Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegah Malaria pada Ibu Hamil
Di musim hujan seperti sekarang ini, ibu hamil perlu mewaspadai penyakit yang berasal dari nyamuk, salah satunya adalah malaria.

Di musim hujan seperti sekarang ini, ibu hamil perlu mewaspadai penyakit yang berasal dari nyamuk, salah satunya adalah malaria. Simak ulasan untuk mencari tahu penyebab, dampak, dan cara mencegah malaria pada ibu hamil si dini yuk, Ma!
Ibu Hamil Rentan Malaria
Jangan sepelekan gigitan nyamuk ya, Ma. Sebab bisa jadi nyamuk membawa parasit yang menyebabkan penyakit malaria. Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 15 juta kasus dan 38.000 kematian akibat malaria setiap tahunnya di Indonesia.
Mama juga perlu tahu bahwa ternyata ibu hamil termasuk dalam kelompok yang rentan terhadap penyakit malaria. Ini disebabkan karena nyamuk lebih tertarik menggigit ibu hamil dibanding yang lainnya.
“Ibu hamil bernafas lebih banyak karena membawa janin, dan nyamuk tertarik pada karbon dioksida. Ibu hamil juga punya suhu tubuh lebih hangat yang disukai nyamuk.”, American Mosquito Control Association
Dampak Malaria Pada Ibu Hamil
Orang dewasa yang pernah terjangkit malaria biasanya lebih kebal terhadap infeksi malaria. Namun menurut CDC, kekebalan tersebut bisa hilang saat hamil.
“Perubahan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan dan adanya janin sebagai tempat baru bagi parasit, membuat ibu hamil kehilangan sebagian kekebalannya terhadap infeksi malaria.”, CDC
Ketika sudah terjangkit, dampak malaria pada ibu hamil pun lebih buruk, antara lain:
-
Anemia
-
Kelahiran prematur
-
Gangguan pertumbuhan janin
-
Keguguran
-
Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
-
Kematian
Menurut Jurnal Obstetrics & Gynecology, malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit plasmodium. Saat digigit, parasit tersebut masuk dan mengendap dalam organ hati, lalu menginfeksi sel darah merah.
Kabar baiknya, malaria bisa sembuh asalkan segera mendapat penanganan. Jadi kalau Mama mengalami beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, mual dan muntah, sebaiknya segera hubungi dokter ya Ma.
Cara Cegah Malaria Pada Ibu Hamil
Setiap Mama tentu menginginkan kehamilan yang sehat. Yuk cegah malaria dengan beberapa cara berikut ini.
1. Basmi sarang nyamuk
Cegah nyamuk berkembang biak dengan menjaga kebersihan rumah. Buang genangan air dan jangan biarkan pakaian kotor terlalu lama. Bersihkan juga pekarangan rumah dari tanaman liar atau rumput yang terlalu panjang dan tidak terawat.
2. Pakaian tertutup berwarna terang
Biasanya warna gelap lebih menarik perhatian nyamuk, dan pakaian tertutup bisa menghalangi akses nyamuk ke kulit kita. Jadi sebaiknya gunakan pakaian berwarna terang yang tertutup ya, Ma. Pastikan juga pakaian terbuat dari bahan yang halus supaya tidak gerah.
3. Tidur dengan kelambu berinsektisida
WHO menyarankan penggunaan kelambu berinsektisida untuk cegah dampak malaria pada ibu hamil. Insektisida dalam kelambu ini aman bagi manusia dan telah digunakan di banyak negara. Kelambu ini bisa Mama dapatkan dengan mudah di toko.
4. Gunakan aromaterapi
Aroma seperti serai, lavender, lemon dan jeruk bisa jadi pilihan.
5. Pakai lotion anti nyamuk
Salah satu cara termudah untuk mencegah gigitan nyamuk malaria adalah dengan mengaplikasikan lotion khusus anti nyamuk di area tubuh yang tidak tertutup pakaian.
Di sinilah satu hal penting perlu diluruskan, karena menyangkut keselamatan.
Di daerah endemis malaria, CDC dan WHO justru menganjurkan repelen yang efektif, termasuk DEET, bagi ibu hamil. DEET dinilai aman digunakan selama kehamilan pada kadar yang dianjurkan, dan perlindungannya terhadap gigitan nyamuk jauh lebih penting daripada risiko iritasi kulit ringan.
Lotion berbahan minyak esensial (serai, lavender, sitronela) memberi perlindungan yang jauh lebih singkat dan tidak terbukti mencegah malaria. Produk semacam ini masuk akal untuk pemakaian sehari-hari di daerah tanpa risiko malaria, bukan sebagai andalan di daerah endemis.
Baca juga: Bahaya DEET pada Lotion Anti Nyamuk, Benarkah?
Cegah Malaria Pada Ibu Hamil dengan Lotion Anti Nyamuk
Berbeda dari lotion anti nyamuk biasa, produk ini memiliki kandungan 100% natural yang terdiri dari tiga bahan alami yaitu:
-
Andiroba seed oil, melindungi kulit sensitif dari gatal karena gigitan nyamuk
-
Lavender oil, memiliki efek menenangkan
-
Citronela oil, memberikan aroma segar yang tentunya tidak disukai nyamuk.
Ketiga bahan ini adalah pilihan bagi Mama yang menginginkan formula tanpa DEET untuk pemakaian sehari-hari. Perlu ditegaskan: di daerah endemis malaria, ini bukan pengganti repelen yang terbukti efektif, dan bukan pengganti kelambu berinsektisida.
Itu dia penjelasan tentang penyebab, dampak, dan cara cegah malaria pada ibu hamil. Semoga Mama dan janin dalam kandungan selalu bebas dari nyamuk nakal ya!
Artikel terkait: Cara Menghilangkan Bintik Merah & Bekas Luka Gigitan Nyamuk Sumber:
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
