Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kenapa Produksi ASI Berbeda-beda pada Setiap Mama

Sebagian Mama ASI-nya deras, sebagian seret. Apa yang sebenarnya mengatur produksi ASI, dan mana yang benar-benar bisa Mama ubah.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Empat perempuan berbaring bersama sambil tertawa

Di ruang tunggu klinik yang sama, dua Mama bisa punya cerita yang bertolak belakang. Yang satu bercerita ASI-nya merembes sampai harus pakai breast pad dua lapis. Yang satu lagi diam saja, karena sudah tiga hari merasa ASI-nya tidak cukup.

Perbedaan itu nyata. Tetapi penyebabnya sering disalahpahami, dan salah paham itu membuat banyak Mama menyerah lebih cepat daripada seharusnya.

Produksi ASI berjalan dalam dua fase

Fase pertama dikendalikan hormon. Beberapa hari pertama setelah melahirkan, tubuh memproduksi ASI karena plasenta sudah lepas dan kadar progesteron turun drastis. Prosesnya berjalan otomatis, bahkan bila bayi belum menyusu sama sekali. Inilah kenapa hampir semua Mama mengalami payudara penuh di hari ketiga sampai kelima.

Fase kedua dikendalikan permintaan. Setelah fase awal laktasi, kendali berpindah secara bertahap, bukan tepat pada minggu tertentu, ke proses lokal di payudara dan seberapa efektif ASI dikeluarkan. Sejak titik ini, tubuh memproduksi ASI sebanyak yang dikeluarkan darinya. Bukan sebanyak yang dibutuhkan bayi, bukan sebanyak yang Mama harapkan, sebanyak yang benar-benar keluar.

Peralihan inilah yang menjelaskan pola yang sangat umum: ASI terasa berlimpah di minggu pertama, lalu terasa berkurang di minggu ketiga. Sering kali produksinya tidak menurun. Tubuh hanya berhenti memproduksi secara otomatis dan mulai menunggu perintah.

Apa yang sebenarnya menentukan banyaknya ASI

Seberapa sering ASI dikeluarkan

Ini faktor nomor satu, dan jaraknya jauh dengan faktor lain.

Payudara bekerja seperti keran yang membaca permintaan. Semakin sering dan semakin tuntas ASI dikeluarkan, semakin banyak sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi lagi. Sebaliknya, payudara yang lama penuh mengirim sinyal berlawanan, ada zat dalam ASI itu sendiri yang menekan produksi ketika ASI terlalu lama menumpuk.

Delapan sampai dua belas kali dalam 24 jam di bulan-bulan awal bukan angka berlebihan. Itu angka yang menjaga sistemnya tetap menyala.

Seberapa efektif ASI dikeluarkan

Sering saja tidak cukup kalau setiap sesi tidak mengosongkan payudara dengan baik.

Pelekatan yang kurang tepat membuat transfer ASI tidak efektif, dan itu salah satu penyebab yang paling sering ditemukan. Bayi yang hanya mengisap puting, bukan sebagian besar areola, bekerja keras tapi hanya memindahkan sedikit ASI. Mama merasa nyeri, bayi merasa lapar, dan tubuh membaca sinyal "permintaan rendah".

Tanda pelekatan yang perlu diperbaiki: puting terasa nyeri sepanjang menyusu, puting berbentuk pipih atau miring setelah dilepas, terdengar bunyi berdecak, dan bayi menyusu sangat lama tapi tidak pernah tampak puas.

Satu sesi dengan konselor laktasi sering menyelesaikan masalah yang sudah berminggu-minggu terasa seperti "ASI saya sedikit".

Jaringan kelenjar yang dimiliki

Di sinilah perbedaan antar-Mama yang benar-benar tidak bisa diubah.

Payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan kelenjar. Yang memproduksi ASI hanya jaringan kelenjar. Jumlahnya berbeda-beda antar-perempuan, dan tidak berhubungan dengan ukuran payudara.

Pada sebagian kecil Mama, jaringan kelenjar memang kurang berkembang, kondisi yang dikenal sebagai insufisiensi jaringan kelenjar. Cirinya antara lain payudara yang berjarak jauh satu sama lain, bentuk memanjang seperti tabung, asimetri yang mencolok, dan yang paling menentukan: payudara tidak membesar sama sekali selama kehamilan.

Ini bukan kegagalan Mama. Ini anatomi, dan sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan, bukan disimpulkan sendiri.

Kondisi medis yang ikut berperan

Beberapa hal yang benar-benar menekan produksi dan sering terlewat:

  • Sisa plasenta yang tertinggal membuat kadar progesteron tetap tinggi dan menahan produksi
  • Gangguan tiroid, yang cukup sering muncul setelah melahirkan
  • Perdarahan berat saat persalinan
  • Riwayat operasi payudara, terutama yang memotong saluran atau saraf
  • PCOS, yang pada sebagian Mama berkaitan dengan produksi lebih rendah
  • Beberapa jenis kontrasepsi hormonal, terutama yang mengandung estrogen bila dimulai terlalu dini

Yang sering dikira masalah

Sebagian besar Mama yang merasa ASI-nya kurang sebenarnya memproduksi cukup. Yang berubah hanyalah tandanya.

Payudara tidak lagi terasa penuh. Ini justru tanda produksi sudah menyesuaikan diri, biasanya sekitar minggu keenam. Bukan tanda ASI berkurang.

Bayi menyusu lebih sering. Lonjakan pertumbuhan membuat bayi menaikkan permintaan selama beberapa hari. Itu cara bayi memesan lebih banyak, bukan tanda stok habis.

Hasil pompa sedikit. Jumlah yang keluar saat memompa tidak selalu mencerminkan produksi ASI secara keseluruhan; efektivitas pengeluaran bisa berbeda antara bayi dan pompa.

Bayi menyusu sebentar saja. Bayi yang lebih besar jadi jauh lebih efisien, sepuluh menit bisa memindahkan ASI yang dulu butuh empat puluh menit.

Ukuran yang benar-benar bisa dipercaya hanya dua: berat badan bayi naik sesuai kurva, dan popok basah cukup banyak, sekitar enam atau lebih popok basah dalam sehari setelah minggu pertama.

Apa yang benar-benar membantu

Perbaiki pelekatan lebih dulu. Ini memberi hasil terbesar, dan gratis.

Keluarkan ASI lebih sering, bukan lebih lama. Menambah satu sesi lebih efektif daripada memperpanjang sesi yang sudah ada.

Susui dari kedua payudara, dan tawarkan lagi payudara pertama di akhir.

Jaga asupan cairan dan makan cukup. Menyusui membutuhkan tambahan energi harian yang nyata. Kebutuhan energi meningkat selama menyusui, sehingga asupan makanan yang tidak mencukupi dapat berkontribusi pada masalah produksi ASI pada sebagian Mama.

Istirahat sebisanya. Kelelahan berat mengganggu pelepasan oksitosin, hormon yang mengatur keluarnya ASI.

Sebagian Mama juga memilih bahan pendukung seperti fenugreek, almond, kurma, dan daun katuk, yang secara tradisional digunakan untuk mendukung produksi ASI dan menjadi dasar Almond Milk Powder Mama's Choice. Perlu jujur di sini: bahan pendukung bekerja paling baik sebagai pelengkap, bukan pengganti pengeluaran ASI yang cukup sering.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Segera hubungi tenaga kesehatan atau konselor laktasi bila:

  • Berat badan bayi belum kembali ke berat lahir pada usia dua minggu
  • Popok basah kurang dari enam dalam sehari setelah minggu pertama
  • Bayi tampak sangat mengantuk dan sulit dibangunkan untuk menyusu
  • Menyusui terasa nyeri sepanjang sesi
  • Payudara tidak membesar sama sekali selama kehamilan maupun setelah melahirkan

Meminta bantuan lebih awal hampir selalu lebih mudah daripada memperbaiki kemudian. Dan produksi ASI yang berbeda-beda bukan ukuran seberapa baik Mama menjadi ibu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ukuran payudara menentukan banyaknya ASI?
Tidak. Ukuran payudara ditentukan oleh jaringan lemak, sedangkan ASI diproduksi oleh jaringan kelenjar. Mama dengan payudara kecil bisa memproduksi ASI sama banyaknya dengan Mama berpayudara besar.
Berapa banyak ASI yang normal keluar saat dipompa?
Hasil pompa bukan ukuran produksi. Bayi umumnya jauh lebih efektif mengeluarkan ASI daripada pompa. Banyak Mama dengan produksi cukup hanya mendapat 50–100 ml sekali pompa, dan itu wajar.
Apakah benar sebagian Mama memang tidak bisa memproduksi ASI cukup?
Ada, tetapi jumlahnya kecil. Penyebabnya bisa berupa jaringan kelenjar yang kurang berkembang, gangguan tiroid, sisa plasenta, atau riwayat operasi payudara. Bila Mama curiga, konsultasikan dengan konselor laktasi atau dokter.
Kapan produksi ASI mulai stabil?
Umumnya sekitar 4–6 minggu setelah melahirkan, ketika produksi beralih dari kendali hormon ke kendali permintaan. Setelah itu, seberapa sering ASI dikeluarkan menjadi faktor utama.

Sumber

  • Mama's Choice — uji klinis Almond Milk Powder pada peningkatan kualitas dan kuantitas ASI
  • World Health Organization — panduan pemberian ASI eksklusif

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

Breastfeeding Support (ASI Booster)

Breastfeeding

Breastfeeding Support (ASI Booster)

Rp 73.900Rp 159.000hemat 54%

4.9 · 71 ulasan

1 juta+ terjualASI Booster - Almond Milk Powder

Best seller·Breastfeeding

ASI Booster - Almond Milk Powder

Rp 77.900Rp 109.000hemat 29%

4.9 · 245 ulasan

Wearable Breast Pump

Breast Pumps

Wearable Breast Pump

Rp 760.292Rp 1.200.000hemat 37%

4.7 · 50 ulasan

Baca juga