Bayi Sungsang, Jangan Sedih Dulu Ma
Janin dinyatakan sungsang? Tenang, Ma. Pahami arti posisi sungsang, kapan masih bisa berubah, dan pilihan persalinan yang dibicarakan bersama dokter.

Setelah pemeriksaan kehamilan dan janin dinyatakan sungsang, wajar bila Mama cemas. Kabar yang menenangkan, posisi ini belum tentu menetap dan sering kali masih bisa berubah. Mari pahami apa arti posisi sungsang dan apa saja yang bisa Mama lakukan bersama dokter.
Pengertian Sungsang
Kehamilan sungsang adalah kondisi ketika janin berada dalam posisi kepala di atas rahim Mama, sehingga kaki mengarah ke jalan lahir yaitu vagina. Dalam keadaan normal, seharusnya bayi secara otomatis akan bergerak untuk merubah posisi di dalam rahim menjadi kepala di bawah untuk siap-siap dilahirkan.
Kondisi sungsang saat sudah mencapai hari persalinan tentu akan memberikan tantangan tersendiri bagi Mama dan calon buah hati. Sehingga ada beberapa opsi yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi persalinan bayi sungsang. Salah satunya mencoba mengubah posisi janin agar Mama dapat melakukan persalinan normal.
Kelebihan Bayi Sungsang
Memiliki kehamilan sungsang sebenarnya tidak terlalu buruk Ma. Apalagi jika Mama tetap intens melakukan konsultasi dengan dokter kandungan, karena bersama akan dicarikan cara terbaik untuk melalui proses persalinan yang aman bagi Mama dan bayi.
Ada beberapa hal yang bisa membuat Mama lebih tenang saat mengetahui posisi sungsang, selama semuanya tetap dipantau dokter. Beberapa di antaranya dijelaskan di bawah ini.
1. Hamil kembar atau lebih

Kasus bayi sungsang dapat terjadi pada Mama dengan kehamilan kembar 2 atau lebih. Sebab pada kehamilan kembar, salah satu atau bahkan keduanya biasanya berada dalam posisi sungsang. Karena kondisi inilah kebanyakan Mama yang hamil kembar lebih disarankan untuk menjalani operasi caesar demi keselamatan bayi.
Walaupun tidak menutup kemungkinan, bayi dapat berputar secara alami atau mencoba memutar dengan proses External Cephalic Version (ECV) atau prosedur di mana dokter akan mencoba mengubah posisi bayi secara manual dengan memanipulasi bayi melalui gerakan tangan pada perut Mama agar tidak sungsang.
2. Tali pusar yang tetap perlu dipantau

Tali pusar yang melilit bisa terjadi pada posisi bayi mana pun, termasuk sungsang. Posisi sungsang dulu kadang dianggap lebih kecil risikonya karena bayi bergerak lebih sedikit, tetapi anggapan ini tidak didukung bukti yang kuat, sehingga sebaiknya tidak dijadikan patokan.
Yang lebih penting, kondisi tali pusar dan denyut jantung bayi akan dipantau oleh tenaga medis menjelang persalinan. Lilitan tali pusar dapat menghambat aliran darah dan oksigen, dan pemantauan inilah yang membantu mendeteksinya lebih awal.
Karena itu, bila ketuban pecah saat bayi masih sungsang, segera ke rumah sakit. Risiko tali pusar turun lebih dulu memang lebih besar pada posisi ini.
3. Banyak Bayi Masih Berputar Sendiri

Hal lain yang sering melegakan, posisi sungsang pada awal kehamilan biasanya belum menetap. Banyak bayi masih berputar sendiri menjadi kepala di bawah menjelang persalinan.
Hanya sekitar 3 dari 100 bayi yang tetap bertahan pada posisi sungsang setelah 37 minggu. Kebanyakan bayi akan berputar posisi dengan kepala menghadap bawah pada 2 bulan terakhir menjelang persalinan atau sekitar 34 minggu dan seterusnya, Sandwell and West Birmingham Hospital
Jadi temuan sungsang lebih awal belum tentu berarti harus caesar. Bagaimana cara persalinan nantinya, apakah menunggu, ECV, caesar terencana, atau pervaginam, adalah keputusan medis yang diambil dokter bersama Mama setelah menimbang kondisi kehamilan. Teruslah berkonsultasi dengan dokter kandungan Mama dan Papa ya.
Jadi jangan terlalu cemas saat mendengar posisi bayi sedang sungsang. Dengan pemantauan dan saran dokter, Mama dan bayi tetap bisa menjalani persalinan dengan aman.
Baca juga: Nesting Saat Hamil Trimester 3 adalah Tanda Mau Melahirkan?
Untuk menghilangkan pikiran negatif, Mama dapat menenangkan pikiran dengan shopping. Mama bisa mulai membeli perlengkapan bayi yang aman, halal, dan natural dari Mama’s Choice.
Tidak hanya sekedar menyediakan perawatan kulit dan rambut, baju, atau mainan bayi, Mama’s Choice juga menghadirkan perawatan untuk Mama seperti sheet mask, krim untuk mengatasistretch mark, hingga serum penumbuh rambut yang tentunya bebas dari bahan toksin.
Artikel terkait: Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan dengan Aman
Jenis-Jenis Posisi Sungsang
Istilah "sungsang" mencakup beberapa posisi berbeda, dan perbedaannya memengaruhi pilihan persalinan.
Frank breech. Bokong di bawah, kedua kaki lurus ke atas menuju kepala. Ini yang paling sering, dan yang paling mungkin dipertimbangkan untuk persalinan pervaginam.
Complete breech. Bokong di bawah dengan kedua lutut tertekuk, seperti duduk bersila.
Footling breech. Satu atau kedua kaki berada paling bawah. Posisi ini umumnya menjadi alasan untuk memilih caesar.
Kapan Posisi Sungsang Masih Bisa Berubah
Ini yang paling menenangkan untuk diketahui: sebagian besar bayi masih berputar sendiri.
Pada usia kehamilan 28 minggu, sekitar seperempat bayi masih sungsang. Menjelang 37 minggu, angkanya turun menjadi sekitar 3–4 persen. Jadi temuan sungsang pada trimester kedua hampir selalu terlalu dini untuk dikhawatirkan.
Ruang gerak berkurang setelah 36 minggu, sehingga peluang berputar sendiri menurun setelah itu.
Pilihan yang Biasanya Ditawarkan
Menunggu. Untuk usia kehamilan di bawah 36 minggu, ini yang paling sering dianjurkan.
ECV (external cephalic version). Dokter memutar bayi dari luar perut, biasanya ditawarkan sekitar minggu ke-36 sampai 37. Dilakukan di rumah sakit dengan pemantauan denyut jantung janin. Tingkat keberhasilannya bervariasi, dan tidak semua kehamilan memenuhi syarat.
Posisi dan gerakan. Posisi sujud, berlutut dengan dada menempel lantai, dan berenang sering disarankan. Buktinya terbatas, tetapi risikonya kecil untuk kehamilan yang sehat, tanyakan dulu bila ada keluhan.
Persalinan caesar terencana. Pilihan paling umum untuk sungsang menjelang persalinan.
Persalinan pervaginam sungsang. Mungkin dalam keadaan tertentu, dengan tenaga medis berpengalaman dan kriteria yang ketat.
Yang Perlu Ditanyakan ke Dokter
- Posisi sungsang jenis apa yang terlihat pada USG?
- Berapa perkiraan berat bayi dan bagaimana posisi plasenta?
- Apakah saya kandidat untuk ECV, dan apa risikonya?
- Bila memilih caesar, kapan biasanya dijadwalkan?
- Apa yang harus saya lakukan bila kontraksi datang lebih awal?
Pertanyaan terakhir penting: bila ketuban pecah saat bayi masih sungsang, segera ke rumah sakit, karena risiko tali pusar turun lebih dulu lebih besar pada posisi ini.
Sumber:
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.