Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Pasta Gigi Tertelan, Apakah Benar-Benar Berbahaya?

Menelan sedikit pasta gigi saat menyikat umumnya tidak berbahaya. Yang perlu diwaspadai adalah bila tertelan dalam jumlah besar, terutama pada anak kecil.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Pasta Gigi Tertelan? Ini Alasannya Kenapa Berbahaya

Di balik aktivitas menggosok gigi, mengapa pasta gigi sebaiknya diludahkan dan tidak ditelan? Perlu dibedakan sejak awal: menelan sedikit pasta gigi tanpa sengaja saat menyikat bukan keadaan darurat. Yang menjadi masalah adalah menelan dalam jumlah besar sekaligus, atau menelan sedikit tetapi berulang setiap hari selama bertahun-tahun.

Di dalam pasta gigi memang ada beberapa bahan yang sebaiknya tidak tertelan dalam jumlah besar. Pada takaran menyikat yang wajar, jumlah yang mungkin tertelan sangat kecil dan umumnya tidak menimbulkan masalah. Yang perlu diwaspadai adalah bila pasta gigi tertelan dalam jumlah besar sekaligus, misalnya dimakan langsung dari tabungnya.

Penyebab pasta gigi tidak boleh tertelan:

pasta gigi tidak boleh tertelan

1. Fluoride

Fluoride bermanfaat untuk gigi dalam takaran yang dipakai di pasta gigi. Menelannya dalam jumlah besar baru bisa menimbulkan gangguan, jadi pasta gigi sebaiknya diludahkan setelah menggosok gigi. Menelan sedikit tanpa sengaja saat menyikat umumnya tidak berbahaya.

2. Sodium Lauryl Sulfate

Sodium lauryl sulfate atau yang biasa dikenal dengan SLS, adalah senyawa kimia yang berfungsi untuk memberikan efek berbusa pada suatu produk. Biasanya, SLS ditemukan di produk-produk pembersih seperti pasta gigi, pembersih wajah, sabun, sampo, dan lain-lain.

SLS yang terlalu banyak mengendap di tubuh, bisa merusak organ tubuh seperti hati. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa SLS bersifat iritan, yang artinya dapat menyebabkan iritasi berkepanjangan khususnya pada kulit, mata, dan mulut

Jika SLS pada pasta gigi tertelan, efek buruk yang terjadi adalah sariawan, bibir atau mulut kering, serta iritasi mulut.

3. Triclosan

Triclosan adalah senyawa antibakteri yang dulu dipakai di sebagian pasta gigi. FDA telah melarang penggunaannya pada sabun antibakteri konsumen karena produsennya tidak dapat menunjukkan manfaat tambahan dibanding sabun biasa, bukan karena terbukti meracuni pemakainya. Kini triclosan jarang ditemukan pada pasta gigi di pasaran.

Selain itu, triclosan juga dikhawatirkan dapat membuat tubuh menjadi kebal terhadap bakteri-bakteri baik yang seharusnya bermanfaat untuk sistem metabolisme tubuh.

Bagaimana akibat menelan pasta gigi?

pasta gigi tertelan

Beberapa artikel di internet, seperti Dr. Mercola, mengaitkan fluoride dengan banyak penyakit. Klaim semacam ini perlu dibaca dengan hati-hati. Dampak fluoride bergantung pada dosis. Menelan fluoride dalam jumlah sangat besar sekaligus memang bisa menimbulkan gejala akut, seperti:

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri lambung dan gangguan pencernaan.

  • Pusing dan lemas.

Kaitan fluoride dengan gangguan tiroid, kesuburan, osteoporosis, atau kanker tulang memang sering disebut. Sejauh ini kaitan itu belum terbukti terjadi akibat paparan dari menyikat gigi, dan perlu dibaca sebagai kekhawatiran yang masih belum konklusif.

Soal kehamilan, anggapan bahwa fluoride dari pasta gigi menurunkan IQ bayi atau memicu ADHD belum terbukti dan masih menjadi perdebatan para ahli. Meski begitu, wajar bila ibu hamil ingin lebih berhati-hati dan membatasi fluoride yang tertelan. Bila ragu, tanyakan langsung ke dokter gigi atau dokter kandungan.

Pada pemakaian normal, jumlah bahan yang mungkin terserap lewat mulut sangat kecil. Yang lebih sering muncul justru reaksi ringan di mulut seperti iritasi, dan bukan gangguan di seluruh tubuh.

pasta gigi tertelan

Sisa pasta gigi memang bisa tertinggal di mulut bila pembilasan kurang bersih. Tidak perlu panik. Berkumur sampai bersih setelah menyikat gigi sudah cukup untuk membersihkannya.

Bila muncul keluhan di mulut seperti sariawan, gusi berdarah, atau iritasi di sudut mulut, biasanya itu reaksi lokal yang bisa ditanyakan ke dokter gigi.

Baca juga: Mama, pasta gigi tanpa fluoride lebih direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui, lho!

Menelan pasta gigi memang sangat tidak boleh, Ma. Namun hal ini tetap saja berpotensi terjadi. Untuk menjaga keamanan dan kesehatan tubuh, sebaiknya Mama memilih pasta gigi dengan bahan-bahan yang aman, tentunya tanpa mengandung fluoride, SLS dan juga triclosan seperti**Pasta Gigi Mama’s Choice**

Bagaimana akibat menelan pasta gigi?

Berapa Banyak yang Berbahaya

Menelan sedikit pasta gigi saat menyikat bukan keadaan darurat. Yang menjadi masalah adalah jumlah yang tertelan berulang setiap hari, atau satu kali dalam jumlah besar.

Karena itu takaran lebih penting daripada larangan. Seukuran butir beras untuk anak di bawah tiga tahun, seukuran kacang polong untuk usia tiga sampai enam tahun. Dengan takaran itu, jumlah yang tertelan tetap kecil meski anak belum bisa meludah.

Yang benar-benar berisiko adalah memakan pasta gigi langsung dari tabung. Rasa buah membuat ini menarik, dan satu tabung berisi jauh lebih banyak daripada yang tertelan dalam berminggu-minggu menyikat.

Yang Perlu Dilakukan Bila Tertelan Banyak

Bila anak menelan pasta gigi dalam jumlah kecil, berikan susu atau air, dan amati.

Bila anak memakan sebagian besar tabung, hubungi tenaga kesehatan atau layanan gawat darurat, sebutkan merek, kandungannya, dan perkiraan jumlahnya. Jangan memancing muntah kecuali diminta.

Gejala yang perlu diperhatikan: mual, muntah, sakit perut, diare, atau air liur berlebihan.

Mengajari Anak Meludah

Kemampuan ini biasanya matang sekitar usia tiga tahun, dan bisa dilatih.

Mulailah tanpa pasta gigi sama sekali: minta anak menahan sedikit air lalu meludahkannya ke wastafel. Jadikan permainan, bukan perintah.

Setelah bisa, tambahkan pasta gigi dalam takaran kecil. Ajarkan meludah tanpa berkumur berlebihan, berkumur banyak justru membilas fluoride yang seharusnya bekerja pada permukaan gigi, bila memang memakai pasta berfluoride.

Sampai anak benar-benar bisa, dampingi setiap kali menyikat, dan simpan pasta gigi di tempat yang tidak terjangkau.

Memilih Pasta Gigi untuk Anak yang Belum Bisa Meludah

Ada dua pendekatan yang sama-sama masuk akal, dan keduanya perlu dibicarakan dengan dokter gigi anak.

Pasta berfluoride dengan takaran ketat, karena fluoride terbukti mencegah gigi berlubang dan gigi berlubang pada balita bukan masalah kecil.

Pasta tanpa fluoride, dengan perhatian ekstra pada frekuensi gula, tidak memberi botol susu saat tidur, dan kontrol gigi lebih awal.

Yang tidak disarankan pada keduanya: pasta gigi dewasa. Rasa mintnya kuat, kandungan fluoridanya lebih tinggi, dan sebagian mengandung bahan pemutih yang tidak diperlukan anak.

Ringkasnya

Sedikit tertelan saat menyikat bukan keadaan darurat; yang berisiko adalah pemakaian berlebih setiap hari atau memakan langsung dari tabung.

Takar seukuran butir beras, dampingi sampai anak bisa meludah, dan simpan tabungnya di luar jangkauan.

Menempatkan Risikonya dengan Tepat

Toksisitas fluoride bergantung pada dosis. Menelan sedikit pasta gigi secara tidak sengaja, jumlah yang wajar saat menyikat gigi, umumnya tidak menimbulkan keracunan.

Yang menjadi perhatian adalah menelan dalam jumlah besar berulang kali, misalnya bila anak memakan pasta gigi langsung dari tabungnya karena rasanya manis. Itu sebabnya pasta gigi disimpan di luar jangkauan, dan takarannya dibatasi sebesar sebutir beras untuk anak di bawah tiga tahun.

Bila anak menelan pasta gigi dalam jumlah besar, beri minum susu atau air dan hubungi tenaga kesehatan. Gejala yang mungkin muncul biasanya berupa mual atau sakit perut, bukan sesuatu yang langsung berbahaya.

Untuk anak yang belum bisa meludah, pasta gigi non-fluoride menjadi pilihan yang masuk akal, supaya jumlah yang tertelan tidak perlu diperhitungkan sama sekali. Fluoride sendiri tidak beracun pada takaran pasta gigi.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami