Obat Kumur yang Aman untuk Ibu Hamil
Saat hamil, Mama mungkin menjadi lebih waspada terhadap keamanan produk-produk yang biasa Mama gunakan. Salah satunya soal penggunaan obat kumur.

Saat hamil, Mama mungkin menjadi lebih waspada terhadap keamanan produk-produk yang biasa Mama gunakan. Salah satunya soal penggunaan obat kumur. Nah, sebenarnya adakah merk obat kumur aman yang untuk ibu hamil? Bagaimana kriteria memilih yang aman? Yuk kita bahas selengkapnya di sini.
Apakah Obat Kumur Aman untuk Ibu Hamil?
Seperti yang diketahui, semua masalah gigi dan mulut tersebut kerap kali terjadi selama masa kehamilan. Apalagi, hormon adalah salah satu penyebab utamanya.
Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia,penggunaan obat kumur justru dianjurkan untuk ibu hamil dalam menjaga kebersihan gigi dan kesehatan mulut, mencegah bau mulut, gusi bengkak dan berdarah, hingga mencegah terjadinya gigi berlubang.

Nah, jadi terjawab ya, mouthwash justru menjadi salah satu komponen perawatan gigi dan mulut sehari-hari yang dianjurkan. Tapi tunggu dulu, masalah belum selesai sampai di situ. Mama ternyata juga wajib mengetahui tips memilih obat kumur yang aman untuk ibu hamil berikut ini!
Tips Memilih Mouthwash yang Aman untuk Ibu Hamil
Tentu saja, setiap dari ibu hamil perlu menjadi konsumen cerdas; dengan mengetahui bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya dan selektif memilih produk yang akan memberikan manfaat untuk kesehatan kita.

Karena itu, ibu hamil wajib mengetahui indikasi dari produk obat kumur yang digunakan: Apakah semua komposisi di dalamnya aman untuk perkembangan janin di dalam kandungan?
Dilansir dari Baby Center,The American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) menganjurkanpenggunaan mouthwash pada ibu hamil harus memenuhi kriteria bebas dari bahan-bahan ini:
1. Alkohol
Alkohol dapat membuat area sekitar mulut menjadi dehidrasi, sehingga mudah kering dan terkena iritasi. Selain itu, alkohol juga bisa membuat pH air liur (saliva) menjadi tidak seimbang dan akhirnya menyebabkan kelebihan produksi air liur atau hipersalivasi.
2. Fluoride
Ini yang paling sering salah dibaca. Penelitian tentang penurunan IQ dan gejala ADHD merujuk pada fluoride yang tertelan dalam jumlah besar dan terus-menerus, terutama dari air minum berkadar fluoride tinggi di beberapa wilayah dunia. Itu paparan sistemik.
Fluoride topikal berbeda. Obat kumur dan pasta gigi berfluoride dikumur lalu diludahkan, sehingga jumlah yang benar-benar tertelan sangat kecil. ADA dan ACOG menyatakan fluoride topikal aman dan justru dianjurkan selama kehamilan untuk mencegah gigi berlubang, dengan satu syarat sederhana: jangan ditelan.
Jadi kalau Mama memilih produk tanpa fluoride, alasannya boleh preferensi atau kenyamanan. Tetapi memilih produk berfluoride selama kehamilan juga bukan keputusan yang berbahaya.
3. Triclosan
Kekhawatiran utamanya adalah resistensi bakteri, bakteri yang menjadi kurang peka terhadap antibiotik. Perlu dicatat: itu kekhawatiran terhadap bakteri, bukan bukti bahwa triclosan merusak sistem imun manusia. FDA melarang triclosan pada sabun antibakteri cuci-bilas untuk konsumen pada 2016 karena produsen tidak dapat menunjukkan produk itu lebih baik daripada sabun biasa. Bahaya yang terbukti tidak termasuk alasannya. Mama bisa membaca risiko paparan triclosan untuk kehamilan di sini, ya.
4. Zat pewarna buatan
Pewarna buatan bisa berisiko menimbulkan alergi dan iritasi. Sariawan adalah gejala yang paling umum terjadi.
Seperti yang diketahui, zat pewarna buatan merupakan zat kimia yang tidak sepenuhnya aman untuk diterima tubuh dalam jumlah yang berlebihan. Untuk itu, Mama disarankan untuk mengurangi paparannya.
Memilih Obat Kumur Saat Hamil
Cari obat kumur bebas alkohol dengan rasa yang ringan, rasa yang terlalu kuat justru bisa memicu mual pada trimester awal.
Yang paling penting: obat kumur apa pun tidak boleh ditelan, dan tidak menggantikan menyikat gigi dua kali sehari.
Mouthwash untuk ibu hamil bisa bantu kurangi mual
Hal senada juga disarankan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Selama obat kumur tidak ditelan, penggunaannya selama kehamilan justru dapat membantu ibu hamil menjaga kesehatan giginya sekaligus mengurangi rasa mual.
Selamat mencoba, Mama!
Yang Paling Menentukan Bukan Obat Kumurnya
Obat kumur hanya pelengkap. Yang benar-benar menjaga kesehatan mulut selama kehamilan: menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi setiap hari, dan datang ke dokter gigi. Perawatan gigi aman dilakukan saat hamil dan justru dianjurkan, sampaikan saja usia kehamilan Mama.
Periksakan bila gusi berdarah setiap kali menyikat, ada gigi yang nyeri atau goyang, muncul benjolan pada gusi, atau bau mulut menetap meski kebersihan mulut sudah dijaga. Obat kumur dapat menyamarkan bau, tetapi tidak mengobati gigi berlubang maupun radang gusi.
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.