Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kenali Operasi Caesar Minim Rasa Sakit dengan Metode ERACS

Kabar baik bagi Mama yang hendak melahirkan dengan operasi caesar. Sekarang sudah ada metode ERACS yang dapat meminimalisir rasa sakit pasca bersalin.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Kenali Operasi Caesar Minim Rasa Sakit dengan Metode ERACS

Kabar baik bagi Mama yang hendak melahirkan dengan operasi caesar. Sekarang sudah ada metode ERACS yang dapat meminimalisir rasa sakit pasca bersalin. Yuk baca terus untuk tahu lebih banyak tentang ERACS!

Apa Itu ERACS

metode eracs

Nyeri setelah operasi caesar kerap menjadi momok bagi para ibu hamil. Rasa nyeri muncul karena efek obat bius yang menghilang secara bertahap. Bahkan rasa sakit ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu.

ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) adalah metode bersalin dengan operasi caesar yang dirancang untuk mempercepat proses penyembuhan setelah operasi. Dengan metode ini, rasa sakit dapat diminimalisir sehingga Mama bisa lebih cepat beraktivitas normal.

Contemporary OB/GYN Journal mencatat bahwa awalnya dikembangkan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) untuk operasi kanker kolorektal. Lalu seiring berjalannya waktu, prosedur ERAS diadopsi untuk tindakan bedah lainnya, termasuk operasi caesar.

Pedoman untuk metode ERACS pertama kali diperkenalkan pada 2018 di Amerika, mengingat di sana persalinan caesar sangat umum dilakukan. Di Indonesia sendiri sebenarnya beberapa dokter sudah lama menggunakan teknik ERACS ini, namun belum banyak yang mengetahuinya.

Kunci Keberhasilan Metode ERACS

Baru beberapa bulan ini ERACS menjadi populer setelah salah satu artis tanah air melahirkan dengan metode ERACS dan sudah bisa beraktivitas normal setelah dua hari melahirkan.

Mengutip dari Surgical Directions, kunci keberhasilan ERACS adalah kolaborasi antara dokter kandungan, dokter anestesi, penyedia obat dan perawat. Kerja sama ini penting untuk meningkatkan kenyamanan pasien mulai dari tahap persiapan, tahap operasi, hingga pascaoperasi.

Jika Mama berminat untuk melahirkan dengan metode ERACS, rencana tersebut perlu Mama bicarakan dengan dokter kandungan sejak memasuki trimester ketiga. Sebab, dokter perlu merencanakan banyak hal untuk mempersiapkan Mama menjalani prosedur ERACS.

Baca juga: Melahirkan dengan Operasi Caesar? Pahami Dulu Hal-Hal Berikut Ini, Yuk!

Perbedaan Teknik ERACS dengan Operasi Caesar Biasa

Menurut dr. Kondang Usodo, dokter kandungan di OMNI Hospital Alam Sutera, teknik ERACS merevisi dan memperbaiki prosedur operasi caesar yang sudah ada selama ini. Jadi terdapat beberapa perubahan yang bertujuan membuat pasien jadi lebih nyaman dan cepat pulih.

1. Teknik anestesi

metode eracs

Pada ERACS, dosis anestesi atau obat bius dikurangi. Tujuannya supaya proses pemulihan pasien bisa lebih cepat. Dengan dosis yang lebih sedikit, efek bius juga akan segera hilang. Ini memungkinkan pasien bisa bergerak lebih cepat.

Perbedaan lainnya ada pada jarum anestesi. Dengan ERACS, digunakan jarum atraumatic model pencan berukuran kecil (29). Efeknya, trauma pada bekas tusukan anestesi dapat diminimalisir.

2. Teknik bedah

ERACS menerapkan metode mengiris yang lebih baik dibandingkan dengan operasi caesar biasa. Digunakan pisau yang kecil dan sangat tajam sehingga dalam sekali mengiris sudah langsung menyentuh fascia (selaput otot). Semakin tajam dan kecil pisau yang digunakan, efek trauma pada kulit juga semakin sedikit.

3. Teknik puasa

Berbeda dengan operasi caesar pada umumnya, dengan ERACS, pasien tidak perlu puasa sebelum operasi. dr. Kondang Usodo menjelaskan bahwa kalau puasa, badan akan lemas, sehingga menghambat proses pemulihan.

Namun bukan berarti pasien boleh makan apa saja sebelum operasi berlangsung. Dokter akan menyarankan pasien untuk makan snack dan sumber karbohidrat yang mudah dicerna tubuh. Contohnya adalah bubur dan jus alpukat.

Selain ketiga teknik di atas, dokter juga akan mengupayakan banyak hal agar jangan sampai pasien mual dan muntah. Untuk itu akan diberikan obat anti mual dan suhu ruangan diatur sesuai kenyamanan pasien.

Itu dia penjelasan umum tentang operasi caesar minim rasa sakit dengan metode ERACS. Semoga proses persalinan Mama berjalan lancar ya. Jangan lupa persiapkan juga kebutuhan bayi dengan produk-produk yang aman dan bebas dari bahan berbahaya. Percayakan pada Mama’s Choice yang memiliki kandungan aman, halal dan natural.

3. Teknik puasa

Artikel terkait: 7 Makanan untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Operasi Caesar

Apa yang Perlu Ditanyakan Sebelum Memilih

ERACS adalah rangkaian protokol, dan tidak ada satu tindakan tunggal di dalamnya. Yang ditawarkan satu rumah sakit bisa berbeda dari yang lain, jadi pertanyaannya perlu spesifik.

  • Protokol ERACS apa saja yang benar-benar dijalankan di sini?
  • Kapan saya boleh minum dan makan setelah operasi?
  • Kapan saya diharapkan mulai turun dari tempat tidur?
  • Kapan kateter dilepas?
  • Obat nyeri apa yang dipakai, dan apakah aman untuk menyusui?
  • Apakah bayi bisa langsung IMD di ruang operasi?
  • Berapa lama perkiraan rawat inap, dan apa syarat boleh pulang?

Pertanyaan tentang menyusui penting: sebagian obat nyeri lebih memengaruhi kewaspadaan daripada yang lain, dan itu berpengaruh pada jam-jam pertama bersama bayi.

Pemulihan di Rumah

Bagian ini sering kurang dibahas karena perhatian tertuju pada hari-hari di rumah sakit.

Bergerak teratur, dalam porsi kecil. Berjalan pendek beberapa kali sehari lebih baik daripada sekali lama.

Jangan mengangkat yang lebih berat daripada bayi selama beberapa minggu pertama.

Tahan perut dengan bantal saat batuk, bersin, atau tertawa.

Jaga luka tetap kering dan bersih. Tepuk kering setelah mandi, jangan digosok.

Korset hanya setelah luka kering dan dokter memberi izin. Memakainya terlalu dini menekan tepat di area sayatan.

Cegah sembelit, yang membuat setiap gerakan terasa jauh lebih berat: perbanyak serat dan cairan, dan tanyakan pelunak tinja bila perlu.

Tanda yang Perlu Segera Diperiksakan

Hubungi tenaga kesehatan bila muncul:

  • Luka yang memerah, bengkak, bernanah, atau berbau
  • Demam di atas 38°C
  • Perdarahan yang membasahi satu pembalut dalam satu jam
  • Nyeri atau bengkak pada satu betis: risiko pembekuan darah meningkat setelah operasi
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Nyeri perut yang memburuk, bukan membaik
  • Kesulitan buang air kecil

Harapan yang Realistis

ERACS umumnya mempercepat pemulihan awal, tetapi ia tetap operasi besar. Rasa lelah bisa berlangsung berminggu-minggu, dan bekas luka memerlukan berbulan-bulan untuk memudar.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua kehamilan memenuhi syarat, dan rencana bisa berubah saat persalinan berlangsung. Itu bukan kegagalan, keputusan diambil berdasarkan keadaan hari itu.

Meluruskan Apa Itu ERACS

ERACS bukan teknik operasi caesar tersendiri. ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) adalah protokol atau jalur pemulihan untuk persalinan sesar, sekumpulan langkah sebelum, selama, dan sesudah operasi yang bertujuan mempercepat pemulihan. Operasinya sendiri tetap operasi sesar.

Karena itu tidak tepat menyebut ERACS sebagai "metode bersalin dengan operasi caesar", seolah ia jenis persalinan yang berbeda.

Soal puasa sebelum operasi. ERACS tidak berarti bebas makan dan minum sebelum operasi. Yang dilakukan protokol ini justru mengatur durasi puasa secara lebih evidence-based, termasuk memungkinkan cairan jernih sampai waktu tertentu pada pasien yang sesuai, alih-alih puasa panjang semalaman tanpa alasan klinis.

Perlu ditegaskan: apa yang boleh dikonsumsi dan sampai jam berapa ditentukan oleh dokter anestesi, bukan aturan umum yang berlaku untuk semua.

Detail teknis pembedahan, jenis pisau, kedalaman sayatan, dan sejenisnya, sebaiknya tidak dijadikan bagian dari penjelasan untuk pasien, karena bukan hal yang bisa dinilai atau diminta oleh Mama.

Sumber:

contemporaryobgyn.net

blog.surgicaldirections.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga