Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Mineral Oil pada Skincare dan Produk Bayi, Bahaya Tidak?

Mineral oil adalah bahan yang kerap dipakai dalam skincare, kosmetik, hingga perawatan bayi. Tapi, apakah mineral oil bahaya? Ini faktanya.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Tekstur gel bening

Apakah Mama suka mengecek kandungan dalam skincareatau produk perawatan bayi Mama? Apakah salah satu bahannya adalah mineral oil? Jika iya, Mama perlu tahu nih bahaya atau efek samping dari penggunaan mineral oil pada skincare Mama dan produk perawatan Si Kecil.

Apa itu mineral oil?

Mineral oil adalah minyak alami yang berasal dari minyak mentah murni yang diekstrak dari dalam bumi dengan warna transparan dan tidak berbau. Mama biasa menemukannya dalam komposisi produk krim, lotion, pembersih, perawatan bibir dan kuku, salep kulit dan mata, serta minyak bayi.

Bahan ini sudah lebih dari 100 tahun dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, skincare hingga produk perawatan bayi karena fungsinya untuk mengunci kelembapan kulit, sebagai emolien, serta pelarut. Jenis mineral oil yang paling banyak digunakan dalam produk kosmetik adalah:

  • Paraffin

  • Paraffinum Liquidum

  • Petrolatum/petrolium

Paraffinum Liquidum dan petrolatum sering ditemukan dalam produk perawatan kulit.

Efek Samping Mineral Oil pada Skincare

bahaya mineral oil dalam skincare dan kosmetik adalah

Sempat beredar informasi yang menyatakan bahwa penggunaan mineral oil bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker kulit. Benarkah faktanya demikian?

Nyatanya, mineral oil yang digunakan pada skincare berbeda dengan yang digunakan pada mesin dan kendaraan. FDA menyatakan bahwa penggunaan jeniscosmetic-grade adalah aman.

Namun, penggunaanmineral oil dalam dunia kosmetik dan skincare saat ini masih tetap diperdebatkan oleh para penggiat kosmetik dan kecantikan.

Pasalnya, kosmetik dengan kandungan ini memiliki kelemahan. Karena sifatnya yang dapat mengunci kelembapan kulit, jika bahan ini digunakan bersama dengan bahan skincarelain, ia berpotensi menyumbat pori-pori kulit. Akibatnya, pengeluaran toksin dan sirkulasi udara pada kulit menjadi terganggu, sehingga berisiko menimbulkan jerawat. 

Bahan ini lebih cocok untuk melembapkan kulit yang sangat kering. Jadi kurang sesuai dengan pemilik kulit berminyak yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia. 

Baca juga: Apakah Mineral Oil Sama dengan Mineral Sunscreen?

Bahaya Mineral Oil pada Produk Bayi

bahaya mineral oil dalam skincare dan kosmetik adalah

Penggunaannya dalan produk bayi juga perlu dipertimbangkan kembali, sebab memiliki efek samping sebagai berikut:

1. Masalah pencernaan

Bayi punya kecenderungan memasukkan apa saja ke dalam mulut, terutama tangan dan kakinya. Hal ini dapat terjadi setelah Mama mengoleskan tangan dan kaki bayi dengan produk yang mengandungmineral oil, misalnya lotion, salep ruam, atau antinyamuk.

Pada tingkatan yang parah, petroleum yang tertelan bisa menyebabkan batuk, diare, sesak napas, sakit perut, atau iritasi pada kerongkongan. 

2. Mengganggu perkembangan kulit

Kulit bayi yang masih lembut juga membutuhkan ruang untuk bernapas dengan normal. Nah, bahan ini dapat menjadi penyumbat sehingga sel kulit tidak bisa bernapas dan menyerap kelembapan dari udara sekitarnya.

3. Penyumbatan pori-pori

Bayi memiliki pori-pori yang lebih kecil daripada orang dewasa. Jika mineral oil dioleskan ke tubuh bayi, akan terbentuk lapisan pada kulit yang menghalangi kotoran keluar, sehingga bisa memicu biang keringat dan jerawat.

Alternatif yang Lebih Aman

Dr. Whitney Bowe, seorang dermatolog asal New York menyatakan, meski tak memiliki bahaya serius, ia sendiri memilih untuk tidak menggunakan produk dengan mineral oil pada dirinya dan putrinya. Alasannya, ia tidak ingin pori-porinya tersumbat akibat penggunaan skincare bersamaan dengan kandungan tersebut.

Banyak penggiat kecantikan juga karena alasan yang sama mulai mempertimbangkan opsi emolien lain. Dan secara khusus menghindari produk dengan bahan tersebut serta bahan berbahaya lainnya seperti sulfat, paraben, alkohol, dan phthalates. Bagaimana dengan Mama?

Kesimpulannya: keamanan mineral oil ditentukan oleh tingkat pemurnian, formulasi, dan cara pemakaiannya, bukan oleh asalnya dari minyak bumi. Highly refined mineral oil yang dipakai di kosmetik punya riwayat pemakaian panjang dengan profil keamanan yang baik untuk kulit. Sebagian orang tetap memilih menghindarinya karena teksturnya yang oklusif terasa berat atau menyumbat pori pada kulit mereka, dan itu alasan preferensi yang sah.

Mama’s Choice memilih formula tanpa mineral oil atas dasar preferensi itu, bukan karena mineral oil kosmetik terbukti berbahaya.

Alternatif yang Lebih Aman

Mama’s Choice adalah pilihan aman untuk keluarga modern yang sadar akan pentingnya kesehatan.

Kami selalu mengungkap komposisi produk dengan jujur. Semua rangkaian produk kami teruji klinis Halal, Aman, dan Natural, mulai dari: perawatan ibu hamil & menyusui, perawatan bayi, serta produk pembersih rumah. Kualitas yang ditawarkan pun sebanding dengan harga.

Alternatif yang Lebih Aman

Bagi Mama’s Choice, keamanan ibu hamil, menyusui, bayi, dan keluarga adalah yang utama.

Ingin mencoba produk-produk terfavorit kami? Lihat produk Mama’s Choice di Shopee

Alternatif yang Lebih Aman

Artikel terkait: Syarat Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Yang Perlu Diluruskan tentang Mineral Oil

Mineral oil yang dipakai dalam produk perawatan kulit adalah grade kosmetik atau farmasi yang sudah dimurnikan tinggi, bukan minyak industri. Proses pemurniannya justru dirancang untuk menghilangkan senyawa yang menjadi kekhawatiran.

Karena itu, menyebut mineral oil berbahaya untuk kulit adalah penyederhanaan yang keliru. Yang menentukan cocok atau tidaknya adalah kesesuaian dengan jenis kulit masing-masing, bukan sifat bahannya sendiri. Bagi sebagian orang mineral oil terasa berat atau menyumbat pori; bagi sebagian lain justru efektif sebagai occlusive yang menahan penguapan air dari kulit, dan itu sebabnya bahan ini masih banyak dipakai pada produk untuk kulit yang sangat kering.

Alasan kami tidak memakainya: kami memilih minyak nabati yang terasa lebih ringan di kulit. Itu pilihan formulasi, dan produk lain yang memakainya tetap aman.

Perlu dibedakan juga: minyak nabati dalam produk perawatan, seperti minyak zaitun, almond, atau jojoba pada rangkaian stretch mark, adalah jenis bahan yang sama sekali berbeda dari mineral oil, dan perbandingannya tidak setara.

Sumber:

https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetic-ingredients

https://parenting.firstcry.com/articles/should-you-use-mineral-oil-for-babies/

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/bathing-skin-care/Pages/Baby-Skin-Care.aspx

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami