 tahun: hindari oil of lemon eucalyptus (OLE/PMD)
Bahan alami boleh dipakai, tetapi perlindungannya umumnya jauh lebih singkat dan perlu diulang lebih sering, dan "alami" tidak otomatis berarti aman untuk kulit sensitif.
Segera periksakan bila Si Kecil demam dalam dua minggu setelah digigit nyamuk.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

