Cara Memperlancar ASI Agar Tetap Banyak Saat Puasa
Mama ingin berpuasa di bulan Ramadan ini namun khawatir ASI jadi seret? Sebagian Mama barangkali cemas apakah puasa bisa mengurangi produksi ASI.

Mama ingin berpuasa di bulan Ramadan ini namun khawatir ASI jadi seret? Jangan bingung, yuk baca terus untuk tahu cara memperlancar ASI agar tetap banyak saat puasa.
Walaupun ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun barangkali Mama tidak mau melewatkan momen puasa di bulan Ramadan yang suci ini. Sebagian Mama barangkali cemas apakah puasa bisa mengurangi produksi ASI.
Mengutip dari VeryWell Family, hasil survey terhadap ibu menyusui di Turki yang berpuasa selama Ramadan menunjukkan adanya penurunan suplai ASI. Namun riset serupa di Gambia menunjukkan tidak adanya perbedaan suplai ASI sebelum dan ketika puasa.
Healthlinemenyimpulkan bahwa tidak semua ibu menyusui sama. Karena itu persoalan apakah puasa bisa mengurangi produksi ASI sangat tergantung dari kebiasaan setiap busui.
“Bagaimana puasa dapat memengaruhi nutrisi dan suplai ASI akan sangat berbeda, tergantung pada individu.”, Healthline
Karena itu, dengan strategi yang tepat, Mama bisa memperlancar ASI agar tetap banyak saat puasa. Tidak hanya sekedar lancar, namun juga berkualitas. Kalau ragu-ragu, Mama bisa konsultasikan terlebih dahulu ke dokter laktasi.
Tips ASI Lancar Saat Puasa
Berikut ini beberapa cara yang bisa Mama coba untuk memperlancar ASI saat puasa.
1. Penuhi kebutuhan kalori
Menurut National Institute of Child Health and Human Development, ibu menyusui butuh tambahan 450-500 kalori per hari. Ini diperlukan sebagai energi dan nutrisi untuk memproduksi ASI. Jadi, walaupun sedang puasa, pastikan Mama tetap mengonsumsi kalori yang cukup sesuai kebutuhan ibu menyusui.
Baca juga: Kebutuhan Kalori Harian yang Dibutuhkan untuk Ibu Menyusui
2. Minum cukup air putih
Jangan sampai puasa membuat asupan cairan Mama berkurang. Sebab dehidrasi parah dalam waktu lama akan memengaruhi suplai ASI. Jadi pastikan Mama tetap minum minimal 2 liter sehari dan kurangi aktivitas supaya tidak terlalu lelah.
3. Konsumsi makanan bernutrisi
Manfaatkan waktu berbuka hingga sahur dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Mama bisa mendapatkan vitamin, zat besi dan antioksidan dari sayur dan buah. Sementara itu, protein ada di olahan kedelai atau telur dan daging.
4. Istirahat cukup dan hindari stress
Agar memperlancar ASI tetap banyak saat puasa, Mama perlu mengurangi aktivitas fisik yang terlalu berat. Selain itu, stress juga perlu dikendalikan karena dapat menurunkan suplai ASI. Salah satu cara menghindari stress adalah dengan tidur yang cukup.
5. Minum suplemen
Untuk melengkapi keempat cara memperlancar ASI saat puasa di atas, minumlah suplemen yang dirancang khusus untuk ibu menyusui. Suplemen ini akan menjamin suplai dan kualitas produksi ASI agar tetap banyak saat puasa.
Note: Perlu diingat bahwa kesehatan Mama dan bayi tetap yang utama. Jadi kalau Mama merasa lemas atau pusing berlebihan dan suplai ASI terus turun dalam waktu lama, sebaiknya Mama berhenti puasa untuk sementara waktu dan segera hubungi dokter.
Solusi ASI Lancar Saat Puasa
Agar memperlancar ASI tetap banyak saat puasa, Mama bisa konsumsi ASI booster dari Mama’s Choice. Mama bisa pilih ASI booster dalam bentuk susu almond yang lezat, atau dalam bentuk kapsul yang lebih praktis.
Untuk ASI booster berupa susu almond, cobalah Mama’s Choice Almond Milk Powder. Bukan sembarang susu, ASI booster yang satu ini mengandung bahan natural seperti ekstrak kurma, almond, fenugreek, daun katuk, plus DHA yang efektif meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI Mama.
Mama juga bisa coba Mama’s Choice Breastfeeding Support, yaitu ASI booster berupa kapsul kaya protein dan vitamin E untuk menstimulasi kelenjar susu agar memproduksi ASI berkualitas. Manfaat ini didapat dari kandungan natural dan vegan yaitu almond, fenugreek, daun katuk, serta kedelai.
Kedua ASI booster ini tidak hanya efektif memperlancar ASI saat puasa, tapi juga aman karena tidak mengandung pewarna sintetis dan bahan pengawet. Yuk konsumsi ASI booster dari Mama’s Choice agar ASI tetap banyak saat puasa.
Itu dia beberapa tips memperlancar ASI agar tetap banyak saat puasa. Semangat mengASIhi dan berpuasa ya, Ma!
Artikel terkait: 7 Makanan agar ASI Mama Banyak, Kental, dan Berkualitas
Apakah Menyusui Sambil Berpuasa Aman?
Untuk sebagian besar ibu menyusui yang sehat dengan bayi yang tumbuh baik, berpuasa umumnya dapat dijalani. Tubuh cenderung mempertahankan produksi ASI lebih dulu sebelum mengurangi cadangan Mama sendiri.
Jumlahnya bertahan, komposisinya berubah sedikit, dan yang paling terasa adalah pada Mama: lebih mudah lelah, pusing, dan haus.
Perlu diketahui juga bahwa ibu menyusui termasuk kelompok yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Mengambil keringanan itu bukan kegagalan.
Kapan Sebaiknya Tidak Berpuasa
Bicarakan dengan dokter atau bidan lebih dulu, dan pertimbangkan untuk tidak berpuasa, bila:
- Bayi berusia di bawah enam bulan dan sepenuhnya bergantung pada ASI
- Berat badan bayi tidak naik sesuai kurva
- Mama mengalami anemia, diabetes, atau kondisi kronis lain
- Mama baru melahirkan dalam beberapa bulan terakhir
- Produksi ASI memang sedang rendah
Hentikan puasa hari itu juga bila muncul pusing berat, jantung berdebar, urine berwarna gelap pekat, atau bayi tampak tidak puas dan popok basahnya berkurang.
Mengatur Cairan Antara Berbuka dan Sahur
Kekurangan cairan adalah penyebab paling nyata di balik ASI yang terasa berkurang saat puasa.
Targetkan sekitar delapan sampai sepuluh gelas antara berbuka dan imsak, dibagi rata, bukan diminum sekaligus saat berbuka, karena sebagian besar akan langsung terbuang.
Pola yang membantu: dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah tarawih, dua gelas sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.
Kurangi kopi dan teh kental, yang menambah pengeluaran cairan. Sup, buah berair, dan kurma membantu menambah cairan sekaligus energi.
Menyusun Menu Sahur yang Bertahan Lama
Yang menentukan adalah jenisnya.
Karbohidrat kompleks, nasi merah, oat, roti gandum, melepas energi lebih perlahan daripada nasi putih dan roti tawar.
Protein di setiap kali makan, telur, ikan, ayam, tahu, tempe.
Lemak sehat, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, memperlambat rasa lapar.
Kurangi gula sederhana saat sahur. Ia menaikkan energi cepat lalu menjatuhkannya, dan siang hari terasa jauh lebih berat.
Mengatur Waktu Menyusui dan Memerah
Manfaatkan jam-jam setelah berbuka sampai sahur, saat tubuh paling tercukupi. Bila Mama bekerja, memerah pada malam hari dan menyimpannya untuk esok siang sering lebih efektif daripada memerah di siang hari saat cadangan cairan paling rendah.
Tetap susui sesuai permintaan bayi. Mengurangi frekuensi menyusui adalah cara tercepat menurunkan produksi, jauh lebih berpengaruh daripada puasanya sendiri.
Sumber:
verywellfamily.com
Memantau Selama Berpuasa
Puasa tidak otomatis menurunkan produksi ASI, tetapi cairan tambahan atau suplemen saja tidak menjamin produksi tetap terjaga. Yang paling menentukan tetap seberapa sering dan seberapa efektif payudara dikosongkan.
Yang perlu Mama pantau:
- Frekuensi buang air kecil Si Kecil: bayi yang cukup ASI umumnya membasahi 6 popok atau lebih dalam sehari
- Pertambahan berat badannya, mengikuti kurva pertumbuhan
- Kondisi Mama sendiri: pusing berputar, lemas berlebihan, jantung berdebar, kencing sangat sedikit atau pekat
Batalkan puasa dan konsultasikan bila muncul tanda dehidrasi pada Mama, atau bila asupan dan berat badan Si Kecil menurun. Puasa bukan kewajiban yang harus dipaksakan saat menyusui, dan agama pun memberi keringanan untuk itu.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.


