Menaikkan Berat Badan Bayi & Ibu Hamil dengan Saripati Sapi
Resep saripati sapi ini bernutrisi tinggi untuk menaikkan berat badan bayi, janin, ibu hamil, bahkan ASI booster ibu menyusui. Cek di sini!

Mama pasti pernah galau saat kontrol ke dokter anak lalu menemukan berat badan bayi mandek. Apalagi kalau bayi sudah MPASI, tapi lagi susah-susahnya makan. Tenang Ma, kali ini kami akan membagikan resep saripati sapi yang ampuh untuk menaikkan berat badan bayi, juga bisa untuk ibu hamil dan menyusui lho. Cara membuatnya sangat mudah, yuk simak sampai habis!
Manfaat Saripati Sapi
Saripati sapi, atau lebih dikenal dengan sebutan Nyuk Cep, merupakan resep turun temurun kebanyakan keluarga Tionghoa. Saripati sapi sangat bergizi tinggi untuk menambah energi. Kandungan gizinya antara lain:
-
Tinggi zat besi
-
Sumber energi
-
Tinggi omega 3
-
Kolagen
Resep yang sangat bernutrisi ini bisa digunakan sebagaiboosteruntuk menaikan berat badan (BB) bayi di atas 6 bulan, anak-anak, maupun orang dewasa yang butuh nutrisi lebih, seperti: untuk pemulihan sakit, ibu hamil dengan morning sickness, berat badan janin kurang, dan ibu menyusui yang ASI-nya sedikit.
Artikel terkait: Kenali 3 Jenis ASI dan Manfaatnya untuk Bayi!
Resep Saripati Sapi

Bahan:
-
Daging sapi giling/blender sampai halus
-
Air
-
Garam, lada secukupnya (optional)
-
1 ruas jahe (boleh lebih kalau tidak mau amis)
-
1 butir bawang putih
Cara membuat:
-
Peras daging sapi untuk diambil sarinya (seperti memeras santan) hingga daging mengering.
-
Rebus sisa daging dengan air, lalu ambil sarinya lagi
-
Masukkan jahe, garam, dan merica ke mangkuk berisi saripati sapi
-
Aduk dan kukus kurang lebih 1 jam hingga matang.
Mudah sekali bukan Ma? Saripati sapi ini bisa langsung dikonsumsi ibu hamil dan menyusui seperti kuah sup, atau disimpan untuk sebagai kaldu MPASI Si Kecil.
Silakan dikonsumsi seminggu sekali atau sesuai kebutuhan. Semoga berhasil menaikkan berat badan bayi, janin, ibu hamil dan memperbanyak ASI ibu menyusui. Selamat mencoba!
Klik untuk men

Baca juga: 12 Menu Finger Food untuk Bayi 9 Bulan yang Belum Tumbuh Gigi
Apa yang Sebenarnya Menentukan Berat Janin
Berat lahir ditentukan oleh beberapa hal, dan sebagian besar tidak berkaitan dengan satu jenis makanan.
Kecukupan gizi Mama secara keseluruhan, total energi dan protein sepanjang kehamilan, bukan satu bahan tertentu.
Fungsi plasenta. Ini penentu terbesar. Bila aliran darah plasenta terganggu, asupan Mama sebanyak apa pun tidak sepenuhnya sampai ke janin.
Kondisi kesehatan Mama, anemia, hipertensi, diabetes, dan infeksi semuanya berpengaruh.
Genetik. Orang tua bertubuh kecil cenderung memiliki bayi yang lebih kecil, dan itu normal.
Usia kehamilan saat lahir.
Karena itu, ketika dokter menyebut berat janin di bawah kurva, langkah pertamanya adalah mencari sebabnya, bukan langsung menambah satu jenis makanan.
Sumber Protein yang Realistis Sehari-hari
Saripati sapi adalah salah satu sumber protein, dan bukan satu-satunya yang bekerja. Yang menentukan adalah jumlah total protein harian.
Sumber yang mudah didapat di Indonesia: telur, ikan seperti kembung dan lele, ayam, tahu dan tempe, kacang-kacangan, serta susu dan produk olahannya.
Ikan layak disebut khusus karena membawa DHA untuk perkembangan otak. Pilih ikan berukuran kecil sampai sedang; hindari ikan predator besar seperti hiu, king mackerel, dan marlin karena kandungan merkurinya.
Zat besi juga perlu diperhatikan, karena anemia berkaitan dengan berat lahir rendah. Sumbernya: daging merah, hati, sayuran hijau gelap, dan kacang-kacangan, diserap lebih baik bila dimakan bersama sumber vitamin C.
Kalau Berat Janin Dinilai Kurang
Yang biasanya dilakukan dokter: memastikan taksiran usia kehamilan, memeriksa aliran darah tali pusar dengan Doppler, menilai jumlah air ketuban, dan mencari penyebab pada kesehatan Mama.
Yang bisa Mama lakukan: makan lebih sering dengan porsi lebih kecil bila mual atau cepat kenyang, pastikan asupan protein di setiap kali makan, cukupi zat besi, cukup istirahat, dan datang ke setiap kontrol pemantauan.
Yang perlu dihindari: menambah berat badan sendiri dengan makanan tinggi gula dan lemak. Ini menambah berat Mama tanpa menambah berat janin secara proporsional, dan meningkatkan risiko diabetes kehamilan.
Ringkasnya
Protein penting, dan saripati sapi adalah salah satu sumbernya, bukan satu-satunya, dan bukan pengganti pemeriksaan.
Berat janin yang di bawah kurva perlu dicari sebabnya lebih dulu, karena penyebab tersering ada pada plasenta, bukan pada piring makan.
Menambah Kalori Tanpa Menambah Mual
Banyak Mama kesulitan menambah asupan karena cepat kenyang atau mual, dan kemauan tidak ada hubungannya.
Yang membantu: makan lebih sering dengan porsi lebih kecil, lima sampai enam kali sehari alih-alih tiga. Sediakan camilan padat gizi yang bisa dimakan dengan satu tangan, telur rebus, kacang, keju, atau roti dengan selai kacang.
Minum di sela waktu makan, bukan bersamaan, agar perut tidak cepat penuh oleh cairan.
Bila aroma masakan memicu mual, makanan bersuhu ruang atau dingin biasanya lebih mudah diterima daripada yang panas mengepul.
Kapan Perlu Dirujuk ke Ahli Gizi
Bila berat badan Mama sendiri tidak naik sesuai anjuran, bila muntah terus-menerus sampai sulit makan apa pun, atau bila taksiran berat janin tetap di bawah kurva pada dua kali pemeriksaan berturut-turut.
Ahli gizi dapat menghitung kebutuhan Mama secara spesifik, yang lebih berguna daripada menambah satu jenis makanan berdasarkan perkiraan.
Yang Perlu Diluruskan soal Saripati Sapi
Saripati atau kaldu daging yang disaring tidak setara dengan dagingnya. Sebagian besar protein, zat besi, dan lemak tetap tertinggal pada serat daging yang dibuang, sehingga kandungan gizi cairannya jauh lebih rendah daripada yang sering dibayangkan, dan jumlahnya tidak terukur dalam resep rumahan.
Karena itu saripati sapi bukan pengobatan untuk pertumbuhan janin yang dinilai kurang, berat badan bayi yang seret, maupun produksi ASI yang dirasa sedikit.
Perlakukan sebagai salah satu variasi menu, bukan andalan. Yang lebih berguna: pola makan beragam dengan sumber protein utuh, daging, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan zat besi sesuai anjuran dokter.
Berat janin atau berat badan bayi yang dinilai kurang perlu evaluasi tenaga kesehatan, karena penyebabnya bisa bermacam-macam dan penanganannya berbeda-beda.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.