Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Pasta Gigi Tertelan? Ini Alasannya Kenapa Berbahaya

Pasta gigi tertelan bisa membahayakan tubuh. Tapi, apakah penyebab hal ini bisa membahayakan kesehatan? Yuk, simak ulasannya di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 6 menit baca
Pasta Gigi Tertelan? Ini Alasannya Kenapa Berbahaya

Di balik aktivitas menggosok gigi, mengapa pasta gigi sebaiknya diludahkan dan tidak ditelan? Perlu dibedakan sejak awal: menelan sedikit pasta gigi tanpa sengaja saat menyikat bukan keadaan darurat. Yang menjadi masalah adalah menelan dalam jumlah besar sekaligus, atau menelan sedikit tetapi berulang setiap hari selama bertahun-tahun.

Ya, di dalam pasta gigi, terdapat beberapa zat yang seharusnya tidak boleh tertelan oleh tubuh. Jika tertelan, zat-zat tersebut akan terakumulasi dalam tubuh dan berkembang menjadi racun, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan di dalam tubuh.

Penyebab pasta gigi tidak boleh tertelan:

pasta gigi tidak boleh tertelan

1. Fluoride

Fluoride adalah senyawa kimia yang bisa merusak tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, dan sangat berbahaya jika tertelan. Itulah sebabnya mengapa pasta gigi harus diludahkan atau dibuang kembali setelah digunakan untuk menggosok gigi.

2. Sodium Lauryl Sulfate

Sodium lauryl sulfate atau yang biasa dikenal dengan SLS, adalah senyawa kimia yang berfungsi untuk memberikan efek berbusa pada suatu produk. Biasanya, SLS ditemukan di produk-produk pembersih seperti pasta gigi, pembersih wajah, sabun, sampo, dan lain-lain.

SLS yang terlalu banyak mengendap di tubuh, bisa merusak organ tubuh seperti hati. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa SLS bersifat iritan, yang artinya dapat menyebabkan iritasi berkepanjangan khususnya pada kulit, mata, dan mulut

Jika SLS pada pasta gigi tertelan, efek buruk yang terjadi adalah sariawan, bibir atau mulut kering, serta iritasi mulut.

3. Triclosan

Triclosan adalah senyawa antibakteri yang dulu dipakai di sebagian pasta gigi. FDA telah melarang penggunaannya pada sabun antibakteri konsumen karena produsennya tidak dapat menunjukkan manfaat tambahan dibanding sabun biasa, bukan karena terbukti meracuni pemakainya. Kini triclosan jarang ditemukan pada pasta gigi di pasaran.

Selain itu, triclosan juga dikhawatirkan dapat membuat tubuh menjadi kebal terhadap bakteri-bakteri baik yang seharusnya bermanfaat untuk sistem metabolisme tubuh.

Bagaimana akibat menelan pasta gigi?

pasta gigi tertelan

Dilansir dari**Dr. Mercola,** fluoride pada pasta gigi bukanlah zat yang bermanfaat bagi tubuh. Jika manusia terpapar fluoride dalam jumlah banyak, justru akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti:

  • Keracunan, dengan gejala mual, muntah, disertai pusing dan lemas.

  • Penyumbatan usus

  • Nyeri lambung dan gangguan pencernaan

  • Mengalami potensi efek jangka panjang akibat kandungan berbahaya seperti fluoride, SLS, dan triclosan.

  • Rusaknya fungsi tiroid yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker dan tumor.

  • Menghambat kesuburan.

  • Potensi osteoporosis, fluorosis, dan juga kanker tulang.

Sementara itu, jika ibu hamil menelan pasta gigi, bahaya juga bisa mengintai kesehatan janin di dalam kandungan dengan akibat:

  • Bayi lahir dengan IQ rendah akibat terhambatnya pertumbuhan jaringan otak.

  • Bayi lahir dengan potensi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

  • Potensi kelahiran prematur.

  • Potensi keguguran.

Walau tidak menelannya sekalipun, jika digunakan setiap hari, zat-zat berbahaya pada pasta gigi ini memiliki potensi masuk ke dalam tubuh melalui jaringan kulit.

pasta gigi tertelan

Zat-zat berbahaya dalam pasta gigi seperti triclosan, SLS, dan fluoride, berpotensi tersisa di dalam mulut akibat pembilasan atau kumur yang kurang bersih. Setelahnya, zat ini bisa menempel dan mengendap di dalam mulut, yang bisa saja larut ke dalam tubuh melalui air liur atau makanan dan minuman yang Mama konsumsi, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.

Zat berbahaya pada pasta gigi juga bisa berpotensi masuk ke tubuh melalui aktivitas penyerapan di dinding mulut. Namun biasanya, sebelum terserap zat-zat berbahaya ini lebih cepat bereaksi menyebabkan gangguan kesehatan pada mulut seperti sariawan, gusi berdarah, iritasi pada sudut mulut, hingga fluorosis.

Baca juga: Mama, pasta gigi tanpa fluoride lebih direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui, lho!

Menelan pasta gigi memang sangat tidak boleh, Ma. Namun hal ini tetap saja berpotensi terjadi. Untuk menjaga keamanan dan kesehatan tubuh, sebaiknya Mama memilih pasta gigi dengan bahan-bahan yang aman, tentunya tanpa mengandung fluoride, SLS dan juga triclosan seperti**Pasta Gigi Mama’s Choice**

Bagaimana akibat menelan pasta gigi?

Berapa Banyak yang Berbahaya

Menelan sedikit pasta gigi saat menyikat bukan keadaan darurat. Yang menjadi masalah adalah jumlah yang tertelan berulang setiap hari, atau satu kali dalam jumlah besar.

Karena itu takaran lebih penting daripada larangan. Seukuran butir beras untuk anak di bawah tiga tahun, seukuran kacang polong untuk usia tiga sampai enam tahun. Dengan takaran itu, jumlah yang tertelan tetap kecil meski anak belum bisa meludah.

Yang benar-benar berisiko adalah memakan pasta gigi langsung dari tabung. Rasa buah membuat ini menarik, dan satu tabung berisi jauh lebih banyak daripada yang tertelan dalam berminggu-minggu menyikat.

Yang Perlu Dilakukan Bila Tertelan Banyak

Bila anak menelan pasta gigi dalam jumlah kecil, berikan susu atau air, dan amati.

Bila anak memakan sebagian besar tabung, hubungi tenaga kesehatan atau layanan gawat darurat, sebutkan merek, kandungannya, dan perkiraan jumlahnya. Jangan memancing muntah kecuali diminta.

Gejala yang perlu diperhatikan: mual, muntah, sakit perut, diare, atau air liur berlebihan.

Mengajari Anak Meludah

Kemampuan ini biasanya matang sekitar usia tiga tahun, dan bisa dilatih.

Mulailah tanpa pasta gigi sama sekali: minta anak menahan sedikit air lalu meludahkannya ke wastafel. Jadikan permainan, bukan perintah.

Setelah bisa, tambahkan pasta gigi dalam takaran kecil. Ajarkan meludah tanpa berkumur berlebihan, berkumur banyak justru membilas fluoride yang seharusnya bekerja pada permukaan gigi, bila memang memakai pasta berfluoride.

Sampai anak benar-benar bisa, dampingi setiap kali menyikat, dan simpan pasta gigi di tempat yang tidak terjangkau.

Memilih Pasta Gigi untuk Anak yang Belum Bisa Meludah

Ada dua pendekatan yang sama-sama masuk akal, dan keduanya perlu dibicarakan dengan dokter gigi anak.

Pasta berfluoride dengan takaran ketat, karena fluoride terbukti mencegah gigi berlubang dan gigi berlubang pada balita bukan masalah kecil.

Pasta tanpa fluoride, dengan perhatian ekstra pada frekuensi gula, tidak memberi botol susu saat tidur, dan kontrol gigi lebih awal.

Yang tidak disarankan pada keduanya: pasta gigi dewasa. Rasa mintnya kuat, kandungan fluoridanya lebih tinggi, dan sebagian mengandung bahan pemutih yang tidak diperlukan anak.

Ringkasnya

Sedikit tertelan saat menyikat bukan keadaan darurat; yang berisiko adalah pemakaian berlebih setiap hari atau memakan langsung dari tabung.

Takar seukuran butir beras, dampingi sampai anak bisa meludah, dan simpan tabungnya di luar jangkauan.

Menempatkan Risikonya dengan Tepat

Toksisitas fluoride bergantung pada dosis. Menelan sedikit pasta gigi secara tidak sengaja, jumlah yang wajar saat menyikat gigi, umumnya tidak menimbulkan keracunan.

Yang menjadi perhatian adalah menelan dalam jumlah besar berulang kali, misalnya bila anak memakan pasta gigi langsung dari tabungnya karena rasanya manis. Itu sebabnya pasta gigi disimpan di luar jangkauan, dan takarannya dibatasi sebesar sebutir beras untuk anak di bawah tiga tahun.

Bila anak menelan pasta gigi dalam jumlah besar, beri minum susu atau air dan hubungi tenaga kesehatan. Gejala yang mungkin muncul biasanya berupa mual atau sakit perut, bukan sesuatu yang langsung berbahaya.

Untuk anak yang belum bisa meludah, pasta gigi non-fluoride menjadi pilihan yang masuk akal, supaya jumlah yang tertelan tidak perlu diperhitungkan sama sekali. Fluoride sendiri tidak beracun pada takaran pasta gigi.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga