Tips Memilih Pembersih Lantai yang Aman untuk Ibu Hamil
Bersih-bersih adalah makanan sehari-hari kebanyakan ibu rumah tangga. Sebut saja mengepel, mencuci, dan lain-lain.

Bersih-bersih adalah makanan sehari-hari kebanyakan ibu rumah tangga. Sebut saja mengepel, mencuci, dan lain-lain. Tapi kalau Mama kini merupakan seorang ibu hamil, sebaiknya pilih-pilih lagi deh, jangan sampai produk pembersih lantai atau sabun cuci yang Mama gunakan ternyata tidak alami dan aman untuk kandungan!

Cerita Mama Elvira di atas merupakan salah satu gambaran munculnya keresahan ibu hamil akan bahaya paparan toksin terhadap kandungan mereka. Apakah Mama punya kekhawatiran yang sama terhadap produk pembersih lantai yang sedang Mama gunakan?
5 Bahan pembersih lantai yang tidak aman untuk ibu hamil
Melansir dari Pregnancybirthbaby.org.au, nyatanya ibu hamil yang terpapar toksin dalam jumlah yang besar dari produk kimia meningkatkan kemungkinan anak akan mengalami risiko kelainan bawaan atau masalah kesehatan di masa mendatang.
Ternyata kekhawatiran yang Mama rasakan bukannya tak beralasan. Bahan keras dalam pembersih lantai memang dapat menghilangkan noda dan membunuh kuman, tapi juga berisiko pada kesehatan bayi dalam kandungan Mama.

Hindari pembersih lantai yang mengandung toksin Jadi, apa saja toksin yang harus dihindari ibu hamil dalam produk pembersih lantai?
1. Phthalates
‘Fragrance’ atau parfum pada produk pembersih lantai biasanya terbuat dari bahan kimia ini. Paparan bahan kimia ini masuk melalui pernapasan atau kontak langsung dengan kulit. Beberapa hasil penelitian menunjukkan phthalates dapat mengganggu hormon. Oh tidak!
2. Alkohol
Alkohol memang ampuh membunuh kuman pada lantai dan area rumah lainnya. Tapi hati-hati, kulit dapat menyerap alkohol dengan cepat dan mengalami kerusakan jaringan yang permanen. Untuk amannya, jauhi bahan ini!
3. Triclosan / Triklosan
Triclosan adalah antibakteri yang banyak dipakai pada produk pembersih. Studi menunjukkan triclosan dapat meningkatkan risiko alergi pada anak dan gangguan endokrin. Bahan kimia ini juga bersifat karsinogenik, artinya dapat menyebabkan kanker jika digunakan jangka panjang.
4. Chlorine / Klorin
Chlorine adalah pembasmi bakteri dan kuman. Bahan ini biasanya dipakai untuk kolam renang, disinfektan dan pembersih lantai. Klorin dapat menyebabkan gangguan jantung serta masalah pernapasan, yakni meningkatkan risiko asma pada bayi. Kulit sensitif bisa iritasi bila terkena klorin.
5. SLS/SLES
Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) adalah deterjen dan surfaktan yang populer sebagai bahan pembersih pembuat busa. Namun ternyata bahan ini juga berbahaya bagi Si Kecil. SLS/SLES dapat membuat iritasi pada mata, kulit, hingga paru-paru.
Artikel terkait: Bahaya SLS/SLES dalam Sabun
Saatnya beralih ke pembersih lantai yang aman untuk ibu hamil
Setelah Mama tahu lebih banyak tentang bahaya pembersih lantai dan mengapa Mama membutuhkan pilihan yang lebih aman, ini saatnya untuk mencari produk terbaik yang aman untuk ibu hamil.
1. Antibakteri dari ekstrak alami
Pembersih lantai alami tentu lebih sehat daripada yang kimia. Jadi tak hanya berfungsi membersihkan, tapi juga mencegah iritasi pada kulit.
2. Formula Food Grade
3. Bebas toksin
Dibandingkan dengan pembersih biasa, pembersih lantai Mama’s Choice jauh lebih lembut dan tidak korosif. Produk ini 100% bebas dari bahan kimia berbahaya, seperti SLS, Ammonia, Alkohol, Phthalates, Paraben, Triclosan, dan Chlorine/Klorin.
4. Efektif membunuh kuman
Menggunakan bahan alami bukan berarti kurang efektif. Coli, dan Pseudomonas Aeruginosa.
5. Harga terjangkau
Meskipun keamanan kandungan adalah hal utama, kami tahu kalau efisiensi uang belanja juga sangat penting bagi Mama. Karena itu, Mama dapat terus menggunakannya sampai Dedek Bayi lahir nanti!
Artikel terkait: Ini Bahaya Bahan Cairan Pembersih Lantai bagi Anak! Untuk lantai bersih kesat menyeluruh, Mama cukup mencampurkan 1 tutup (30 ml) cairan pembersih lantai konsentrat Mama’s Choice dengan 2-3 liter air, kemudian langsung mengepel. Praktis, Mama tak perlu capek mengekstrak bahan-bahan seperti serai atau lemon sendiri!
Bagaimana? Sudah siap beralih ke cairan pel yang lebih aman?
Baca juga: Syarat Pembersih Rumah yang Aman untuk Bayi dan Anak
Sumber:
Membaca Daftar Bahan dengan Proporsional
Daftar bahan yang perlu diperhatikan berguna, tetapi bahaya sebuah bahan ditentukan oleh kadar dan besarnya paparan, bukan oleh namanya saja. Klorin dan amonia dalam produk pembersih yang dipakai sesuai petunjuk tidak dengan sendirinya menyebabkan gangguan pada janin.
Yang benar-benar berisiko dan perlu dihindari mutlak: mencampur produk pembersih, terutama pemutih dengan amonia atau cairan asam, campuran itu menghasilkan gas yang berbahaya bila terhirup.
Untuk pemakaian sehari-hari selama kehamilan: buka jendela atau nyalakan kipas, ikuti takaran pengenceran pada label, pakai sarung tangan bila kulit mudah iritasi, dan jangan memakai produk dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.